close
Makang Sadap

Dendeng Pucuk Ubi di Solok Selatan ini Rasanya Ngalahin Dendeng Daging

Dendeng Pucuk Ubi

Kalau kita menyantap makanan dendeng, seperti dendeng batokok yang saya tulis sebelumnya, biasanya dendeng tersebut akan terbuat dari daging sapi. Selain daging sapi, dendeng yang terkenal enak, juga dari daging rusa.

Semasa kuliah saya pernah mencicipi dendeng daging rusa yang dibawa teman saya dari Kalimantan. Tapi tulisan ini tidak akan membahas dendeng dari daging.

Dalam perjalanan saya dari Kabupaten Kerinci di Jambi ke Padang, Sumatera Barat, saya dan teman saya Hariadhi, melewati wilayah Kabupaten Solok Selatan. Karena sudah malam kami mampir di sebuah warung makan. Kebetulan warung makan ini buka. Agak susah mencari warung makan.

Ketika mau makan, di warung makan ini menjual camilan. Hariadhi mengambil sebungkus. Setelah kami melihat ternyata ini adalah dendeng pucuk ubi. Dendeng pucuk ubi? Apaan itu?

Saya kemudian bertanya ke pemilik warung. Ibu Tin namanya. Duh jadi ingat ibu negara jaman dahulu. Hehe.

Ibu Tin kemudian bercerita. Dendeng Pucuk Ubi ini dibuat dari daun singkong. Waw. Dendeng buat vegetarian nih. Atau Dendeng Vegan nih. Dendeng ini dibuat oleh ibu-ibu di Kabupaten Solok Selatan. Salah satu pembuatnya adalah Ibu Tin ini.

Untuk membuatnya, Bu TIn hanya bercerita bahwa dia mencampur Daun Singkong dengan berbagai bumbu. Saya tidak mau bertanya detail soal bumbu dendeng ini. Biarlah menjadi rahasia mereka.

Saya dan Hariadhi pun mencicipi Dendeng Ini. Kriukkhhh…. wah renyah banget. Rasanya? Seperti yang saya tuliskan di judul, rasanya mengalahkan dendeng dari daging. Enak dan gurih. Plus Renyah. Kalau dendeng daging, bisa saja dagingnya alot. Tapi ini renyah.

Dendeng pucuk ubi ini, teksturnya kalau saya bilang mirip dengan dendeng dari daging. Tapi ya sekali lagi, lebih renyah. Dendeng daging memang kalau yang kering itu renyah, tapi ini lebih renyah lagi.

Soal harga, 200 gram dendeng pucuk ubi ini murah banget. Hanya Rp 12.000. Dendeng ini enak buat camilan dan enak juga dimakan dengan nasi. Ibu Tin bercerita bahwa kalau mau memesannya bisa langsung ke dia. Menarik nih.

Kalau pembaca ingin membeli Dendeng ini, saya sudah meminta nomor telepon ibu TIn. Dan sepertinya saya akan memesan dan dikirimkan lewat paket. Makasih mas Budi Arie yang sudah membantu terlaksana perjalanan saya ini.

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: