SHARE

Hari Minggu memang libur. Dan karena hari Senin 12 September itu Idul Adha, jadi long weekend. Dan yang seperti kalian tahu, orang-orang banyak yang keluar kota, mumpung libur.

Tapi tidak bagi saya. Dengan profesi freelancer seperti saya, nggak ada gaji, ya libur sih udah bukan akhir pekan aja. Begitu juga ketika bekerja, tidak mengenal akhir pekan. Kalau ada kerjaan, tancap gas!

Sama seperti hari Minggu 11 September. Saya ada di kantor walikota Jakarta Utara tempat saya mengupdate web dan blog saya. Saya sudah ada di Kantor Walikota Jakut ini, sudah dari jam 11an.

Setelah update web berita dan blog, saya mengirimkan pesan whatsapp kepada teman saya yang Kanit Intel Polsek Penjaringan. Janji bertemu. Dan setelah ok, saya sekitar jam 15an, ciao alias brangkat dari Kantor Walikota Jakut.

Karena jalanan kosong, tidak butuh waktu lama sampai ke Polsek Penjaringan. Sekitar setengah jam sudah tiba. Saya tidak kencang-kencang mengendarai motor. Sekalian menikmati perjalanan.

Sampai di Polsek Penjaringan, teman saya lagi keluar. AKhirnya saya nyari makan dulu. Suka ada Pedagang Kaki Lima, atau pikulan/ asongan di sebelah Polsek. Saya belum makan sedari siang. Jadi ya perut udah ngirim kode untuk segera diisi.

Dan perhatian saya tertuju ke sebuah dagangan yang dipikul. Tapi lagi ditaruh di jalan. Kasihan yang mikul kalo dipikul terus.

KUPAT TAHU! Yaaay!

Saya kemudian manggil-manggil abang yang jualan. Dia datang. Baru keluar untuk jualan ceritanya. Jadi formasi Kupat Tahunya masih kumplit! Dan yang jelas masih hangat kuahnya.

Saya kemudian memesan satu piring kupat tahu tanpa telur. Karena saya lagi alergi ama telur. Si Abang kemudian memotong-motong ketupat atau kupat dan tahu. Dia kemudian membuka panci kuah. Wangi menebar!!!

Saya semakin tidak sabar untuk menyantap!! Setelah abangnya menaruh kerupuk di piring, hidangan kupat tahu siap disantap.

Yang saya cicip duluan, bukan kupat nya. Kuah makanan ini adalah KOENTJI! Kuah Kupat Tahu ini punya peranan penting.

Pas dicicip, waaaah kuahnya medok, gurih, mantap pas rasanya. FYI aja, kadang-kadang kuah kupat tahu ini suka nggak ada rasanya kalau yang dijual. Tapi kali ini memang enak!

“Bikin sendiri ya bang?”
“Iya Bikin Sendiri”

Saya pun tak segan memuji kuah Kupat Tahu ini.

“Enak bang. Medok banget. Trus kuahnya kental juga”

Karena kuahnya medok, enak dan gurih. Saya santap habis kupat dan tahunya, dan kuahnya saya hajar sampai kering. Enak soalnya.

Pas bayar, karena tidak pakai telur, harganya cuma 7.000. Murah Sob!!

Kata si abang ini, dia biasanya jualan di sebelah polsek Penjaringan. Tapi terkadang juga dia jualan di Taman Waduk Pluit. Wah, jadi pengen makan lagi hohohohooho!!

kupat-sayur-2

1 COMMENT

  1. It is appropriate time to make a few plans for the future and it’s time to be happy.
    I’ve learn this put up and if I may I wish to counsel you some fascinating
    things or suggestions. Maybe you can write next articles referring to
    this article. I desire to learn more issues about it! http://bing.co.uk

Leave a Reply