SHARE

Jason Bourne merupakan salah satu film yang saya tunggu-tunggu untuk ditonton tahun 2016 ini. Tiga film Bourne sebelumnya, yang diperankan Matt Damon, saya tuntun semuanya.

Karena itu, ketika mulai tayang pekan lalu di jaringan bioskop yang ada di tanah air, tak perlu banyak berpikir, saya langsung tonton film ini.

Adegan pembukaan, adegan bayangan masa lalu Jason Bourne ditampilkan. Dan berlanjut kemudian Jason yang ingin bertahan hidup dengan menjadi petarung di Yunani.

Adegan kemudian berpindah ketika salah seorang mantan agen CIA, Nicky Parson yang diperankan oleh Julia Stiles meretas sistem CIA untuk mendownload sejumlah dokumen penting terkait black ops CIA dan masa lalu Jason Bourne.

Seperti biasa, CIA berhasil mendeteksi peretasan ini. Namun, data keburu berhasil dicuri. Adegan selanjutnya, tentunya memburu Nicky yang akhirnya bertemu dengan Jason di Yunani.

Adegan kemudian berjalan dengan semakin tegang. Adegan kejar mengejar, memburu Jason dengan menggunakan aset CIA yang seorang pembunuh bayaran, membuat penonton seakan tidak bisa bernafas, dan terpaku di kursi bioskop untuk mengikuti adegan demi adegan di film ini.

Di film ini, teknologi kecanggihan “surveillance” atau pengawasan dan pengintaian CIA ditampilkan blak-blakan. Apa yang dilihat dari teropong senapan penembak jitu, bahkan bisa dipantau langsung oleh CIA di Langley.

CIA melalui agent Cyber mereka, Heather Lee yang diperankan Alicia Vikander, bahkan bisa “meng shutdown” hanya melalui sebuah ponsel biasa. Ini gila.

Permainan kotor CIA juga tak segan dipamerkan di film ini. Bagaimana CIA ingin membunuh Jason di film ini ditampilkan gila-gilaan. Bahkan seorang rekanan CIA juga ingin dibunuh di film ini dengan permainan yang apik, meskipun gagal.

Matt Damon masih terlihat prima di film ini dengan adegan bertarung dan kejar-kejaran. Teknologi canggih memang ditampilkan di film ini. Tapi adegan adu fisik membuat film ini semakin seru.

Matt Damon, berperan dengan baik. Alicia Vikander sangat apik menjadi agen CIA di film ini. Tommy Lee Jones juga sangat pas berperan sebagai Direktur CIA, Robert Dewey, yang dingin dan tak segan memerintahkan aset untuk membunuh.

“Walking Camera” yang menjadi khas film Bourne sebelumnya, masih menjadi ciri khas di film ini. Ini membuat film semakin gokil.

Film ini memang keren. Asik buat ditonton. Meski belum ada hal baru di film ini, setidaknya identitas Jason mulai terkuak. Dan akan ada sequel atau kelanjutan dari film ini. Saya pasti menunggunya.

Leave a Reply