SHARE

Ceritanya ini, saya setahun lalu beli motor bekas. Mau beli motor baru, dana nggak cukup. Nah beli motor bekas ini pun, saya sebenarnya masih kurang uangnya. Dan akhirnya saya “gadai” BPKB untuk menutupi kurangnya.

Setelah gadai BPKB, pajak tahunan kendaraan sepeda motor saya ini mati, alias belum bayar lagi. Karena masih belum atas nama saya dan belum balik nama, akhirnya saya biarkan mati. Pengennya setelah ada uang lagi baru balik nama.

Dan setelah hampir lunas, tinggal tiga bulan lagi, saya kemudian ditawari oleh leasing untuk memperpanjang lewat mereka. Karena BPKB memang ada di mereka. Ya pikir-pikir daripada repot urus, mendingan mereka yang urusin saja.

Awalnya, untuk biaya balik nama kendaraan, mereka meminta uang Rp 1.000.000. Estimasi biaya balik nama plus bayar pajak kendaraan. Saya pun mengiyakan.

STNK saya serahkan begitu juga KTP saya juga ikut diserahkan. Oleh yang bertugas, estimasi akan diberesin kurang lebih dua minggu. Padahal saya tahu, untuk urusan STNK hanya butuh nggak lebih dari satu hari. Karena saya pernah ikut mengurus Balik Nama punya teman saya. Saya mulai mengurus ini dari tanggal 13 Maret.

Setelah seminggu, saya confirm ke leasing. Ternyata belum selesai. Dan yang saya kaget adalah mereka mengatakan estimasi biaya bisa di atas 1.000.000. Bisa sampai 1.500.000. Bilangnya adalah buku BPKB saja sudah 375.000.

Dipikir saya ini bodoh kali ya?

Okei, saya hanya mengiyakan saja. Dan setelah dua pekan, tidak ada kabar bahwa STNK sudah beres atau belum. Saya masih diamkan sebenarnya. Tunggu sampai tiga pekan.

Dan di pekan ketiga, sudah masuk bulan April, urusan Balik Nama Kendaraan saya tidak kunjung beres. Saya sudah emosi sebenarnya. Kok nggak beres-beres. Saya cek lewat samsat online, pajak juga belum dibayarkan! Gila apa!

Saya pun sempat ngomel di kantor leasing karena ketidak beresan ini. Sumpah saya kesal banget!

Satu atau dua hari saya ngomel, akhirnya saya diberitahu bahwa udah beres. Dan mereka mengirimkan foto kuitansi biaya pengurusan Balik Nama Kendaraan saya.

Ini kuitansinya

Kaget? Pasti lah saya kaget karena biaya mencapai 1,3 juta rupiah. Jasanya 385.000 untuk balik nama, dan perpanjang STNK 50.000. Total 435.000. Wih mahal juga.

Tapi yang mengherankan adalah, biaya buku BPKB. Harganya 375.000. Ini saya memang masih kaget juga. Mahal banget. Dan saya pun googling. Dan saya ternyata dikadalin oleh mereka. Biaya buku BPKB 375.000 ini untuk kendaraan roda 4 atau mobil.

Untuk motor, Buku BPKB baru atau Mutasi hanya 225.000. Di mark up 150.000. Penipuan konsumen? Sudah jelas pasti. Dan ini benar-benar bikin keki saya.

Biarlah ini jadi pelajaran. Lebih baik mengurus begini, jalan sendirian saja daripada pakai birojasa. Biaya 500.000 ditambah dikadalin 150.000 itu nyesek juga ya.

Leave a Reply