SHARE

Setelah menghadiri Malam Midodareni Putri Tunggal Presiden Joko Widodo, Selasa 7 November 2017, saya dan rekan-rekan Jasmev keesokan harinya berencana melakukan tour di Kota Surakarta atau Solo.

Yang menjadi target kunjungan kami adalah Karaton Kasunanan Surakarta.

Usai sarapan di Dapur Solo dengan makanan khas Jawanya, kami langsung menuju ke Karaton. Kami tiba menjelang siang.

Turun dari bis yang kami tumpangi, beberapa teman langsung menuju ke pintu masuk Karaton. Saya dan Suyanto, masih menyempatkan diri untuk Selfie di semacam pendopo depan Karaton.

Selesai selfie sebagai bukti mengunjungi Karaton Surakarta ini, saya menyusul teman-teman. Rendi Doroii sebagai Ketua Rombongan sudah membelikan tiket masuk seharga Rp 8.000.

Masuk ke kompleks Karaton, pemandu kami langsung meminta maaf karena suasana karaton sedang dalam renovasi.

Sebelum memasuki kawasan utama Karaton, kami diberikan penjelasan sedikit oleh pemandu yang saya tidak sempat tanya namanya.

Oleh pemandu, kami diberikan informasi. Bagi yang memakai sandal, harus melepasnya. Kecuali yang memakai sepatu.

Karena ini sudah menjadi aturan, saya, Hariadhi dan irfan akhirnya melepas sepatu. Nyekerman … hahaha

Memasuki kompleks utama Karaton, kami disambut teduhnya pepohonan. Pemandu kemudian menjelaskan bahwa pohon tersebut jumlahnya ada 77. Jenis pohon adalah Sawo yang buahnya kecil-kecil

Angka 7 atau tujuh ini sendiri memiliki filosofi tersendiri. Di sebelah kiri tempat kami masuk, ada sebuah bangsal.

Kami melanjutkan perjalanan ke dalam kompleks Karaton.

Dalam kompleks karaton kami diajak ke sebuah menara yang dahulunya berfungsi untuk memantau musuh atau aktifitas warga.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Sasana Sewoko yang merupakan tempat Raja Karaton Solo Paku Buwono menerima tamu atau menggelar acara utama.

Ada sejumlah patung yang berderet yang merupakan hadiah dari pemerintah kolonial Belanda kala itu.

Di sebelah Sasana Sewoko, ada Sasana Ondrowino yang dikelilingi pintu kayu yang bisa dilipat. Pemandu menjelaskan, Sasana ini merupakan tempat makan dikala ada perhelatan.

Saya melihat disekeliling kompleks utama Karaton ini, ada ruangan yang memiliki banyak pintu. Menarik sekali untuk difoto.

Ternyata, ruang dengan banyak pintu ini adalah musium Karaton.

Tour kami di Karaton berlanjut ke Musium Karaton. Di musium Karaton ini, dipajang beberapa foto Raja Karaton Solo dan juga batu candi dari Prambanan dan Borobudur.

Ada juga sejumlah patung dari perunggu, patung kuda dan sadel yang dipakai kala kirab pengantin pria di acara pernikahan.

Saya hanya sempat mengambil beberapa foto karena kondisi Ponsel yang sudah lowbatt.

Di depan musim karaton, saya melihat ada sebuah taman dengan pagar melingkar dan sebuah patung. Mungkin karena kondisi sedang renovasi, taman agak kurang terawat.

Karena kompleks karaton yang tidak terlampau luas, tour kami berlangsung kurang dari satu jam.

Kunjungan kami pun berakhir dan kami akan ke pasar Klewer.