SHARE

Sebagai orang yang penuh aktifitas transaksi baik online dan offline, sudah pasti saya itu harus punya rekening bank. Bukan hanya urusan transaksi saja. Menyimpan uang, tentunya harus ada rekening bank.

Karena kebutuhan saya tersebut, saya membuka rekening bank. Dari jaman masih kuliah, sampai dengan saat ini. Kalau jaman kuliah untuk transfer dari orang tua, kalau sekarang untuk transfer pembayaran baik hasil kerja saya, dan berbagai transaksi lainnya.

Beberapa kali saya punya rekening bank, karena buku tabungannya hilang, ya terpaksa saya harus gonta ganti rekening, sampai akhirnya tahun 2010 (lupa persisnya) saya harus kembali membuka rekening.

Karena saya sudah terbiasa pakai BCA, saya kembali membuka rekening BCA setelah buku tabungan rekening yang lama hilang ditelan bumi dan kartu ATMnya harus diganti, sementara tidak ada buku tabungan, dan menggoanti kartu harus ada buku tabungan, akhirnya lebih baik buka rekening lagi. Anggap saja rekening lama nanti ketutup sendiri.

Selain punya rekening bank, salah satu yang vital lagi adalah punya kartu ATM. Menggunakan mobile banking dan internet banking harus ada kartu ATM ini. Kalau tidak ada, ya tidak akan pernah bisa.

Kartu ATM yang sudah lama dipakai, pastilah akan mulai rusak. Dan harus menggantinya. Saya pun mengganti kartu ATM BCA saya, pertengahan Juli 2017 lalu. Mengganti kartu ATM, mudah kok. Nggak harus ke cabang tempat kita membuka rekening. Bisa di mana saja.

Ketika mengganti kartu ATM, saya sedikit terkejut. Karena kartu ATM BCA, atau Paspor BCA sudah lain. Sudah dilengkapi dengan chip dan sudah ada flazznya. Jadi kita nggak perlu repot untuk punya flazz lagi.

Kalau kita ingin menggunakan debit bca atau pembayaran di toko/ merchant , kartu ATM kita tidak digesek atau di swipe lagi. Tapi dimasukkan ke mesin EDC. Lebih mudah. Kalau gesek, kadang-kadang tidak terbaca oleh mesin untuk nomor kartu atm kita.

Sayangnya, untuk Flazz, tadinya saya pikir sudah langsung link dengan rekening bank kita. Namun ternyata tidak. Kita harus top up atau mengisinya. Tapi, kelebihannya adalah kita tidak perlu repot memasukkan kartu flazz ke atm bca ketika hendak top up di atm bca. Lebih mudah saja sih.

Yang terpenting di sini adalah, ketika kita hendak menggunakan flazz semisal untuk naik transjakarta atau communter line, kita nggak perlu pakai kartu flazz tersendiri. Cukup yang Paspor BCA yang sudah ada flazznya. Bawa kartu banyak-banyak kan rempong cyyyn. Lagian, menuh-menuhin dompet aja. Nyebelin!

SHARE
Previous articleBayar BPJS Bisa Lewat ATM BCA
Next articleMenengok Pelayanan KTP Mobile di RW 07 Tugu Selatan
Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.