SHARE

Kalau ke Kelapa Gading atau Sunter dari kosan saya di daerah Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, saya kerap lewat “jalur belakang”. Apalagi kalau saya dapat notifikasi “jalur depan” itu macet.

Kalau melewati Jalur Belakang yang menembus ke kawasan industri milik grup astra, saya sering melewati sebuah kios makanan, yang kalau lagi jualan suka menebar asap wangi.

Asap wangi ini berasal dari pembakaran sate. Karena wangi saya suka memperhatikan tempat makan yang punya nama “Putra Tambak” ini. Jualanya ya masakan daging bebek.

Yeah, makan bebek merupakan kegemaran saya. Saya biasanya menyantap masakan bebek Madura. Setelah beberapa kali niat mampir batal karena tempat makan ini suka rame, akhirnya saya hari ini mampir juga.

Mau mencoba masakan sate bebek. Jujur saja, saya sih kalau sate, sudah biasa makan sate ayam, kambing, sapi ataupun babi. Tapi sate bebek ini pengalaman pertama.

Parkir motor, saya langsung masuk ke warung makan. Saya pesan sate bebek 10 tusuk. Saya sempat bertanya, harga sate bebek 10 tusuk itu berapa? 26 ribu tanpa nasi, dan pakai nasi sepiring 30 ribu. DEAL!

Menunggu kira-kira 10 menit karena banyak yang pesan, pesanan sate bebek saya pun datang. Tak butuh waktu lama, saya langsung tancap gas menyantap sate bebek.

Sate bebek ini, pakai bumbu kacang seperti sate ayam pada umumnya. Tapi. Ingat, ada tapinya lho. Pas saya coba bumbu kacang sate bebek Putra Tambak ini, ternyata sangat enak. Dan lebih encer dari bumbu kacang sate ayam pada umumnya.

Usai mencicipi bumbu kacang, saya langsung menyantap tusukan pertama. Ternyata, daging bebeknya empuk. Tidak alot. Duh, makin sedap deh menyantapnya.

Oh iya, saya juga diberikan satu mangkok kecil semacam kuah sop. Pas saya cicip, kuah sopnya gurih, asin enak gitu. Makin sedap deh makannya. Di kuah sop ini, saya obok-obok dengan sendok, ternyata ada potongan daging dan tulang bebek.

Saking enaknya sate bebek ini, nasi satu piring terasa kurang. Saya sudah pasti meminta tambah. Sate masih lima tusuk lagi, tapi nasi sudah habis, ya nambah dong!

Bumbu kacang sate, tak lupa saya siramkan ke nasi. Biar tambah mantap. Karena enak, bumbu kacang sampai ludes saya makan juga.

Usai makan, pastinya bayar dong! Satu porsi sate 10 tusuk, dua piring nasi dan segelas es teh tawar, saya tebus dengan harga 36.000. Nggak nyesel sih, enak soalnya.

Sepertinya saya akan balik lagi deh kapan-kapan. Untuk makan sate bebek lagi.