close
Cerita

Tidak Bisa Top Up Uang Elektronik di Halte Transjakarta?

img_0346-1

Hari ini, tidak seperti biasanya saya berangkat ke kantor saya di bilangan Jatinegara, Jakarta Timur. Kalau biasanya saya berangkat menggunakan sepeda motor saya, kali ini saya menggunakan Transjakarta.

Karena berangkatnya naik Transjakarta, kembali ke kosan juga naik Transjakarta. Untuk naik Transjakarta, sudah pasti kita akan menggunakan e-money, flazz, tap cash, atau jenis seperti itu.

Pas mau kembali, dana atau saldo di e-money saya memang sudah tidak mencukupi. Saya memutuskan untuk isi di halte transjakarta. Biar bisa isi 20.000 saja, karena kalau top up saldo di indomaret atau alfamart harus 50.000 minimalnya.

Sesampainya saya di halte, saya langsung ke loket untuk mengisi. Pas isi, petugas di loket mengatakan kepada saya, tidak bisa top up karena offline. Ini bukan pertama kalinya bagi saya.

Petugas pun menawarkan membayar dengan uang cash. Saya memberikan uang Rp 4000 dan diberikan kembalian. Petugas pun membantu dengan meng-tap kartu miliknya agar saya bisa masuk.

Setelah masuk dan menunggu bus, saya kemudian berpikir, sekarang ini kok sudah tidak bisa top up? Pakai cash aja? Kejadian beberapa bulan lalu, ketika saya mau top up flazz saya, juga tidak bisa. Saya kemudian harus membeli kartu OK OTRIP.

Apakah bank sudah tidak mencek alat EDC untuk top up di halte transjakarta? Saya tidak tahu persisnya kenapa. Tapi ini kemunduran sih sebenarnya.

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: