close
Makang Sadap

Salalaluak, Camilan Khas Pariaman yang Enak

salalaluak 1

Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki makanan khas, baik makanan berat, ataupun makanan ringan berupa camilan. Seperti yang saya temukan di Pariaman, salah satu wilayah di Sumatera Barat.

Panganan ini diberitahukan oleh teman saya, Hariadhi, ketika kami dalam perjalanan dari Sumatera Barat menuju Sumatera Utara dan melintasi wilayah Pariaman atau Padang Pariaman ini.

“Tom, kita cari Salaluak deh”

“Apaan itu Salalaluak?”

“Cari aja di Google”

Teman saya pun menceritakan gambaran sedikit sambil menunggu hasil googling saya soal Salalaluak ini. Hariadhi bercerita bahwa Salalaluak ini seperti combro. Tapi kalau combro isinya oncom, Salalaluak ini isinya ikan!

Wah enak nih…..

Sepanjang perjalanan pun, Hariadhi meminta saya untuk melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari Salaluak ini. Tapi nggak ketemu. Duh!

Sampai akhirnya, kami berbelok ke sebuah pantai, namanya Pantai Katapiang. Pantai Katapiang ini sudah saya ceritakan di tulisan saya yang lainnya. Kami ingin bersantai di Pantai, sembari ya buat bahan tulisan.

Ketika kami mampir di salah satu kedai yang menjual makanan dan minuman, Hariadhi bertanya apakah ada Salalaluak. Dan ternyata ada. Hariadhi pun menunjukkan ke saya.

“Ini lho Tom Salalaluak ini. Cobain aja”

Saya pun mengambil satu Salalaluak ini dan mencicipinya. Bentuk Salalaluak ini seperti bola kecil. Kalau combro kan biasanya lonjong. Kalau Salalaluak ini bola. Ketika menggigit, wah renyah. Dan isi dari salaluak ini enak banget. Ikannya seperti pakai mayonaise. Sedap di lidah.

Saking enaknya, saya makan lebih dari 5 Salaluak ini. Enak memang.

Harga Salalaluak ini murah banget. Ketika saya tanya, harga per buah atau per bijinya hanya Rp. 500. Wait what? 500? Di Jakarta mana dapat segitu. Murah banget asli!

Nah ternyata, ketika dalam perjalanan ke Pusat Pariaman dari Pantai Katapiang, saya melihat banyak yang menjual gorengan di pinggir jalan. Ada sebuah wilayah (saya lupa nama desanya), sepanjang jalan menjual gorengan. Salah satunya ya Salaluak.

Saya membeli di sini lebih murah. 10.000 dapat 25 Salalaluak. Sekantong plastik isi 50 hanya 20.000, alias sebijinya cuma 400 perak. Murah banget dan puas makannya.

Menurut informasi sih, di Jakarta juga ada yang menjual Salalaluak ini untuk disantap dengan Lontong Sayur. Tapi makan di daerah asalnya sudah pasti berbeda lah. Ibarat makan Gudeg ya di Jogja. Makan Pempek ya di Palembang. Begitu kan?

 

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: