SHARE

Ketika kami, saya dan teman-teman Jasmev berpetualang di Solo, Rendi Doroii mengajak kami untuk sarapan (atau makan siang?) di sebuah tempat makan khas Solo. Namanya Dapur Solo.

Saya pun langsung membayangkan restoran Dapur Solo yang awal berkembangnya di Sunter, Jakarta Utara.

Kami dengan menggunakan bis, sempat berputar-putar untuk mencari restoran ini. Bermodalkan petunjuk dari google maps.

Setelah tiba di Restoran Dapur Solo, saya pun akhirnya sadar, ternyata memang berbeda dengan yang di Sunter. Dapur Solo ini asa tulisan Hj Indrat

Kami masuk ke tempat mengambil makanan. Ternyata modelnya makan prasmanan, alias kami mengambil sendiri makanannya.

Di bagian depan, sudah tersaji Tengkleng khas Solo dan Asem-asem Iga Sapi. Jujur saja, saya pengen Tengkleng, tapi apa daya habis. Saya memilih asem-asem Iga.

Sehabis mengambil asem-asem iga dalam mangkok, saya lanjut ke memilih makanan yang variannya sangat banyak. Saya melihat-lihat dahulu jenis makananya sebelum mengambil makanan.

Ada pecel, ada sambal kacang tolo, krecek, gudeg, teri, ayam bakar dan beragam jenis menu lainnya yang tersaji. Saya sampai bingung memilih.

Karena saya doyan pecel, pilihan jatuh ke pecel. Ada daun pepayanya.

Setelah mengambil makanan, langsung menuju kasir untuk mencatat makanannya.

Seusai itu, saya dan teman-teman langsung menuju meja makan.

Layout atau posisi meja makan, tidak ada yang spesial. Meja berderet selayaknya restoran atau tempat makan pada umumnya.

Bentuk restoran juga tidak spesial. Sepertinya ini dahulunya rumah dan dijadikan restoran.

Lokasi restoran ini sendiri berada di jalan Slamet Riyadi, Solo. Berada di seberang Pusat Pengembangan Bisnis UNS.

Mesipun restorannya sederhana, makanan yang tersaji, enak.

Kalau ke solo, tak salah mampir ke sini. Dan harus mampir!

Dapur Solo

Jl. Brigjend Slamet Riyadi, Kerten, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57139

https://goo.gl/maps/rjbHNHAvBHp