close
Cerita

Perbedaan Membuat Keberagaman dan Itu Indah

IMG_20180818_054543.jpg

Tom kok lo beda banget sama nyokap? Kok lo ngga mirip sama adek-adek lo? Pernyataan-pernyataan tersebut suka muncul ketika saya bertemu dengan teman, atau mungkin keluarga yang lain, yang kenal saya dan keluarga saya.

Kita boleh jujur atau tidak, ini statement yang template banget. Dari statement ini saya kemudian berpikir, kenapa akhirnya kita kemudian berbeda.

Saya mikir, apa yang terjadi kalau misalnya, Tuhan itu benar-benar membuat kita secara fisik atau secara non fisik, sama semua. Dari muka, tinggi badan sampai selera makan sama semua.

Semisal begini. Kita punya pacar, suami, atau istri, tapi mirip semua. Bingung nggak sih? Bukan hanya mirip semua, tapi mirip atau plek sama persis dengan kita?

Kemudian Tuhan membuat kita sama selera dan misalnya sama selera pakaian. Semua akan sama bukan? Nggak akan ada pakaian yang beragam dan berwarna-warni. Begitu juga dengan selera makan. Kalau semuanya sama, nggak akan ada beragam jenis makanan. Semua makanan sama.

Dengan landasan berpikir seperti di atas, saya akhirnya melihat perbedaan ini sangat indah. Apalagi kita di Indonesia dengan beragam suku membuat perbedaan sangat indah.

Pakaian adat yang berbagai jenis, membuat fesyen kita sangat beragam. Mulai dari warna, aksessorisnya, dan bentuknya. Keberagaman suku kita, membuat makanan atau kuliner menjadi kaya. Ada makanan khas Manado, Padang, Jakarta, Jawa dan daerah lainnya.

Keragaman budaya seperti tari-tarian khas daerah ini membuat kita melihat perbedaan menjadi indah juga. Kalau kita berkunjung ke daerah, kita akan disuguhi tarian berbeda-beda. Kebayang kan kalau tari-tarian semua daerah ini sama?

Keindahan alam juga dibuat berbeda-beda. Pantai saja memiliki keunikan berbeda-beda. Begitu juga gunung dan pemandangam indah lainnya.

Yang paling simpel dari perbedaan yang indah-indah adalah warna. Kalau warna cuma satu, apa yang terjadi? Kita tidak akan melihat pelangi yang berwarna-warni bukan?

Jadi, perbedaan itu sangat indah bukan? #bedaitukita.

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: