SHARE

Mungkin kalau membaca judul blog ini, akan sedikit bingung. Kenapa judulnya bisa Gajah, Biji, Kuncung, Brewok dan Binyo.

Jadi begini ceritanya, Gajah, Biji, Kuncung, Brewok dan Binyo itu, panggilan khusus di genk teman seperkuliahan saya di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Sebenarnya, ya kalau dalam pandangan saya, sudah lebih ke panggilan sayang sesama teman. Ha ha ha… maap kami bukan hombreng ya…. jadi panggilan khusus.

Nah kalau mungkin orang pacaran panggilannya honey, bebeb, beib atau seperti anak smp (parahnya lagi anak SD) pacaran trus panggilannya udah mah pah… nah kita ini panggilannya itu ya seperti itu.

Gajah itu, panggilan buat Hendra LDP. LDP itu singkatan dari Lesmana atau Laksmana atau apalah saya lupa, (mungkin perlu cek KTP si gajah) Dwi Putra. Bahkan saya masih ingat, pernah disingkat Lambada Dada Perek sama si Biji (haha ini kejadian bener yang masih saya ingat).

Panggilan gajah ini, ya merujuk ke badannya, yang waktu itu, diantara kami, dia paling lebar. Iya paling lebar. Gajah alias Hendra ini, memang waktu itu (maap ya ndra) paling gede sendiri diantara kami.

Dan entah kenapa, panggilan gajah itu masih sampe skarang. Meski sesekali panggil “Ndro” tetap aja, secara ilmu pemasaran, branding nya Hendra ya udah “gajah”. Bahkan di kontak di HP saya, masih saya simpan dengan “Gajah”. Sekali lagi maafkan saya Ndra. Brandingnya udah kelewat melekat seperti air mineral dengan “Aqua” dan mungkin sepeda motor dengan “Honda”. Jadi ya diantara kami, gajah, itu sudah seperti Aqua buat air mineral. Ada Gajah? eh Ada Aqua? Ha ha ha ha

Nah, kalau Biji ini, identik dengan Si Robert Handry Patadungan. Di perkumpulan kami ada dua Robert. Robert Biji dan Papi Rosi yang merujuk ke Robert Sigalingging (dia gabungnya belakangan sob, jadi nggak masuk ke blog ini ya).

Nah untuk mengidentifikasi, pakai Robert Biji atau si Biji ini udah untuk Robert Patadungan. Jadi kalau tanya Robert yang mana? Jawabnya untuk Robert H Patadungan ini, bisa bilang dengan Robert Biji.

Panggilan si Biji ini, juga karena si Robert yang suka menyebut Biji. Kalau mengumpat biasa dia bilang “Biji lo gendut” atau “Biji Lo”. Jadi maap ya bang Ongen yang di twitter sering terkenal dengan istilah “Bidji” ini, sudah didahului si Robert.

Dan ada satu panggilan Robert lagi, yang sering saja sebut. “Toraja”. Saya sih sering balas memanggil “Toraja”  ke dia karena dia sering memanggil saya dengan “Binyo”.

Binyo ini jadi panggilan saya, dari si Robert. Dan gara-gara si Biji ini, saya tau apa yang dimaksud dengan Binyo, yang merupakan panggilan untuk orang Manado perantauan di Jakarta. Atau bisa dibilang istilah “prokem” untuk orang Manado di Jakarta. Saya memang di perkumpulan sesat ini satu-satunya orang Manado… PERKUMPULAN SESAAT!!! Hahahaa….

Nah untuk Kuncung, panggilan ke si Singgih Wandiharto. Kalau soal panggilan kuncung ini, nggak tau saya asal muasalnya dari mana. Dia kenalan dengan kita aja udah menyebut “kuncung” wadoh. Bingung kan…. pokoknya Kuncung ini sudah menjadi panggilan kuncung dari awal.. udah gitu aja nggak usah repot mikir.

Untuk Brewok ini, panggilan khusus ke Adi Suseno. Dia memang brewokan, jadi ya dipanggil brewok. Kadang kita-kita ini, memanggilnya dengan Brews atau Adi Brews. Gak perlu panjang lebar jelasinnya.

Tambahan!

Ada juga pasukan tambahan di genk kita ini, namanya Jeffry Joris yang dipanggil ompong. Karena dia ompong. Dan ketika dia pasang gigi palsu tetap saja istilah ompong sudah melekat, ya palingan tambahan nya jadi Gipal, alias Gigi Palsu.

Khusus Robert Sigalingging, dia punya panggilan khusus Papi Rossi. Santai. Ini nggak ada hubungannya dengan Valentino Rossi. Papi ini jadi panggilan dia karena dia umurnya sudah tua dan tampilannya ya Kayak Papi Papi. Rossi itu singkatan dari Robert Sigalingging. Gampang tooh!

Selain yang di atas, ada juga Herry “Menyung” dan Tatut si Arab. Nggak tau deh kalau si Tatut ini turunan Arab, tapi ya memang sudah seperti itu.

Kalau si Bernard, panggilannya Bernie. Ya itu dari namanya sih. Jadi gak perlu lah dijadikan panggilan khusus.

Leave a Reply