close
IMG-20180613-WA0002.jpg

Saya ini punya impian untuk bisa sampai ke ujung barat Pulau Jawa. Kenapa saya punya impian ini? Karena saya sudah pernah ke ujung timur Pulau Jawa yaitu Banyuwangi.

Pertama kali ke Banyuwangi, ketika itu saya dan rombongan naik bus dari Surabaya menuju Bali. Tahun 1993 sekitar bulan Februari.

20 tahun kemudian, saya kembali berkesempatan ke Banyuwangi. Kali ini tidak naik bus, namun saya naik pesawat. Keren kan?

Oke, kembali ke topik, saya entah berapa kali pengen ke Anyer ataupun ke Merak. Tapi entah kenapa juga sulit untuk mewujudkan keinginan ini.

Kesempatan akhirnya datang ketika saya diajak untuk mengikuti Forum Merdeka Barat 9. Biasanya forum ini digelar di Kementrian Kominfo di Jalan Medan Merdeka Barat 9. Kali ini digelar di Pelabuhan Penyebrangan Merak.

Brangkat!!!

Selasa 12 Juni 2019, sekitar jam 11.15 saya dan rombongan berangkat dari Kementrian Kominfo. Perjalanan kami ke Merak, tidak butuh waktu lama. Kurang dari dua jam karena jam 13.00 wib kurang, kami sudah tiba di pelabuhan merak.

Akhirnya keinginan saya untuk sampai ke ujung barat Pulau Jawa kesampaian. Hoorraaaay!!!

Setelah menunggu beberapa saat, kami pun diajak berkeliling pelabuhan Merak. Site visit lah gitu. Ada Bu Imelda yang mengantar kami untuk berkeliling.

Saya berkesempatan melihat terminal penumpang yang tidak membawa kendaraan. Ada yang unik, dimana saya bisa berfoto dengan pak Jokowi. Lucu kan?

Nggak cuma itu aja, saya juga melihat ada adik-adik pramuka yang membantu mengatur penumpang. Ini keren sih. Bagi yang ingin mencharge baterai ponsel juga disiapkan terminal listrik untuk charger.

Petualangan atau site visit dilanjutkan ke jembatan tempat naik penumpang. Saya dan rombongan bisa melihat dari kejauhan kapal ferry.

Kan padahal saya pengen lihat dari dekat seperti apa dermaga dan kapal ferry.

Setelah dari terminal penumpang, akhirnya rombongan bisa ke kapal ferry. Saya bisa melihat secara dekat kapal ferry. Asik!!

Kesempatan foto datang juga.

Usai site visit, kami kembali ke kantor ASDP Merak. Kami menunggu acara FMB dimulai. Tema FMB ini membahas tentang Mudik Guyub Aman dan Nyaman.

Nara sumbernya ada beberapa orang seperti : Syafrin Liputo, Kasubdit Angkutan Orang Kemenhub, Kombes Pol Hermansyah, Kepala Biro Operasi Polda Banten, Dharmawan Prasodjo Deputi 1 Kepala Staf Kepresidenan, Erry Widiastono, General Manager Marketing Operation Region III Pertamina, Ira Puspadewi, Direktur Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan dan Rosarita Niken, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo.

Di FMB kali ini, Dharmawan Prasodjo mengatakan terjadi Revolusi Mudik. Revolusi Mudik terjadi karena waktu mudik yang lebih cepat. Jarak tempuh mudik yang biasanya bisa belasan jam ke Jawa Tengah bisa ditempuh dalam hitungan jam.

Ini yang bagi saya keren banget.

Syafrin Liputo dari Kementrian Perhubungan juga menambahkan bahwa hingga H-5 Lebaran, jumlah mudik pemotor cenderung turun sementara pengguna pesawat terbang bertambah.

Dirut ASDP, Ida, mengungkapkan, mudik melalui merak ini juga sudah jauh lebih baik karena pembelian tiket penyebrangan bisa lewat online dan di rest area.

Jarak libur yang panjang ini juga, sambung Ira membuat mudik lebih nyaman dan aman.

Setelah diskusi, kami pun berbuka puasa bersama dan kembali ke Jakarta. Saya akhirnya bisa sampai di Merak.

Bu Ira bahkan sempat meledek ke saya yang baru pertama kali ke Merak. Nyebrang dong!

Nyebrang ke Lampung? Tunggu cerita saya selanjutnya.

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: