SHARE

Liburan, sebenarnya menjadi kebutuhan entah keberapa, tapi kalau melihat gejala akhir-akhir ini, liburan seperti menjadi kebutuhan utama.

Apalagi, kalau liburan itu, demi foto-foto dan share di media sosial. Tapi pertanyaannya, apakah liburan itu harus spending money atau menghamburkan uang secara berlebihan?

Oke, soal liburan atau bagi saya di sini disebut jalan-jalan atau bapontar, tidak perlu yang mahal. Pengalaman saya mengatakan seperti itu.

Saya akan berbagi sedikit lewat tulisan saya ini, berdasar pengalaman saya untuk liburan, sekedar piknik, atau jalan-jalan.

Oke yang pertama adalah, liburan tidak harus pergi jauh. Seperti saya yang tinggal di Jakarta, bagi saya tidak harus keluar kota jauh-jauh. Liburan di Jakarta saja sudah murah banget lho!

Misalnya, saya ingin keliling Jakarta, saya tinggal naik transjakarta, dengan tarif 3.500 saya bisa berkeliling sepuasnya di Jakarta seperti yang sudah saya tulis di blog saya yang lainnya.

Obyek wisata yang kita kunjungi di Jakarta juga tidak mahal. Misalnya, museum (atau musium) Nasional. Tiket masuk saja hanya 5000. Murah banget bukan?

Tidak jauh dari Museum Nasional, ada Monas. Kita bisa naik ke atas monas dan bisa melihat Jakarta  dari atas. Tiket naik ke atas monas? Cuma Rp 15.000 lho.

Nah, kalau mau lebih murah lagi, bisa ke Waduk Pluit, seperti ketika sehari setelah Natal atau tanggal 26 Desember, saya bisa bersantai di pinggir waduk.

Oke, itu kalau liburan di Jakarta. Pengalaman berikutnya ketika saya nekat jalan-jalan sendirian ke Bali.

Dua pekan sebelum niat saya ke Bali, dengan kondisi keuangan yang ada, saya browsing harga tiket melalui internet. Bukan rahasia lagi kan banyak web site yang menjual tiket pesawat ke berbagai penjuru negeri dengan harga murah.

Berbekal berselancar di dunia maya atau dumay seperti kata orang-orang sekarang, saya bisa mendapat tiket murah ke Bali. Dan ingat, untuk ke Bali, jangan pas peak season. Ini yang penting. Harga hotel murah, dan harga tiket pesawat juga murah.

Begitu juga dengan pemilihan tempat menginap. Kalau liburan ke Bali, ngapain kita nginap di hotel mahal, sementara hanya untuk tidur saja. Kalau siang kita seharian jalan-jalan ke obyek wisata.

Bagi saya, yang penting hotel nyaman untuk kita nginap. Itu sudah cukup. Ketika saya ke Bali, saya memilih homestay atau hotel dengan tarif maksimum 300 ribu.

Makan juga kita tidak harus di mall. Kalau bisa makan murah, hajar. Asal jangan bikin sakit perut saja. Setidaknya tempat makannya bersih.

Pengalaman ini saya lakukan ketika saya ada tugas di Lombok beberapa tahun lalu, dan saya bisa berlibur selama sehari. Saya dan teman mencari tempat makan yang murah dan khas di Lombok atau Mataram.

Ketika saya jalan-jalan, saya dan teman malah naik angkutan umum. Hasilnya, biaya jauh lebih murah. Kecuali kita liburan rame-rame dengan teman, bisa share biaya rental mobil yang bisa lebih murah.

Obyek wisata yang dikunjungi juga, kalau kita memang ingin menekan biaya, jangan ke yang mahal-mahal. Misalnya dengan tarif masuk di atas 200 ribu. Sebaiknya dihindari lho. Bener nggak?

Banyak kok pantai di Bali yang tidak ada biaya masuk. Paling kalau haus kita bayar minuman saja.

Nah, untuk mengatur keuangan kita ketika liburan? Bagi saya, pertama saya lihat budget yang saya siapkan dulu. Budget tersebut kemudian kita breakdown untuk biaya apa saja yang penting. Yang diutamakan adalah biaya transportasi dan akomodasi. Sisanya bisa kita atur.

Kita bisa rencanankan naik penerbangan kapan baik hari dan jam-nya. Begitu juga dengan akomodasi. Seperti saya sampaikan tadi, menginap tidak harus mahal. Yang penting nyaman.

Jangan malas untuk membaca review seperti di trip advisor untuk melihat penginapan murah tersebut. Ini penting, agar kita bisa tahu kondisi penginapan tersebut.

Sekali lagi yang terpenting adalah merencanakan. Liburan tidak harus buru-buru. Perlu perencanaan. Dengan perencanaan yang matang, setidaknya kita bisa mengatur budget atau anggaran liburan.

Tidak mudah memang, tapi setidaknya dengan perencanaan yang matang dan tips-tips yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kita akan terhindar dari membuang uang berlebihan.

Tulisan ini disumbangkan untuk menjadi artikel situs jadimandiri.org