SHARE

Hari Minggu 14 Mei lalu, saya diajak teman untuk ke perhelatan car free day atau hari bebas kendaraan bermotor. Saya memang dari Jumat 12 Mei malam, menginap di rumah teman, yang bahkan sudah seperti keluarga. 

Mereka awalnya mau lari (bukan lari dari kenyataan ya)  mengelilingi Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tapi karena sedang diperbaiki, akhirnya pindah lokasi. Saya sih tidak ikutan lari atau jogging. Cuma mau jalan-jalan lihat bazaar saja.

Setelah dua sahabat selesai jogging, kami pun berpetualang di bazaar atau area jualan tenda di jalan Asia Afrika depan FX Sudirman. Banyak jajanan di situ.

Karena haus, kami mencari yang segar-segar. Perhatian kami pun tertuju ke tenda yang menjual jeruk peras. 

Apa yang unik di tenda yang menjual jeruk peras ini? 

Jeruk peras yang dijual ini tidak dicampur dengan air. Murni jeruk. Kalaupun menambah es, menggunakan es kristal yang lebih terjamin kebersihannya.

Karena bertiga, kami memesan tiga gelas. Satu gelas (plastik) harganya 15.000. Tidak terlalu mahal karena isinya benar-benar murni jeruk. Yang berdagang ada empat orang.

Mereka bertugas untuk memotong, memeras jeruk dan kasir. Agar tidak terlampau antri, yang bagian memeras jeruk ada dua orang. 

Alat perasnya juga khusus. Biji jeruk langsung terrpisah, tidak perlu repot untuk menyaring. Prosesnya juga cepat lho. Mungkin satu gelas hanya kurang dari semenit.

Soal rasa? Tidak asam dan tidak terlalu mania. Penjualnya tidak menaruh gula, jadi sekali lagi memang murni jeruk. Rasanya pun menyegarkan. Melepas dahaga. 

Kalau pengen coba, silakan ke Car Free Day di kawasan Senayan.