SHARE

Semenjak era low cost carrier (LCC), atau tiket pesawat menjadi murah dan pilihan penerbangan semakin banyak, traveling atau bepergian, sudah menjadi kewajiban bagi kaum menengah.Di social media, banyak yang posting foto, atau check in (bukan masuk hotel ya) di lokasi-lokasi wisata di aplikasi semaca path atau facebook. Baik yang selfie, wefie atau fotonya diambil sama orang lain.

Di timeline akun social media saya, setiap pekan, ada saja yang jalan-jalan. Atau bepergian ke suatu tempat.

Tapi, sayangnya, mereka ini, lebih banyak posting, yang bagi saya, sekedar pamer. Iya pamer kalau berwisata ke tempat itu. Saya bukannya iri, tapi ya saya juga memang suka begitu. Pamer kalau saya berkunjung ke suatu tempat.

Tapi saya agak sedikit berbeda. Setiap saya berkunjung ke suatu tempat, belakangan ini, saya akan lebih menuliskannya di blog. Jadi travel blog.

Sayang di sayang, travel blog ini, banyak yang terhapus, karena saya yang memilih memakai self hosted blog, tidak perpanjang blog saya.

Tapi itu bukan initinya. Saya masih mengingat kok jejak-jejak perjalanan saya, sehingga saya bisa menuliskannya kembali.

Back to topic! Kalau kata tukul, kembaliii ke laptooop

Saya memutuskan untuk menulis perjalanan saya, karena, bagi saya, tidak ada salahnya kalau cerita perjalanan saya, saya bagikan ke orang lain, melalui blog. Setidaknya, bagaimana berkunjung ke tempat yang saya kunjungi, orang lain bisa tahu. Memang, banyak travel blog yang ditulis blogger lain, tapi ituntidak menyurutkan saya untuk menuliskan perjalanan saya.

Selain berguna untuk orang lain, setidaknya, saya bisa membaca kembali kisah-kisah perjalanan saya. Karena itu, setiap perjalanan saya, saya akan berusaha ingat kembali, untuk saya tuliskan. Mumpung daya ingat masih baik.

Dengan menuliskan perjalanan atau travel blog kita, kita secara tidak langsung ikut membantu mempromosikan obyek atau tempat yang kita kunjungi. Apalagi tempat tersebut masih belum ramai dikunjungi.

Melalui travel blog kita, kita juga bisa merekomendasikan tempat untuk orang lain kunjungi. Setidaknya, orang lain yang mau bepergian ke suatu tempat, bisa tahu obyek wisata di daerat tersebut. Nggak salah kan?

Yang terpenting lagi, sukur-sukur blog kita atau travel blog kita banyak diakses atau dibaca orang, blog kita bisa menghasilkan uang dari iklan, atau kita bisa diundang ke daerah tertentu, dikasih tiket gratis, karena kita travel blogger yang terkenal.

Tapi, ya jangan itu tujuan utama kita. Tujuan kita ngeblog, sepertimkata saya tadi. Untuk berbagi, dan sebagai catatan kita untuk bisa kita baca kembali.

Jadi travel blogger, why not?

Leave a Reply