SHARE

Sate lagi, sate lagi.

Yaps, makanan khas Indonesia ini merupakan  makanan yang pasti akan saya cari atau beli. Bisa dibilang makanan favorit lah.

Di Jakarta Utara, terutama Tanjung Priok, banyak sate yang bertebaran. Mau yang ada lapak tenda, atau sekedar lapak gerobak dorong.

Salah satu sate gerobak dorong yang mangkal malam-malam yang sering saya lihat, adalah di Jalan Swasembada Timur XV. Dia mangkal di ujung jalan di persimpangan Swasembada Raya.

Meskipun sering melintasi dan melihat lapak sate yang ramai pembeli ini, baru sekali ini saya niat mencobanya. Lagi kepengen makan sate memang.

Saya pun pesan untuk dimakan bungkus. Setelah dibakar, atau dipanggang satenya, penjualnya menawarkan untuk pakai bawang atau tidak di bumbunya.

Saya mengiyakan. 

Setelah membayar 19 ribu untuk sate dan lontong, saya kembali ke kos untuk menyantap.

Yang saya cicipi duluan adalah bumbu kacangnya. Dan memang enak bumbu kacangnya. Ditambah ada irisan bawang dan perasan jeruk limau, makin nyos.

Beberapa tukang sate yang saya coba, bumbu kacangnya biasa saja. Tidak gurih dan enak. Terkadang hambar saja. Tapi kali ini tidak..

Daging ayam juga dipanggang dengan baik. Matangnya pas dan tidak gosong. Makin klop dengan bumbunya.

Akhirnya saya menyesal, dekat dengan kosan, kok baru sekali ini belinya. Duh!