close
Makang Sadap

Gulai Kepala Ikan di Resto Pagi Sore Trans Sumatra, Lezat Bener

Pagi Sore 2

Hari menjelang sore ketika saya tiba-tiba melihat Restoran Pagi Sore. Saya dalam perjalanan menuju ke Jambi. Saya dan Hariadhi berangkat dari Palembang.

Sudah pada tahu kan kalau restoran padang Pagi Sore ini juga ada di Jakarta. Saya juga sudah pernah makan di restoran Pagi SOre ketika berada di Jakarta.

Namun, ketika melihat ada Resto Pagi Sore yang sekalian rest area di Trans Sumatra, saya memaksa Hariadhi untuk mampir.

Daripada nanti di Jalan menuju Jambi tidak bertemu dengan tempat makan, sekalian saja, beli makan di Resto Pagi Sore ini.

Masuk dalam restoran, saya langsung melihat-lihat makanan yang tersaji. Pada umumnya adalah masakan minang atau Padang. Ketika saya melihat ada potongan ikan seperti ikan tongkol di restoran Padang, saya pun bertanya. Ternyata ini adalah Ikan Baung.

Saya sudah mau memesan untuk dibungkus, ketika Hariadhi melihat ada gulai kepala ikan kakap. 1 Porsi Gulai Kepala Kakap ini bisa untuk berdua. Saya pun setuju untuk memilih Gulai Kepala Kakap Ini untuk dibungkus.

Satu Porsi Gulai Kepala Kakap ini diberi harga RP 100.000. Cukup mahal, tapi ukurannya yang jumbo, jadi tidak rugi lah. Seperti saya ceritakan di atas tadi, kami tidak makan di resto. Kami pilih bungkus.

Di mana kami akan menyantapnya? Hehehe, karena sudah dekat dengan jambi, kami akan menyantapnya di Jambi saja. Sekalian makan malam.

Saatnya makan.

Saya dan Hariadhi tiba di Jambi sudah sekitar jam 21.00. Hariadhi menawarkan kita makan sambil melihat Gentala Arasy di Jambi. Untuk ini akan saya tuliskan terpisah ya.

Kami mampir di tepi sungai Batanghari. Gentala Arasy ini memang berada di Sungai Batanghari ini. Di Tepi Sungai, menjadi lokasi warga untuk berwisata. Ada beragam makanan kaki lima.

Seusai duduk di salah satu lapak kaki lima, saatnya menyantap Kepala Ikan Kakap. Sudah tak sabar saya untuk menyantapnya.

Suapan pertama ke mulut? Hmmm terasa sekali bumbu gulai ikan yang gurih. Tidak salah memang kami memilih menu Gulai ini untuk dibungkus.

Suapan selanjutnya makin semangat menyantap Kepala Ikan. Karena berukuran jumbo, sudah pasti Daging Ikan di bagian kepala banyak. Tulang Kepala Ikan juga sangat enak untuk dihisap-hisap.

Ah nikmatnya.

Menyiram kuah Gulai ke atas nasi makin membuat santapan semakin enak. Satu bungkus nasi tak terasa habis dilahap. Perjalanan yang lumayan melelahkan, terbayar dengan menyantap Gulai Kepala Ikan ini.

Kalau lagi melintas di Jalur Trans Sumatra dan melihat ada resto Pagi Sore, jangan lupa mampir ya. Belilah gulai kepala ikan.

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: