SHARE

Selama dua bulan terakhir, Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama yang lebih sering disebut dengan Ahok, baik di media sosial, ataupun media konvensional cetak online dan lainnya, menjadi superstar. Seakan tiada henti, pria asal Belitung ini menjadi viral atau bisa dikatakan menjadi perbincangan yang tiada henti.

Ahok menjadi viral ketika dia memutuskan maju pencalonan Gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen. Sebenarnya, tahun 2012 lalu, Ahok ingin maju lewat jalur independen. Adalah teman saya di sunter yang mengajak mengumpulkan KTP untuk mendukung pencalonan Ahok. Namun upaya ini gagal. Ahok gagal jadi calon gubernur independen, namun bersama Joko Widodo dia menjadi Calon Wakil Gubernur dan akhirnya terpilih.

Seiring perjalanan waktu, keinginan Ahok menjadi Gubernur terwujud karena Joko Widodo terpilih menjadi Presiden dan Ahok terdorong menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo.

Masa jabatan Ahok akan berakhir 2017 nanti karena Pilkada Serentak akan digelar tahun depan dan masa jabatannya memang cuma sampai tahun depan. Setelah gonjang ganjing akan maju melalui jalur politik, Ahok akhirnya memilih jalur independen, yang katanya dia untuk menghargai teman ahok yang terus mengumpulkan KTP.

Keputusan inilah seakan membuat kegaduhan, ada sejumlah partai yang sepertinya kebakaran jenggot. Sampai keluar istilah deparpolisasi.

Ahok semakin menjadi fenomenal, ketika Yusril, hingga musisi sekelas Ahmad Dhani, kepengen menjegal Ahok. Mereka ingin mengalahkam Ahok, bukan membangun DKI. Ingat, kalahkan Ahok, bukan bangun DKI Jakarta.

Masalah RS Sumber Waras, semakin membuat Ahok menjadi perbincangan. Bahkan kasus ini dikatakan bisa menjegal Ahok untuk maju menjadi Cagub tahun depan.

Setelah rame-rame di atas selesai, Ahok kembali menjadi perbincangan, setelah Operasi Tangkap Tangan KPK terhadap M. Sanusi yang disangka menerima suap untuk Raperda Zonasi yang entah kenapa yang dibesar-besarkan adalah masalah Reklamasi. Ahok dianggap terkait dengan masalah reklamasi dan mungkin saja menurut sejumlah netizen bersalah.

Perbincangan soal Ahok, semakin bertambah ketika Pemprov DKI yang setelah berhasil membersihkan Kalijodo, ingin merapikan Pasar Ikan dan Kawasan Luar Batang. Ditambah lagi upaya penghapusan kebijakan three in one.

Bagi saya Ahok ini Fenomenal, apapun yang dibuatnya baik ucapan, kebijakan yang dikerjakan, selalu menyedot perhatian. Bukan cuma media, namun masyarakat luas juga.

Jarang sekali pemimpin atau Ahok selalu menarik perhatian seperti ini. Ketika ahok pertama kali rapat dan kemudian marah-marah, disitulah dia mulai terkenal dan hingga saat ini, masih menjadi karakter atau ciri khas beliau.

Meski banyak yang tidak suka dengan gaya bicara atau gaya berkomunikasi seperti itu, masih banyak juga yang suka dengan Ahok Style ini.

Masyarakat yang melihat perubahan di Jakarta di era kepemimpinan Jokowi hingga Ahok ini, menganggap bahwa, pemimpin tidak perlu seagama, ataupun tidak harus dari etnis tertentu. Yang penting Pemimpin tersebut bekerja dan memberi perubahan.

Saya juga melihat Ahok bukan karena sama-sama Kristen. Tapi saya melihat dia mau bekerja dan membawa perubahan. Dan mungkin juga banyak yang seperti saya, sampai KTP yang terkumpul untuk mendukung Ahok dan Heru sudah melewati jumlah 400ribu.

Ahok memanh fenomenal.

Leave a Reply