SHARE

Menjadi wartawan, sempat terbersit ketika saya duduk di Bangku SMA Kelas 3, kurang lebih 26 tahun lalu. Tapi, terwujudnya tahun 2002 lalu. Saya sih malah sempat tidak kepengen jadi wartawan.

Oke, itu cuma sekilas, karena saya bukan mau menceritakan soal tersebut di blog ini.

Nah semasa menjadi wartawan pemula, katakanlah reporter, saya ditugaskan untuk mencari berita di wilayah Jakarta Utara.

Untuk mendapat berita, saya benar-benar harus turun ke lapangan untuk mendapat data atau bahan berita. Dan itu saya lakoni terus sampai saya meninggalkan sinar harapan.

Profesi ini, tidak benar-benar saya tinggalkan. Setahun belakangan ini, saya mengelola sebuah media kecil untuk wilayah Jakarta Utara. Sebagai penghidupan saya.

Untuk mencari berita, saya turun ke lapangan. Mencari bahan berita terkadang sampai masuk gang sempit. Ada kegiatan warga, langsung liputan. Terkadang juga saya bertukar bahan berita dengan teman wartawan (oke, saya akan ceritakan ini di blog lain ya).

Belakangan ini, atau mungkin sekitar tiga empat tahun belakangan, ada hal yang menarik bagi saya. Benar-benar menarik. Apa yang membuat menarik itu?

Sebagian wartawan, khususnya wartawan hiburan, menulis berita, berdasarkan postingan dari media sosial seorang tokoh, ataupun pesohor. Pesohor ini bukan aktris atau aktor saja. Sampai pesepakbola.

Saya mencontohkan, dari yang saya temukan hari ini. Postingan di liputan 6, tentang Hamish Daud yang menikah dengan Raisa. Sumber berita ini, adalah postingan Hamish Daud di instagram.

Bukan sekali atau dua kali sebenarnya soal ini. Dan bahannya bukan dari instagram saja. Bisa dari twitter dan facebook. Dua platform media sosial lainnya.

Jelas ini menarik buat saya, karena, dengan model berita seperti ini, wartawan tidak perlu repot ke lapangan, mencari bahan berita. Cukup dengan memantau, atau bahasa kaum milenial “stalking” akun media sosial pesohor atau seleb, sudah ada bahan berita.

Jaman canggih memang membuat segala sesuatu menjadi mudah. Termasuk bahan berita. Kita tidak perlu repot-repot ke acara, atau ke lapangan untuk mendapat bahan berita.

Cukup berdasar media sosial saja, sudah ada bahan berita. Bukan hanya postingan saja yang jadi bahan berita. Komentar di postingan media sosial pun menjadi bahan berita dan dimuat.

Sudah berbeda memang.