SHARE

Sepekan lalu, sebuah notifikasi keluar dari ponsel saya. Ada email masuk. Dan email ini bukan seperti biasanya. Ketika saya membuka email yang masuk tersebut, saya setengah kaget karena email tersebut berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.Pihak Rumah Sakit, memberikan ucapan terima kasih karena saya telah menulis tentang pelayanan melalui blog saya dan kompasiana. Mereka pun mengajak saya untuk hospital tour. Wah pengalaman menarik nih.

Selain mengirimkan email, pihak Rumah Sakit juga mengirimkan pesan lewat akun instagram saya @bacirita. Masih hal yang sama. Mengundang untuk Hospital Tour.

FYI aja sih, bulan Februari dan Maret lalu, saya menulis tentang pelayanan. Dan ternyata pihak rumah sakit umum daerah kecamatan tanjung priok sangat senang dengan tulisan tersebut.

Setelah berkomunikasi dengan humas rumah sakit melalui instagram, kesempatan untuk hospital tour di acara ulang tahun rumah sakit yang pertama. Ada beberapa event dalam rangka ulang tahun rumah sakit.

Awalnya saya berpikir, hari ini, Rabu 10 Mei adalah Ulang Tahun Pertama, tapi ternyata, setelah saya datang, ulang tahunnya adalah 4 Juni. Saya pun akhirnya bertemu dengan Icha, humas RSUD Tanjung Priok. Nama lengkapnya rada ribet, Zahrina Azra. Dipanggil Icha. Orangnya ramah dan asik. Welcome banget. Dan yang jelas orangnya cantik. Eaaaaaa……. ini penampakannya…

Setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan gigi, cek tensi darah, saya pun mengikuti tour. 

“Ayo kita mulai pak” 

Ya elaaaah saya dipanggil bapak … duh gagal modus deh … hahahaah (maafin saya ya )

Tour pertama dimulai dari resepsionis. Di meja resepsionis ada informasi berapa ranjang yang tersedia. Ini jarang sekali ada di rumah sakit umum daerah. Ini tentunya bagus. Calon pasien rawat inap bisa mengetahui.

Seusai dari resepsionis, Icha mengajak saya ruang IGD. Kalau di tulisan yang pertama saya fotonya nyolong-nyolong, kali ini saya lebih leluasa mengambil gambar. Di ruang IGD ada beberapa warga yang memeriksakan kesehatan. Dan ada Dokter Amel dibantu beberapa perawat.

Selesai dari IGD tour berlanjut ke lantai 2. Di lantai dua kami memantau ruang bersalin yang sangat bersih dan sangat terawat serta rapi. Kesan RSUD yang you know lah, langsung hilang. 

Saya juga sempat heboh dengan ranjang yang ada di ruang bersalin dan nifas atau perawatan setelah bersalin. Ranjangnya ada remote nya bro sis. Kita bisa mengatur kepala ranjang untuk naik turun melalui remote. Ini asli udah kayak fasilitas rumah sakit swasta yang vip dan vvip. Ada bu Anissa san sejumlah bidan yang menerima saya.

Kami pun melanjutkan tour ke fasilitas rawat inap anak dan dewasa. Ruang rawat inap anak ada delapan ranjang. Ranjangnya berbeda. Khusus anak-anak. Ruangan pun bersih.

Berlanjut ke ruangan rawat inap dewasa, saya kembali terpana. WOW! Ini rawat inap kelas 3 tapi begini bagus. Ranjang bagus seperti di ruang nifas dan kamar mandi bersih banget. Sekali lagi jauh dari kesan seperti yang saya bilang tadi.

Untuk ruangan rawat inap dewasa, laki-laki dan perempuan dipisah. Yang laki-laki ada 10 ranjang dan perempuan 13 ranjang.

Setelah dari lantai 2, kami ke lantai tiga. Di lantai tiga ini merupakan lantai poli gigi, mata, obgyn, penyakit dalam, radiologi dan lab periksa darah.

Di ruang poli mata, tempat saya pernah memeriksakan mata, saya bertemu demgan dokter Ika. My God. Dokternya cantik dengan lesung pipitnya. Saking terpesona, saya sampai lupa mau minta nomor whatsapp. Gagal modus deh.


Soal peralatan, di poli mata ini sudah bagus. Tidak kalah dengan RS lain yang lebih mahal. 

Kami pun berpindab ke Poli Gigi. Saya pun kaget dengan poli gigi. Peralatan canggih. Saya pun bilang, fasilitas ini lebih bagus dibandingkan dengan dokter mahal di kelapa gading. Hahaha… memang begitu kenyataannya. Silakan lihat ya fotonya.


Setelah dari Poli Gigi, saya melanjutkan ke ruang lab. Peralatan sudah bagus dan lengkap. Berlanjut ke ruang radiologi tempat rontgen, saya masih berdecak kagum. Peralatan canggih bener. Hasil rontgen cepat didapat. Tidak perlu menunggu waktu lama. RSUD level kecamatan, tipe D, kayak begini fasilitas ya.


Oh iya, saya sebenarnya mau melihat fasilitas USG yang canggih dengan biaya murah. Cuma 100 ribu, sayangnya ada pasien dan saya memilih tidak masuk. Malu ih!

Kami pun ke ruang poli penyakit dalam dan poli umum. Ruang dokter bagus. Dan ada alat rekam jantung atau EKG. Biaya rekam jantung hanya 50 ribu. Coba kalipan bayangkan kalau pakai fasilitas ini kalian rasakan di RS Swasta. Bisa berapa mahal?


Usai dari penyakit dalam, saya mengakhiri tur. Saya diajak ke ruangan Icha untuk ngobrol-ngobrol sembari disuguhi teh dan sale pisang.

Icha bercerita, di RS ini ada 9 dokter yang siaga di IGD untuk tiga shift. Dokter lainnya 

Dokter spesialis Poli mata 1, Obgyn 3, Penyakit dalam 2, Patologi clinic 1, Anak 2 dan dokter gigi 2.

Setelah asik ngobrol, saya pun pamit pulang. Sampai menulis blog ini, saya berpikir, RSUD tingkat kecamatan bisa sekeren dan semewah ini ya.

Ini galeri fotonya

This slideshow requires JavaScript.