close
img-20180207-wa0032804168285.jpg

Saya ini seorang bikers. Bukan sepeda, tapi pakai sepeda motor. Kemana-mana pakai sepeda motor. Praktis saja sih sebenarnya.

Dua hari lalu, seperti biasa, setelah panasin motor selama tiga menit, saya langsung jalan. Tapi ngerasa kok ada yang nggak enak. Handlingnya agak berat.

Setelah berhenti sebentar, saya lihat ban depan agak kempes. Saya paksa berjalan kok makin nggak enak. Ternyata kempes.

Mampir ke tukang tambal ban, saya hanya nambah angin saja. Bayar 2000 langsung jalan lagi. Tapi belum seberapa jauh, kok nggak enak lagi handlingnya.

Ternyata kempes lagi. Karena malas tambal ban, saya paksa jalan. Palingan ban dalam hancur dan ganti baru.

Kemarin, akhirnya saya mampir tukang tambal ban. Capek juga handling dengan ban kempes.

Mampirlah saya ke tukang tambal ban di dekat Masjid Astra. Tukang tambal ban langsung membongkar ban depan.

“Wah ini lubangya di sambungan. Harus ganti ban dalam”

Begitu kata tukang tambal ban. Saya balas bilang, tambal sementara saja dulu, karena saya mau mengganti ban depan dengan tubeless.

Tukang ban pun menambal ban. Dia menambahkan, paling tambalannya hanya tahan sampai besok (atau hari ini ketika saya menulis blog ini).

Selesai menambal ban dalam, saya langsung jalan. Tambalan ban atau ban depan motor sampai malam ini saya menulis blog masih aman-aman saja. Tidak ada kebocoran lagi.

Saya pun mikir. Lah selama ini beberapa kali ganti ban dalam motor, hanya akal-akalan saja. Biar dagangan ban dalam makin laku.

Harga ban dalam ya lumayan juga. 50ribu.

Dengan kejadian kemarin, saya jadi belajar. Nggak seharusnya kita langsung mengiyakan ganti ban dalam kalau diminta oleh tukang tambal ban.

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: