close
20180214_105603

“Apa itu jadah tempe?” Begitu pertanyaan saya kepada “tour guide” saya ketika mengunjungi Yogyakarta beberapa hari lalu. Seusai berpetualang ke lereng Merapi dengan jeep, saya dan rombongan diajak untuk mampir mencicipi Jadah Tempe yang masih berada di wilayah Kaliurang.

Tour guide yang saya tanya tersebut menjawab, jadah tempe ini adalah makanan atau penganan dari ketan. Jujur saja, saya masih bingung. Lah kok ada nama tempenya ya.

Seusai turun dari bus, kami kemudian diarahkan untuk ke tempat makan jadah tempe ini. Namanya “Mbah Carik”. Saya dan rombongan kemudian duduk untuk menunggu.

Jadah tempe kemudian disajikan. Setelah saya melihat, jadah tempe ini ternyata benar-benar ketan putih yang sudah digulung dan dipadatkan. Disajikan dengan tempe dan tahu bacem. Panasaran dong untuk mencobanya.

Yang saya cicipi terlebih dahulu adalah ketannya. Ketika saya makan, ya hanya rasa ketan saja. Tetapi saya melihat ada teman seperjalanan yang memakannya dengan tempe bacem. Dia kemudian mengatakan, untuk memakannya, harus bergantian dengan ketan.

Setelah ketan digigit, kemudian tempe atau tahu bacem digigit. Saya kemudian mengambil tempe bacem dan bergantian menggigit dan mengunyah dengan ketan yang sudah digulung dan dipadatkan.

Enak!

Tempe bacemnya enak manis, dipadu dengan ketan yang agak asin, menjadi sensasi yang membuat lidah bergoyang asik mengunyah bersamaan. Ternyata makannya seperti begitu.

Saking nikmatnya, saya menghabiskan dua tempe bacem dan empat ketan. Teman seperjalanan juga menambahkan, makanan ini adalah merupakan makanan khas kaliurang.

Seusai makan, saya melihat-lihat ke kedai Mbah Carik ini. Ternyata menjual tahu dan tempe bacem juga lho.

Nah ini foto-fotonya ya :

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: