SHARE

Ketika saya berkunjung ke Pelabuhan Merak Selasa 12 Juni 2018, saya sempat ngobrol dengan Dirut ASDP, Ira Puspadewi. Saya bilang ke Bu Ira, saya baru pertama kali ke Pelabuhan Merak.

Bu Ira merespons dengan : “nyebrang dong”!

Saya sih memang berharap bisa menyebrang. Kenapa? Saya belum sekalipun berkunjung ke Sumatra.

Sehari berselang, saya mendapat ajakan ke Sumatra. Teman saya Hariadhi mengajak roadtrip atau safari ke Sumatra.

Ajakan ini sebenarnya sudah dari pekan lalu. Tapi saya sempat mengurungkan niat. Karena Har berangkat sendirian, saya akhirnya berubah pikiran dan berangkat.

Saya dan Hariadhi langsung meluncur ke Pelabuhan Merak. Kami sempat mampir di rest area KM 43 daerah Balaraja. Hariadhi masih mau shalat.

Ketika Hariadhi shalat dan saya ke Alfa Express, saya melihat ada loket pembelian tiket penyebrangan. Ngapain repot beli di pelabuhan kalau bisa beli di rest area.

Saya memberikan informasi ini ke Hariadhi. Kami akhirnya membeli tiket penyebrangan.

Dari rest area ke pelabuhan merak, perjalanan hanya 30 menit. Jam 21 lewat kami sudah tiba di Pelabuhan merak. Kami masuk dan tidak ada antrian panjang.

Karena ingin berangkat tengah malam, saya dan hariadhi menunggu. Jam 22.30 kami langsung ikut antrian kapal di dermaga 5.

Kami menunggu kurang lebih 20 menit dan akhirnya masuk ke ferry. Mobil pun sudah diparkir di palka mobil. Biar nggak dibilang hoax, saya selfie dengan latar belakang mobil di dalam ferry.

Bersambung

Leave a Reply