SHARE

Sepanjang atau selama dua hari, saya berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama dua hari tersebut saya mengikuti sebuah event bernama Rembug Desa Nasional 2017.

Rembug Desa Nasional ini, digelar di sebuah Kampung Wisata, bernama Kampung Mataraman. Lokasi Kampung Mataraman ini, di desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY.

Siapa yang menggelar event ini? Adalah Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT). Event ini sekaligus refleksi dari tiga tahun pelaksanaan Undang-undang Desa Tahun 2017.

Pegelaran Rembug Desa ini sendiri, ada kegiatan diskusi, panggung hiburan dan juga pameran produk atau bazaar. Sayapun sempat berbincang-bincang dengan Ibu Poni dan Sulaiman.

Ibu Poni ini bekerja di Kampung Mataraman. Dia menyediakan masakan atau panganan buat pengunjung. Karena ada pegelaran Rembug Desa ini, Bu Poni ini bertugas menyiapkan makanan untuk tamu.

Berbeda dengan Bu Poni, Sulaiman saya temui di lokasi Bazaar. Dia memamerkan dan menjual produk aksesoris berupa kalung dan gelang yang terbuat dari tempurung kelapa.

Ada satu hal yang saya dapatkan dari dua orang ini. Hal tersebut adalah mereka mendapatkan manfaat dana desa. Kalau Bu Poni merasakan manfaat tidak langsung, Sulaiman merasakan manfaat langsung.

Bu Poni ini sebelumnya bekerja di pabrik Meubel. Setelah Kampung Mataraman ini berdiri dan menjadi lokasi wisata, dia beralih ke Kampung Mataraman untuk bekerja. 

Kampung Mataraman ini sendiri, dibangun dari Dana Desa. Yang bekerja dri Kampung Mataraman ini adalah warga Desa Panggungharjo. Tidak ada warga dari luar desa.

Secara tidak langsung, dengan dibangunnya Kampung Mataraman ini dengan Dana Desa, warga bisa mendapatkan pekerjaan. Kalau sebelumnya Bu Poni hanya mendapatkan penghasilan lebih kecil, sekarang meningkat, meskipun Bu Poni tidak mau menyebutkan angka pasti pendapatannya.

Sulaiman, pemilik Lemanz Handmade, produsen Aksesoris, bercerita kepada saya, dia mendapatkan tambahan modal dari Dana Desa. Tidak ada angka yang disebutkan. Tapi dengan Dana Desa ini, dia bisa menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Sulaiman mengakui, saat ini dia mempekerjakan 10 ibu-ibu untuk memproduksi aksesoris. Ibu-ibu ini, awalnya tidak bekerja. Secara tidak langsung, ibu-ibu ini merasakan manfaat dana desa.