close
Makang Sadap

Pecel Mendoan di Jalan Asia Afrika ini Top Be Ge Te

IMG-20170514-WA0002-3

Ngemeng-ngemeng soal kuliner, meskipun saya orang Manado, ada satu makanan khas Jawa yang saya gemari. Bahkan sangat saya gemari. Namanya pecel.

Mungkin di blog saya ini tentang kuliner, ada beberapa tulisan mengenai  pecel. Tapi kali ini, pecel ini berbeda. Kalau biasanya makan pecel dengan nasi, kali ini tidak.

Ceritanya, setelah membeli jeruk peras murni, saya dan dua sahabat saya (baca blog sebelum ini), mencari sarapan. Entah lontong sayur, entah nasi uduk atau apapun lah.

Setelah berkeliling, sembari minum jeruk peras, akhirnya kami tertarik dengan pecel mendoan. What? Pecel mendoan?

Saya pun antri mau membeli pecel mendoan ini. Setelah menunggu kurang lebih tiga menit, akhirnya tiba giliran saya.

Awalnya ditawari memakai nasi atau tidak. Karena saya lebih tertarik dengan pecel mendoan. 

Ternyata, pecel mendoan ini adalah sayuran untuk pecel dan ditambah dengan gorengan tempe mendoan. Ini jelas unik.

Selain mendoan, saya juga menambahkan bakwan dan tahu isi. Wakwaaaaw..

Penjual pun memotong gorengan dan menempatkannya di atas sayuran pecel. Setelah itu disiram dengan bumbu pecel. Sayapun makin tidak sabar untuk menyantap pecel mendoan dan kawan-kawannya ini.

Nyosss memang. Bumbu pecel pedasnya sedang. Medok pula rasanya! Ah tak salah memang memilih sarapan pecel mendoan ini.

Seporsi pecel mendoan ini saya tebus dengan harga 20.000 saja. 

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.
%d bloggers like this: