SHARE

Beberapa hari lalu, saya mengikuti sebuah acara workshop yang digelar oleh Jenius, produk perbankan dari Bank BTPN. Kegiatan workshop ini sendiri, digelar di sebuah Cafe Resto di Kelapa Gading, The Goods Cafe namanya.

Karena workshop ini berlangsung di jam makan siang, kami para peserta oleh penyelenggara disuguhkan makan siang berupa nasi goreng. Nasi goreng kampung, dari The Goods Cafe.

Nasi goreng kampung The Goods Cafe ini, sebenarnya pada dasarnya mirip dengan nasi goreng pada umumnya. Tapi apa yang membuatnya berbeda?

Biasanya kalau nasi goreng kampung di resto atau di cafe yang ada, biasanya ada telur ceplok atau mata sapi, ataupun telur dadar. Tapi kali ini saya tidak menemukan adanya telur ceplok ataupun telur dadar.

Dan kalau biasanya daging ayam dicampur pada nasi goreng, kali ini juga berbeda. Daging ayam suir disajikan di atas nasi goreng. Dan yang membuat spesial adalah taburan bumbu sate ayam.

Pasti pada tahu lah kalau bumbu sate ayam ini seperti apa? Nah kali ini disajikan disiram di daging ayam. Ini yang membuat berbeda. Dan membuat nasi goreng bertambah enak.

Soal taste nasi goreng, bagi lidah saya, sudah cukup enak. Bumbu nasi goreng terasa, dan tidak berlebihan. Jadi tetap enak disantap. Oh iya, ada juga acar wortel dan emping yang disajikan bersama dengan nasi gorengnya.

Saya lupa, penyajian nasi goreng ini juga sangat berbeda. Kalau biasanya di piring bulat, nasi Goreng di The Goods Cafe ini disajikan dalam semacam mangkok panjang atau lonjong. Beda memang!

Leave a Reply