SHARE

Ketika kita sedang sakit, dan biasanya kita update status di media sosial, atau kalau ada keluarga dan sahabat yang mengetahui kondisi kita, pastilah kata-kata Get Well Soon (GWS) atau Lekas Sembuh akan disampaikan kepada kita.

Namun, kata-kata itu, kalau misalnya keluar dari dokter atau bagian farmasi di sebuah Rumah Sakit, itu bagaimana? Pasti rasanya akan berbeda.

Itulah yang saya dapatkan ketika saya berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Priok, Jakarta Utara. RSUD Tanjung Priok ini, dahulunya bernama Rumah Sakit Umum Kecamatan (RSUK) Tanjung Priok, dan namanya berubah. Rumah Sakit ini, adalah Rumah Sakit Umum Daerah Tipe D.

Selama dua hari, dari hari Minggu dan Senin, sebenarnya saya sudah merasakan badan saya tidak fit, atau mengalami sakit. Awalnya kecapekan, dan berlanjut dengan flu. Tapi saya memaksakan diri untuk berakfitas.

Hari Minggu saya datang ke Festival Danau Sunter dan malamnya saya harus mengurus nobar. Hari senin saya tetap bekerja seperti biasa. Dan juga menghadiri acara Forum Merdeka Barat 9.

Senin sore, saya merasa tidak kuat lagi dan kembali ke kosan saya. Apa yang saya rasakan? Saya demam. Hingga malam hari, saya drop. Kesehatan terganggu. Tapi saya menunggu hingga Selasa pagi untuk berobat ke Poli Umum RSUD Tanjung Priok. Ada dokter Teddy. Dokter idola saya.

Selasa pagi, saya akhirnya berobat ke Poli Umum. Nggak pakai BPJS karena saya harus ke Puskesmas untuk rujukan. Ke Puskesmas kalau pagi hari, antrinya bukan main. Lagian, berobat di Poli Umum RSUD Tanjung Priok hanya Rp. 20.000. Bandingkan aja dengan dokter umum lainnya.

Setelah mendaftar dan membayar biaya periksa, saya kemudian diperiksa oleh Dokter Teddy. Ada semacam terapi yang diberikan dokter Teddy ke saya. Setelah selesai diperiksa dan diberikan terapi, saya pamit ke dokter Teddy dan Dokter bilang : “Lekas Sembuh Ya”. Wah jarang-jarang kalau ke Dokter sampai dibilang kayak gini.

Habis diperiksa dokter Teddy, dan diberikan resep, saya langsung ke bagian farmasi. Ambil nomor antrian dulu. Resep saya berikan, dan langkah selanjutnya adalah membayar. Obat yang saya bayar, hanya Rp 6.500.

Petugas bagian farmasi kemudian menyerahkan obat kepada saya dan saya diberikan penjelasan tentang tata cara mengonsumsi obat tersebut. Setelah penjelasan selesai, petugas farmasi kemudian mengatakan : “Lekas Sembuh Ya”. Wih saya kembali kaget. Setelah dokter kini petugas farmasi.

Saya merasa, ini sudah menjadi bagian dari standard pelayanan RSUD Tanjung Priok. Kalau pasien yang berobat dibilang seperti ini, kan jadi senang.

Dan ketika saya melihat obat yang diberikan kepada saya, labelnya dicetak gitu. Ada nama, jenis obat dan petunjuk minum obatnya. Dan juga ada jam dan tanggal obat dikeluarkan oleh bagian farmasi. Ini bagi saya keren juga.

Biasanya kan kalau kita tebus obat, hanya ditulis menggunakan tangan saja. Kalau nggak pake pulpen, ya pake spidol.

RSUD Tanjung Priok memang RSUD Tipe D. Tapi, menurut saya, petugas yang ramah dan asyik ini membuat saya berobat di Rumah Sakit elit dan mahal.

Leave a Reply