close
Warga memberikan dukungan kepada Ahok dengan mengisi formulir dan memberikan fotocopy KTP di salah satu posko Teman Ahok di Mall Ambassador, Jakarta, Sabtu (25/7).

Rabu 27 Juli malam, bertempat di markas Teman Ahok, Ahok Basuki T Purnama mengumumkan bahwa untuk pencalonan Gubernur di Pilkada serentak 2017 mendatang, dia memilih jalur parpol.

Ini memang sudah seperti prediksi saya, dan beberapa teman di twitter (yang saya kenal di twitter). Sebelumnya Ahok sepertinya akan maju melalui jalur Independen, dengan mengumpulkan KTP melalui teman Ahok.

Karena Ahok memilih jalur Parpol ini, seperti biasa, twitter menjadi riuh. Istilahnya menjadi Viral atau perbincangan soal keputusan Ahok menjadi Cagub lewat jalur Parpol.

In some cases, wajar kalau yang sudah bela-belain menyerahkan KTP sebagai dukungan kepada Ahok untuk maju melalui jalur independen. Sampai marah-marah untuk minta kembalikan KTP.

Mereka menyerahkan KTP karena memang ingin mendukung Ahok untuk maju lewat independen. Kalau pada akhirnya Ahok maju lewat jalur Parpol ya kecewa dong. Wajar? Wajar!

Banyak yang memang sudah muak kalau dicalonkan lewat Parpol. Alasan pertama memang ada mahar politik, atau nanti Ahok harus balas jasa. Yang ke-2 nanti Ahok akan disetir oleh parpol. Apalagi orang Parpol sering ketangkap karena korupsi. Lebih bikin muak sama Parpol kan?

Tapi begini, bagi saya, yang sudah menyerahkan KTP buat Ahok, dia maju lewat jalur apapun, saya akan tetap pilih Ahok. Bukan saya muak sama Parpol. Tidak sepenuhnya juga Muaknya sih.

Maju lewat jalur Parpol, Ahok akan lebih mudah. Maju lewat independen? Lihat aja apa yang akan dibuat. UU Pilkada mau dirubah lah, sistem verifikasi akan dibikin ribet lah, ini lah itu lah. Dijamin ribet.

Bagi saya juga, yang penting nanti Ahok itu terpilih kembali. Saya mendukung bukan hanya sebatas menyerahkan KTP. Saya pikir, itu hanya jalurjaga-jaga saja, kalau misalnya Ahok tidak bisa maju lewat jalur Parpol. Kenyataan, ada Parpol yang mendukung Ahok kan? Jadi ya saya tidak akan teriak-teriak di twitter, narik KTP.

Dukungan saya buat Ahok akan konsisten. Kalaupun nanti tidak terdaftar di DPT, saya rasa tetap akan ada jalur bisa nunjukkin KTP pas mau nyoblos. Nunggu nggak apa-apa dah. Yang penting nyoblos!

Bagi saya, dukungan buat Ahok bukan hanya sebatas memberikan KTP. Yang terpenting nanti, di TPS. Percuma kita dukung lewat KTP, dia maju nyalon gubernur aja tapi kita tidak memilihnya.

Tak perlu ribut-ribut di twitter minta tarik KTP. Sekali lagi yang penting, datang ke TPS, pilih Ahok nantinya. Itu yang penting!

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: