close
Makang Sadap

Nasi Goreng Mas Subur yang Enak

img_4652

Lapak NSemenjak ngekos di Swasembada Timur, Kebon Bawang, Tanjung Priok, saya setiap pulang kerja, tentunya mencari makan yang tidak jauh dari kosan saya. Itu sudah menjadi prosedur tetap.Kebetulan memang, di sekitaran tempat kos saya, banyak warteg, penjual mie instan, ketoprak hingga abang-abang penjual nasi goreng. Di Jalan Swadaya memang bertebaran penjaja makanan.

Tapi, ini kejadian unik. Ada satu tempat makan nasi goreng, yang sering saya lewati. Saya dari kos, beberapa kali makan warteg dan makan nasi goreng abang-abang di jalan bugis seperti yang saya ceritakan di food blog saya yang sebelumnya.

Nah karena penjual nasi goreng ini saya lewati cenderung sepi, ya saya menganggap nasi goreng atau mie goreng yang dijualnya kurang enak. Kan biasanya begitu.

Hingga akhirnya, saya kemudian pengen beli nasi goreng di tempat saya biasanya beli, tapi kebetulan dia nggak jualan. Saya beranjak menuju ke warteg, tapi tiba-tiba saya malas makan warteg.

Saha akhirnya berniat untuk makan nasi goreng. Saya akhirnya menuju ke tempat nasi goreng yang sering saya liwati ini. Nasi goreng mas subur. Dia berdagang bukan gerobak atau tenda kaki lima gitu. Dia jualan di rumah, yang bagian depannya menjadi tempat makan.

Tempat memasaknya, di teras depan. Saya yang awalnya niatnya makan nasi goreng, berubah pikiran pengen makan mie goreng. Jadi saya pesan mie goreng. Bang Subur kemudian saya lihat merebus mie.

Jah ini yang sudah jarang terjadi. Dia masihnpakai mie telur. Biasanya sudah memakai mie instan seperti mie sedap atau indomie.

Tak berselang lama, pesanan saya datang. Tampilan mie gorengnya enak. Pas disantap, ternyata enak. Bumbu mie goreng begitu terasa. Tidak hambar. Saya menyesal. Kenapa nggak makan dari kemarin-kemarin di situ.

Setelah makan mie goreng di hari pertama, hari berikutnya saya mencoba nasi goreng. Dan ternyata enak juga. Nasi dan Mie Goreng bang Subur ini ada bakso dan suiran daging juga. Top dah rasanya.

Hari ketiga, atau hari ketika saya menulis blog ini, saya kembali makan nasi goreng. Konsisten enaknya. Tidak hambar seperti nasi goreng biasanya.

Harganya juga murah. Tanpa telur, saya hanya membayar 10.000 saja, baik untuk nasi goreng maupun mie goreng. Untuk berikutnya, saya akan mencoba menyantap mie godog atau mie rebus.

Oh iya, pas saya tanya, Mas Subur ini berasal dari Tegal. Ah enak juga masakan nasi goreng orang Tegal.

 

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.
%d bloggers like this: