close
Cerita

Kejamnya Sistem Parkir dengan Sistem Jam

IMG20171205100315.jpg

Bagi yang tinggal di kawasan perkotaan, sudah pasti pernah mengunjungi namanya pusat perbelanjaan, baik sekelas mall, plaza ataupun pusat grosir. 

Dan kebanyakan yang datang ke tempat-tempat tersebut, menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil ataupun sepeda motor, seperti saya ini.

Kalau menggunakan kendaraan pribadi, sudah pasti akan memarkir kendaraan di area parkir.

Tapi apakah ketika kita masuk dalam parkir kita pernah memperhatikan jam masuk? 

Jam masuk yang tertera di karcis parkir ini, bagi saya, seharusnya kita perhatikan. Buat apa? Buat pas kita keluar nanti.

Mengapa?

Mungkin kita jarang perhatikan. Ketika kita membayar parkir, meskipun parkir selama 1 atau 5 menit, kita akan membayar selama 1 jam.

Seperti di foto yang saya pajang di postingan ini, di karcis pembayaran parkir, saya hanya kelebihan 2 menit, tapi sudah membayar satu jam.

Kalau dihitung-hitung, jarak dua menit itu adalah jarak dari tempat memarkir kendaraan kita, ke gerbang keluar. Belum lagi kalau antrian kendaraan itu panjang.

Kasarnya, kita membayar parkir, tapi kita tidak parkir. Kita membayar jam parkir, tapi jam itu adalah waktu dari tempat parkir ke gerbang keluar.

Kita membayar, jasa yang kita tidak gunakan.

Sedih nggak sih? Atau nyebelin nggak sih? 

Tapi ya mau gimana lagi. Itu sudah aturannya.

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.
%d bloggers like this: