SHARE

Kita sudah pasti tahu lah wisata Kepulauan Seribu sekarang ini tengah “booming”. Kunjungan ke Kepulauan Seribu di akhir pekan angkanya bisa mencapai ribuan dan puluhan ribu.

Destinasinya? Yang tengah jadi tujuan utama saat ini adalah Pulau Tidung dengan Jembatan Cintanya dan Pulau Pari dengan Pantai Pasir Perawannya.

Tapi, usaha wisata di Kepulauan Seribu ini dalam pandangan saya, masihlah cenderung sama. Belum ada hal-hal yang baru. Yang menjadi usaha saat ini adalah wisata ke salah satu pulau, menginap, snorkeling, banana boat dan lainnya.

Ada wisata yang menurut saya, dan akan saya kembangkan dalam satu tahun ke depan nantinya. Tidak salah kan kalau saya berbagi ide melalui tulisan ini?

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, wisata yang ada di Kepulauan Seribu saat ini didominasi oleh Wisata dengan Tujuan satu Pulau saja. Misalnya Paket wisata ke Pulau Tidung, Pulau Pari, Pramuka atau Pulau Lainnya seperti Harapan atau Kelapa. Pulau – pulau tersebut, merupakan pulau Pemukiman yang banyak homestay.

Bagi saya kecenderungannya, wisatawan hanya akan berpindah-pindah Pulau. Satu saat mereka akan bosan atau mungkin akan kembali dalam rentang waktu yang cukup lama.

Ada satu ide yang tengah saya kembangkan, dan saya tuliskan di blog saya, dan semoga bisa menginspirasi teman-teman yang lain. Ide ini adalah wisata explore kepulauan seribu. Atau menjelajah Kepulauan Seribu.

Wisatawan tidak hanya akan berwisata ke salah satu pulau tujuan utama seperti Pulau Tidung, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pramuka atau Pulau lainnya. Tapi akan ke tiga pulau dalam satu paket wisata tersebut.

Bagaimana modelnya?

Modelnya adalah private tour. Berangkat dengan kapal sendiri (bukan kapal transportasi umum seperti yang ada sekarang), tetapi dengan kapal carteran. Apa kelebihannya?

Kelebihan dari menggunakan kapal carteran ini adalah,  kita bisa berangkat tidak sesuai dengan jadwal kapal pada umumnya. Kapal reguler ke Kepulauan Seribu ada jam tertentu. Biasanya pagi jam 7 atau jam 8 dan siang jam 12 atau 14. Dengan kapal carteran kita bisa menentukan sendiri waktu keberangkatannya. Misalnya jam 10.00.

Dengan kapal carteran atau kapal yang lebih private ini, kita juga bisa berkunjung ke Pulau Untung Jawa, Pulau Pari dan Pulau Tidung. Lebih leluasa bukan? Dan kita tidak hanya melihat satu pulau saja.

Kita juga bisa mengeksplor atau menjelajahi Pulau Cagar Budaya seperti Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Kayangan. Ini wisata yang sebenarnya jarang sekali tersentuh oleh pengusaha wisata.

Bagaimana bisnisnya?

Okey, saya share tipsnya ya.

Tentukan jumlah peserta tour

Kita bisa menentukan peserta tour dalam wisata ini. Bisa 20 orang dan bisa juga 40 orang. Kenapa hanya 20-40 orang? Biar kita lebih gampang handlenya. Kebetulan saya beberapa kali menjadi tour leader. Kalau orangnya terlalu banyak, akan lebih repot.

Dengan menentukan jumlah peserta tour ini, kita bisa menentukan kapal yang akan kita sewa atau carter. Bisa kapasitas 20 atau  kapasitas 40 orang. Harga kapal carteran ini berbeda-beda sesuai kapasitas dan tujuan kita.

sumber foto :
http://www.redytourpulauseribu.com/wp-content/uploads/2015/10/speedboat-tidung-express2-marina-ancol-pulau-tidung-redytourpulauseribu-com.jpg

Tentukan Pulau Tujuan Wisata

Terkait dengan biaya menyewa kapal untuk private tour, kita harus menentukan pulau-pulau tujuan kita. Agar lebih seru, misalnya kita tour ke tiga pulau. Jangan Cuma satu pulau saja. Rugi soalnya.

Misalnya kalau di wilayah Kepulauan Seribu Selatan, kita bisa ke Pulau Onrust, Pulau Kelor, Untung Jawa, Pari dan Tidung. Kalau di Wilayah Kepulauan Seribu Utara, bisa ke Pulau Pramuka, Semak Daun dan Pulau Harapan, Kelapa, Sepa atau Putri.

Pulau Kelor :
sumber foto :http://2.bp.blogspot.com/-dFrWTVJCHLo/Th5kDZzrdjI/AAAAAAAAAFI/gK4MCAkcCeE/s1600/Kelor.jpg

Tentukan menginap atau one day tour

Nah, untuk private tour ini kita bisa memberikan pilihan. Misalnya kita hanya tur dalam satu hari atau one day tour, atau kita mau menginap. Ini juga akan menentukan harga sewa kapal, dan nantinya biaya tour.

Kalau kita memutuskan menginap, kita akan menginap di Pulau mana. Kalau kita sudah menentukan pulau mana kita menginap, kita akan bisa menentukan biaya tur ini.

Contoh tempat menginap di Pulau Tidung
https://travelwisatapulauseribu.com/wp-content/uploads/2015/12/penginapan-pulau-tidung-3.jpg

Atur Itinerary

Mengatur itinerary atau rencana perjalanan dari paket private tour ini sangatlah penting. Kita akan ke pulau mana saja, dan waktu kita berada di pulau tersebut dan kegiatan-kegiatan selama kita tour akan sangat menentukan.

Kalau kita bisa mengatur secara efisian, kita pasti akan lebih seru dan menikmati pulau-pulau lain dengan waktu yang cukup.

Hitung Biaya

Setelah semua ditentukan, kita kemudian menghitung biaya. Yang pertama biaya sewa kapal, ditambah biaya menginap di homestay, dan biaya makan selama beberapa program tour. Ini unsur yang terpenting.

Biaya tambahan lainnya adalah misalnya untuk tour guide, atau snorkel guide, sewa sepeda di Pulau menginap dan biaya lainnya. Setelah ditentukan, baru kemudian kita membagi biaya tersebut dengan jumlah peserta tour. Kita juga harus menentukan profit kita berapa sebelum menghitung harga paket tour.

Misalnya biaya total yang kita dapatkan adalah Rp 10.000.000. Kalau kita membaginya dengan 20 orang berarti paket tournya adalah Rp 500.000.  Kalau misalnya 40 orang, berarti 250.000. Ini hanya pengandaian saja, bukan harga pasti ya. Sebelum menentukan biaya tentunya kita harus survey dahulu untuk menentukan.

Sudah dapat harga paketnya? Kita bisa menjualnya baik untuk perseorangan, komunitas ataupun ke perusahaan atau perkantoran untuk outting. Untuk perseorangan, kita bisa menjualnya dan untuk memulai tur ini kalau sudah memenuhi peserta tour.

Menjual paket ini bisa lewat situs web yang menjual paket, lewat media sosial dan cara-cara penjualan lainnya.

Tertarik untuk mencobanya? Silakan comment atau tanya-tanya lewat comment yaa!

Tulisan ini disumbangkan untuk menjadi artikel di jadimandiri.org