close
Cerita

Mereka Berjibaku Membersihkan DAS Citarum

IMG_20180802_091649

Biasanya, saya ke Bandung, untuk berwisata. Dulu saya ke Bandung, karena adik saya kuliah di Bandung. Dan akhirnya bisa dikatakan saya bukan hanya sekali atau dua kali ke Bandung.

Seperti hari ini, entah sudah berapa kali saya kembali ke Bandung, tapi bukan untuk berkunjung ke adik saya atau berwisata. Saya diajak untuk melihat upaya pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum oleh Kemenko Kemaritiman.

Mungkin sudah pada tahu, kalau pencemaran Citarum ini seperti yang menjadi perbincangan di media sosial, sudah sangat parah. Bahkan ketika saya berbincang dengan Sekdis LH Provinsi Jabar, Ibu Prima, kalau diibaratkan Kanker sudah stadium 4.

Pemulihan Citarum ini, ternyata melibatkan teman-teman dari TNI. Ada Satuan Tugas atau Satgas yang bernama Citarum Harum. Satgas ini terbagi dalam 23 sektor. Semalam saya sempat mendapatkan paparan dari Komandan Sektor 6, Kolonel Yudi Zanibar.

Yudi memaparkan, untuk personil yang dilibatkan dalam pemulihan Citarum ini, mencapai 2600 personil. Bukan angka yang tidak sedikit. Personil ini terdiri dari tiga matra dan berbagai kesatuan.

“Ada TNI AD dan teman-teman dari TNI AL, TNI AU yang juga dilibatkan”

Begitu papar Kolonel Yudi.

Kolonel Yudi bercerita, personil yang diterjunkan di 23 sektor ini, walaupun belum semua sektor, bersama dengan masyarakat berjibaku untuk memulihkan DAS Citarum. Masyarakat nggak hanya diajak untuk tidak membuang sampah sembarangan, tapi diberikan edukasi dengan kearifan lokal.

Kolonel Yudi bahkan bercerita, kalau wilayah DAS yang sudah dibersihkan tapi kemudian ada sampah lagi, ada hukuman buat anggota atau personil TNI. “Saya sampe direndam di sungai” jelas Yudi.

Lama kelamaan, masyarakat akan melihat dan bilang kalau gara-gara mereka buang sampah di sungai, nanti tentara akan direndam. Mereka akan merasa tidak enak dan malu. Personil TNI ini untuk pendekatan ke Masyarakat, mereka sampai tidur di rumah warga. Agar kebersamaan itu terjalin.

Selain bertemu dengan Kolonel Yudi, saya juga bertemu dengan Kolonel Yusep yang juga Komandan Sektor 21. Sektor 21 ini membawahi Cimahi dan Kabupaten Bandung.

Kolonel Yusep ini membawahi 14 sub sektor. Di wilayah Kolonel Yusep ini ada 470an Pabrik. Yang sudah ketangkap membuang limbah ke Citarum ada 30 pabrik. Yang ketangkap membuang limbah, langsung kami tutup pembuangan limbahnya. “Nggak kami kasih ampun!” Tegas Yusep.

Karena pembuangan Limbah ini ditutup, otomatis pabrik sulit untuk berproduksi dan mereka mau tidak mau akan mengalami kerugian. Mereka akhirnya mau mengolah limbah. Dari 30 pabrik tersebut, 25 sudah mengolah limbah.

Anggota Subsektor 5, Sektor 21, Pratu Satria mengatakan, ada beberapa Pabrik yang nakal. Pabrik ini suka membuang limbah di malam hari. “Kami harus mengintai malam-malam. Bahkan sampai masuk gorong-gorong untuk mencari pabrik nakal yang membuang limbah,” jelas Pratu Satria.

Saya bisa bayangkan mereka berjibaku agar sungai Citarum bisa pulih kembali dan bersih. Dan saya harus salut kepada teman-teman dari TNI yang berjibaku.

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: