SHARE

Saya bergabung bersama dengan Jasmev, yang ketika saya bergabung merupakan Singkatan dari Jakarta Ahok Social Media Volunteer (singkatannya berubah-ubah), sudah dari setahun lalu.

Itu terjadi sekitar bulan Agustus 2016, ketika itu saya mengikuti workshop tentang media sosial di kawasan Buaran, Jakarta Timur.

Semenjak bergabung dengan Jasmev setahun lalu, sudah banyak kegiatan yang dilakukan. Mulai dari workshop tentang media sosial, kumpul-kumpul hingga nonton bareng.

Namun, bepergian bersama dengan teman-teman Jasmev ke luar kota, ini merupakan pengalaman pertama bagi saya. Kami rombongan 14 orang, Saya, Hariadhi, Doroii, Dina, Rifa, Edo, dan beberapa teman lainnya berangkat ke Solo untuk menghadiri Midodareni Kahiyang Ayu, Putri Tunggal Presiden Joko Widodo.

Kami berangkat Senin 6 November 2017 petang, dan tiba di Asrama Haji tempat kami menginap, Selasa 7 November 2017 pagi sekitar pukul 07:30.

Selama perjalanan, tidak ada halangan berarti yang kami temui. Perjalanan lancar meski sempat diguyur hujan. Kami mampir di Jawa Barat dan Jawa Tengah (Kendal) untuk beristirahat sejenak.

Ketika menginap di Asrama Haji Donohudan, bersama dengan relawan Jokowi lainnya, juga pengalaman unik. Kami tidur di semacam hall beralaskan kasur.

Untuk mandi, kami harus permisi kepada relawn yang mendapatkan kamar, karena kamar Mandi berada di dalam kamar.

Ketika makan siang Senin 6 November, saya, Hariadhi, Bagus dan Edo akhirnya mencari makan di warung depan Asrama Haji karena makanan pasti berebutan dengan relawan lain.

Ternyata, ayam goreng yang saya pesan dan bandeng goreng yang Hariadhi dan Edo pesan enak rasanya. Sambal bawangnya juga mantap punya.

Tadi siang makan ini. Depan asrama haji Donohudan … Ayam gorengnya mantap, sambalnya juga jos

A post shared by Thomas J Bernadus (@bacirita) on

Kami yang malam harinya datang ke acara Midodareni juga sempat hampir tidak bisa masuk karena untuk masuk lokasi acara harus memakai pin khusus.

Pengalaman unik lainnya adalah, karena kami ini relawan yang bergerak di media sosial, ponsel cerdas yang kami bawa harus terisi batetainya.

Namun, di tempat kami menginap, colokan listrik sangat sulit didapatkan. Edo dan Hariadhi akhirnya membeli colokan listrik tambahan agar kami bisa mengisi baterai smartphone yang kami bawa.

Di Asrama haji juga susah sinyal. Minta ampun deh. Signal Ponsel datang dan pergi. Kalaupun ada, hanya Edge.

Cerita lainnya, sudah saya tuliskan di tujuh cerita lainnya.

Sepanjang perjalanan, dan berada di kota solo, sangat berkesan bagi saya. Kami selalu apa adanya, tidak neko-neko dan tidak rempong.

Menginap rame-rame di hall itu menjadi keseruan tersendiri. Selfie, Wefie, ngobtol, ketawa bersama, makan dan minum bersama itu tidak akan mudah dilupakan.

Buat Hariadhi, Doroii, Rita, Dina, Bang Rhona, Suyanto, Masis, Bagus, Irfan, Albert, Yohanes, Donny dan Yasinta (yang bergabung ketika kembali ke Jakarta), sebuah kebahagiaan tersendiri bisa bepergian bersama kalian.

Mbak Dee, terima kasih juga saya sampaikan. Nando juga!

Semoga ada petualangan atau perjalanan lain bersama Jasmev.

Tulisan ini saya buat ketika berada dalam perjalanan kembali ke Jakarta, di tol Salatiga Semarang.

Jawa Tengah, 8 November 2017