SHARE

Jumat 3 November 2017 ada sesuatu yang berbeda di Universitas Pancasila, terutama, fakultas Hukum. Hari itu, ada pegelaran Maha Karya 2017, sebuah pegelaran seni dan budaya.

Pegelaran Maha Karya 2017 ini sendiri sangat spesial karena bukan hanya menghadirkan panggung musik dan bazaar. Ada juga pembuatan mural oleh enam kelompok seniman pembuat mural yang dikenal dengan sebutan “bomber”.

Dari keenam “bomber” tersebut, Maya and Partners yang merupakan media partner penyelenggaraan event ini, menghadirkan satu tim “bomber” yang diawaki oleh Yunaz dan Ayu.

“Kami memang ingin memeriahkan event Maha Karya 2017. Karena itu kami menghadirkan sebuah karya mural” ujar Nurmaya, yang merupakan CEO dari Maya and Partners.

Mural yang dikreasikan oleh Yunaz dan Ayu ini, sangat spesial karena penuh warna dan sangat unik. Untuk pembuatannya sendiri, bukan hanya dari cat semprot saja, namun juga dari cat khusus dengan menggunakan kuas.

“Tidak hanya cat semprot dan cat khusus menggunakan kuas, namun juga menggunakan gambar dengan metoda wetpress. Wet press ini sendiri adalah gambar yang dicetak secara khusus di kertas dan kemudian ditempelkan dan diberikan semacam cat pelapis,” tambah Nurmaya.

Proses Pembuatan mural ini sendiri, lebih dari dua jam. “Pertama dibuat gambar awal atau sketsa dan kemudian dibuat di papan berukuran 3×2 meter. Setelah selesai, mural ini kemudian dipamerkan,” tandas Nurmaya.