SHARE

Sudah tiga pekan liga primer Inggris atau English Premier League bergulir. Selama tiga pekan atau tiga pertandingan berturut-turut, klub yang saya gemari, Manchester United memenangi pertandingan.Pertandingan pertama, saya tonton. Pertandingan ke-2, karena dinihari atau tengah malam, saya tidak menonton. Baru di match week ke-3, Sabtu 27 Agustus saya kembali menonton.

Saya melihat, ada perbedaan di Manchester United, dengan masuknya Jose Mourinho, menggantikan Louis van Gaal.

Yang terlihat sekali, adalah daya tarik Manchester United untuk sejumlah pemain. Ibrahimovic, Mikhtaryan, Bailly dan Pogba masuk ke Manchester United. Nama besar Mourinho, dan tentunya Manchester United, menjadi daya tarik tersendiri, meskipun, Manchester United hanya bermain di Europa League, bukan di Champions League.

Manchester United ditambah dengan Jose Mourinho, menjadi “lebih besar”, meskipun sudah tiga musim Manchester United tidak juara liga.

Perbedaan lainnya adalah di gaya permainan. Saya melihat MU (capek ih nulis Manchester United terus. Disingkat aja lah) sudah bukan munger-muter FC, dimana kebanyakan ngoper, dibandingkan nusuk ke jantung pertahanan lawan. Nyebelin banget dah.

MU di dua match yang saya tonton, kembali menunjukkan karakter yang menyerang. Lawan terus digempur. Sewaktu melawan Hull City, saya melihat pemain terus berusaha menyerang, meskipun repot dengan full defense nya Hull. Mereka terus menyerang dan membuahkan gol di menit 92. Ini sesuatu yang lama saya tidak lihat. Mereka berusaha terus sampai peluit panjang dibunyikan.

Kehadiran Ibra, membuat lini depan MU berbeda. Memang betul apa yang sibilang orang-orang. Ibra ini akan menjadi pembeda. Itu terjadi. Ibra sudah mengemas tiga gol di tiga pertandingan awal Liga Inggris.

Fellaini, Mata dan Valencia juga seperti dicambuk. Permainan mereka berubah ke arah yang lebih baik. Mata musim kemarin sempat menurun permainannya. Tapi sekarang kembali dipercaya. Begitu juga Fellaini. Musim lalu buruk, sekarang meningkat. Bahkan terus menjadi starter.

Valencia juga semakin baik dalam membantu serangan. Dia menjadi attack wing back. Bek yang membantu serangan sayap. Bahkan dua gol Ibra, dari assist Valencia.

Saya belum melihat apa yang ditakuti ketika Mourinho menjadi manajer, yang bilang bisa saja MU bermain parkir bus atau bertahan total. Atau Mourinho tidak akan memainkan pemain akademi. Rashford yang berasal dari akademi, tetap dimainkan meskipun dari bangku cadangan. Lingard juga tetap dimainkan.

Semoga MU tetap berbeda di musim ini, dengan bermain yang menyerang, penuh percaya diri, hasrat untuk menang terus menggelora hingga akhir musim sehingga merebut juara Liga dan mempertahankan Piala FA. Semoga!

SHARE
Previous articleSuper Star Called Ahok
Next articleJKC Cafe, Cafe Kopi Unik di Marunda Cilincing
Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply