close
Cerita

Tenaga Kerja Asing di Indonesia Cuma 85.000 Kok Kita Takut Amat Ya?

IMG_20180423_140431.jpg

Belakangan ini, di media sosial lagi rame-ramenya ngebahas soal serbuan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia. Banyak beredar informasi, TKA asal Tiongkok didatangkan ke Indonesia. Widih ngeri bener isu yang beredar ini.

Jujur saja, saya termasuk panasaran dengan isu ini. Meskipun banyak yang sudah mengcounter ini di media sosial, jujur saja saya masih panasaran. Bener atau nggak sih isu ini?

Sampai kemudian, saya diundang untuk hadir di Forum Merdeka Barat 9 atau FMB 9 di Kementrian Kominfo. Saya memang bukan baru sekali sih datang ke FMB 9 ini. Tapi dengan isu yang sangat menarik ini, saya pasti semangat 45 untuk datang meskipun Jakarta sedang dilanda hujan gerimis.

Apa yang dibahas di FMB hari ini? Soal Perpres 20 Tahun 2018. Perpres ini tentang penggunaan TKA. Gara-gara Perpres ini, warganet jadi riuh. Ada yang bilang, ntar TKA bakal menyerbu Indonesia.

Pertanyaan kembali muncul. Bener nggak sih?

Pak Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, menjelaskan, Perpres 20 Tahun 2018 ini hanya untuk memberikan kemudahan dari sisi prosedur dan proses birokrasi perizinan.

“Kalau izin bisa diberikan dalam waktu satu hari, kenapa harus satu bulan atau satu minggu?” Ujar Menaker lugas tajam dan terpercaya (lah kok jadi tag line situs berita ya).

Menaker juga mengatakan, TKA yang diberikan izin di Indonesia jumlahnya hanya kurang lebih 85.000. Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia, sangat kecil sekali. Penduduk Indonesia ada 263 juta lebih.

Wadoh. Saya pun kaget. Saya awalnya mikir TKA di Indonesia ini buanyaaknya minta ampun. Lah dijelasin sama pak Menaker ternyata cuma segitu doang.

Menaker juga menjelaskan, untuk menciptakan lapangan pekerjaan, Investasi di Indonesia harus ditingkatkan. Perpres ini, untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

Investasi Internasional yang masuk ke Indonesia makin banyak, lapangan pekerjaan akan tercipta.

Menaker juga bilang, TKA yang masuk ke Indonesia ini, untuk level manajer ke atas. Jabatan yang tinggi-tinggi gitu lah. Kalau pekerja kasar, ya enggak lah. Menaker juga bilang, kalau Perusahaan Internasional investasi di Indonesia dengan nilai Milyaran bahkan Trilyunan Rupiah, dia akan menggunakan TKA Asing untuk jabatan strategis. Jabatan strategis ini sudah pasti akan diisi oleh orang yang dipercaya perusahaan tersebut.

Bahkan Hanif mencontohkan, kalau kita investasi ke luar negeri, misalnya Thailand, untuk jabatan strategis akan diisi oleh orang yang kita percaya. Sisanya baru orang lokal.

Cling! Saya pun tercerahkan!

Kepala BKPM, Thomas Lembong di FMB 9 ini juga menegaskan, Perpres ini untuk investasi iklim yang lebih baik.

Bahkan, Tom Lembong juga memaparkan rasio TKA di berbagai negara.

Kayak ini nih:

Tom Lembong bahkan bilang, kalau negara kaya, negara teknologinya maju, jumlah TKA akan banyak.

Begitu juga kalau investasi asing bertambah, maka jumlah TKA juga akan bertambah, apalagi kalau yang investasi adalah perusahaan internasional.

Kita juga nggak perlu khawatir dengan TKA ini. Kalau misalnya dari 1000 orang pekerja, 1 orang itu TKA, kenapa kita harus takut? Begitu kata Tom Lembong. Bener banget nggak sih?

Setelah mendapatkan penjelasan dari dua orang tokoh ini, saya pun mendapatkan pencerahan. Kita nggak perlu takut sama TKA. Harusnya kita bisa belajar dan bikin skill kita lebih keren, biar bisa bersaing dengan mereka di jabatan strategis.

Oh iya, saya lupa. Di FMB 9 ini, menurut survei World Bank dan BPS, TKI di berbagai negara ada 9 juta orang. Gila banget jumlahnya. Lah TKA cuma 85.000. 10 persen dari jumlah TKI kita aja nggak nyampe. Kok paraoid amat ama TKA ya?

Tom Lembong juga bilang. Soal perusahaan smelter di Morowali yang lagi viral, ternyata banyak memakai tenaga lokal. Dan perusahaan tersebut membuat Indonesia menjadi negara nomer 3 di dunia produsen Baja Anti Karat atau Stainless Steel.

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: