close
Makang Sadap

Klangenan, Angkringan Berkonsep Beda di Yogyakarta

img-20171223-wa00311247795810.jpg

Apa yang terbayang di benak kita, dengan sebuah tempat makan bernama angkringan? Sudah pasti itu adalah sebuah lapak atau gerobak dengan beragam penyajian makanan. Dan lokasinya, di pinggir jalan, dan ada tempat lesehannya.

Angkringan ini sudah jelas banyak bertebaran di Yogyakarta, meskipun kini sudah merambah hingga Jakarta.

Ketika saya berkunjung ke Yogyakarta, akhir November lalu, saya bersama teman-teman ingin menikmati angkringan di Yogyakarta tentunya. Tapi pilihan kami, akhirnya jatuh ke sebuah tempat bernama “Klangenan”. Saya pun bertanya-tanya seperti apa klangenan itu.

Beberapa teman yang sudah tahu, mengatakan, Klangenan ini sebuah konsep Angkringan yang berbeda. Oke baiklah kalau begitu.

Ketika saya dan rombongan teman-teman blogger tiba di lokasi, saya pun mendapati sebuah rumah yang “disulap” menjadi sebuah tempat makan. Rumah ini disainnya tradisional. Menurut saya lho!

Saya pun diajak untuk memasuki bagian dalam rumah atau Klangenan ini. Untuk apa? Ya sudah pasti untuk memilih makanan yang hendak disantap. Wah! Ini yang saya tunggu!

Tiba di dalam, beragam makanan sudah disiapkan. Yaps! Memang makanan angkringan yang ada. Tapi ini lebih beragam pilihannya. Kalau biasanya angkringan yang kita bisa nikmati adalah nasi teri atau tempe, kali ini lebih banyak pilihannya.

Ada nasi sambal terong, nasi cumi, nasi jambal asin dan ragam pilihan lainnya. Saya memilih Nasi Wader. Ya Wader ini ikan yang keil-kecil tapi enak.

Beralih ke lauk, nah pilihannya juga sangat beragam. Sekali lagi, kalau di angkringan “konservatif” alias “mainstream”, kita hanya disajikan serba ayam dan telor puyuh. Misalnya usus ayam, ampela hati, daging ayam dan lainnya. Tapi ini berbeda. Banyak dan beragam pilihannya.

Ada sate jamur, ada sate gembus, ada sate baso ikan. Wah lebih banyak pilihannya lah.

Selesai memilih nasi, kemudian kita akan menuju kasir. Untuk dihitung. Berhubung ditraktir, saya tidak tahu berapa bayarannya. Yang saya tahu adalah kisaran harganya tidak mahal. Masih “harga Yogya” kok.

Saatnya menyantap makanannya.

Saya dan rombongan memilih makan di teras bagian belakang. Cuaca hujan gerimis ini membuat saya harus segera menyantap makanan yang saya pilih.

Nah, kalau di angkringan, lauk yang kita pilih akan dipanggang terlebih dahulu. Penjual yang akan memanggangnya. Untuk menghangatkan makanannya sudah pasti. Tapi di klangenan ini, kita akan disediakan tempat memanggang. Jadi, kita akan memanggang sendiri.

Sensasi berbeda! Hahaha

Setelah memanggang, saatnya kita menyantap. Hohohohoho…..

Nasi wader yang saya santap memang nyoss. Begitu juga pilihan lauk berupa sate-sate yang saya pilih. Memang enak.

Suasana tempat makan atau rumah makan Klangenan ini juga asik. Tidak berisik, tapi suasananya lebih nyantai. Top dah pokoknya.

Kami bisa ngobrol-ngobrol santai, dengan suasana santai khas Yogyakarta. Ditemain cuaca gerimis, suasana makin asyik deh.

Oh iya, lokasinya ada di : Jl. Patangpuluhan No.28, Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Yuk disimak foto-fotonya di galeri di bawah ini :

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: