SHARE

Tahun 2014 lalu, saya sempat bekerja, sebagai honorer di Tourist Information Center (TIC) Jakarta Utara. Saya bertugas untuk memberikan informasi kepada wisatawan yang berkunjung ke TIC.

Lokasi TIC ini sendiri ada di Pelabuhan Sunda Kelapa. Sekitar empat bulan pertama, saya bekerja, saya masih bolak-balik kantor pakai motor.

Sekitar bulan September 2014, saya mulai nginap di kantor. Capek bolak-balik.

Karena saya nginap di kantor, dan ada urusan dengan surat-surat, sejumlah surat-surat penting, saya bawa ke kantor. Apalagi waktu itu saya perpanjang paspor. Jadilah dokumen penting saya bawa.

Tahun 2015 awal, saya tidak bekerja di situ lagi. Ada “kekacauan sedikit”. Sudin Parbud Jakarta Utara, lebih membutuhkan cleaning service di TIC dibandingkan orang seperti saya yang bisa memberikan informasi kepada wisatawan.

Saya akhirnya dapat pekerjaan baru, dan barang-barang saya termasuk dokumen penting ini masih tertinggal di sana. Ya karena sudah tidak bekerja di sana, ya nggak mungkin nginap di sana lagi. Tau diri lah.

Setahun berlalu, saya tiba-tiba kepikiran dokumen saya ini. Pekan ke-3 Agustus 2016 saya berniat ambil dokumen ini. Dokumen ini saya simpan dalam tas ransel saya. Ransel hitam.

Saya meluncur ke TIC. Malam-malam. Sampai di situ, tidak ada orang. Wah tumben. Saya masuk ke ruangan saya, karena masih ada kunci, tasnya tidak ada. Waduh!!!

Saya langsung kembali dengan rasa galau. Cemas takut dokumen hilang. Saya dikuasai perasaan cemas itu selama tiga pekan. Sapa yang nggak cemas coba kalau dokumen penting hilang.

Setelah dapat pinjaman motor, malam sabtu 10 September kemarin, saya meluncur ke TIC lagi. Malam-malam. Pas sampe sana ada bang Iwan.

Setelah bertanya, ternyata tas dokumen itu disimpan bang Iwan di ruangan tempat Bang Dedi nginap. Walah! Ada rupanya. Kirain pada ilang.

Akhirnya saya ambil tas itu dan bawa ke kos. Rasa cemas pun hilang…. fiuuh

Tas itu sudah kumal, karena berdebu. Tapi isinya masih aman. Yang penting kan isinya.

Saya

SHARE
Previous articleBikin Status Panjang, atau Blog?
Next articleKupat Tahu Enak di Penjaringan
Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply