SHARE

Tidak sengaja, iya tidak sengaja. Itulah yang terjadi ketika saya menemukan foto-foto saya tiga tahun lalu di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu Utara.

Saya sedang mencari foto-foto saya bulan November lalu di Pulau Lancang di Google Photos, dan ketika saya scroll ke bawah, tetiba muncul foto saya ketika berkunjung ke Pulau Kelapa Dua tahun 2013 lalu.

Saya pun teringat foto tersebut, ketika itu saya mengantar jurnalis televisi antv ke Pulau Kelapa. Ingin meliput di sana. Kebetulan sahabat saya, waktu itu menjabat menjadi lurah Pulau Kelapa.

Ketika di sana, saya dan teman-teman dari antv ini diajak ke Pulau Kelapa Dua. Meskipun saya sudah sering berkeliling ke Pulau-pulau di Kepulauan Seribu, ke Pulau Kelapa Dua ini kesempatan pertama saya.

Apa yang menarik dari Pulau Kelapa Dua ini? Di Rumah berarsitektur asli bugis atau Sulawesi Selatan berupa rumah panggung. Saya memang sudah mengetahui lama soal kehadiran rumah berarsitektur bugis ini. Tapi melihat langsung baru pertama kali.

Dari cerita yang saya dapatkan, penduduk di Pulau Kelapa Dua ini memang masih asli keturunan dari Bugis. Mereka hijrah dari Pulau Genteng. Ada dua kelompok. Yang kelompok lainnya hijrah ke Pulau Sebira. Saya sudah ke Pulau Sebira ini juga. Tahun 2006 atau 10 tahun lalu.

Ada banyak rumah khas Bugis atau berarsitektur Bugis ini di Pulau Kelapa Dua. Dan letaknya berdampingan. Rumahnya masih berbentuk rumah panggung.

Ketika berada di Pulau Kelapa Dua, saya yang berkunjung ke salah satu warga, masih disuguhi penganan asli Bugis. Borongko namanya. Selain Borongko, ada juga makanan seperti ikan yang dimatangkan hanya memakai jeruk. Saya lupa nama persisnya, semacam gohu ikan kalau di Manado. Makanan ini saya benar-benar suka.

Ada juga ikan yang dimasak dengan kuah dengan bumbu khas dari Bugis. Sekali lagi saya lupa namanya. Ini makanan enak sekali. Saya ingat, saya makan di rumah mertua Anci. Orang tuanya Sultan, saya kenal dengan Sultan ini yang bertugas di Polres Jakarta Pusat.

Tidak hanya itu, dialek dari warga di Pulau Kelapa Dua ini, masih kental sekali dengan dialek Sulawesi Selatan.

Pulau Kelapa Dua ini, bukanlah pulau tujuan wisata seperti Pulau Tidung, Pramuka, Pari dan Pulau-pulau Resort. Tapi, rumah yang berarsitektur Bugis ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi kita yang ingin melihat sisi lain dari Kepulauan Seribu.

Letak Pulau Kelapa Dua ini, bersebelahan dengan Pulau Kelapa. Tidak berjauhan. Menyebrang dari Pulau Kelapa, hanya sebentar saja. Pulau Kelapa sendiri ini letaknya di Kepulauan Seribu Utara. Naik speedboat dari Ancol, kurang lebih 1,5 hingga 2 jam.

Tertarik?

tulisan ini juga bisa dibaca di travel blog khusus saya pigipigi.id