close
Makang Sadap

Siomay dan Batagor Bandung Hoki di Sunter ini Top Markotop

img-20171229-wa00061231046264.jpg

Pada tahu Siomay dan Batagor dong. Makanan ini sepertinya sudah tidak terpisahkan dari kita. Baik Siomay maupun Batagor pasti pernah kita cicipi baik yang dijual dengan sepeda, gerobak maupun di restoran.

Salah satu siomay atau batagor enak yang pernah saya santap, adalah yang dijual abang-abang di Gedung Mitra Praja, Sunter, jakarta Utara. Saya pernah berkantor di sini, cukup lama. Dan abang-abang ini kalau Shalat Jumat pasti jualan di Gedung Mitra Praja. Biasanya dia berkeliling.

Hari ini kebetulan, saya harus bertemu teman pejabat sebelum Shalat Jumat di Gedung Mitra Praja. Setelah bertemu dan saya hendak kembali, saya melihat siomay ini sudah berjualan. Langsung pesan dong saya.

Sudah lama sekali saya tidak makan di abang-abang ini memang. Jadi saya memang niat untuk makan Siomay.

Berhubung yang terpampang alias paling duluan saya lihat adalah Batagor, saya pesan batagor sepiring. Sembari si abang mempersiapkan batagor pesanan saya, saya foto alias cekrak cekrek dulu. Buat blog dong! Eh iya, sama Instagram.

Sesaat kemudian pesanan saya sudah selesai. Karena sudah kenal dengan abang ini, saya minta ekstra bumbu atau saus kacang.

Ketika mencicipi batagor, ternyata si abang masih konsisten dengan produknya. Tekstur lembut dan tidak alot. Kadang-kadang kalau saya suka makan batagor gerobakan, memang suka alot dan rada keras. Tapi batagor si abang ini tidak.

Bumbu kacangnya juga bagi lidah saya sangat pas. Tidak pedas, tidak asin. Bumbunya pas dan ini memang kuncinya. Banyak bumbu kacang yang rasanya hambar dan biasanya pedas sehingga tidak terasa lagi campuran bumbunya.

Setelah sepiring batagor selesai, saya tambah setengah porsi atau piring siomay. Tetap dengan bumbu kacang ekstra.

Soal siomaynya, terasa ikannya. Sudah pada tahu dong kalau misalnya, ladang-kadang, siomay itu kebanyakan tapioka, sehingga seperti makan lem. Tapi abang ini tidak. Beda dan memang teksturnya lembut.

Satu piring batagor dan setengah piring siomay, saya hanya tebus dengan harga 15.000 saja. Sangat murah bukan?

Nah, kalau mau makan siomay si abang ini, bisa datang ke Gedung Mitra Praja pas Shalat Jumat. Soalnya kalau dia berkeliling, susah nyarinya.

Panasaran soal tampilannya? Begini nih

 

 

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: