SHARE

Setelah menunggu satu hari, hati saya tentunya sudah riang gembira. Mengapa? Hari tersebut, Minggu 8 April 2018 saya akan berada dekat dengan pak Joko Widodo. Saya dan teman-teman, akan bertemu dengan Pak Presiden.

Sekitar jam 6 pagi, saya dan teman-teman sudah bersiap berangkat dari Villa tempat kami menginap di Sukabumi, daerah Salabintana. Tempat kami bertemu dengan Presiden Jokowi adalah di Pelabuhan Ratu.

Perjalanan yang akan kami tempuh dengan menggunakan bus ke Pelabuhan Ratu ini, kurang lebih 3 jam. Lumayan lama. Lumayan lama ternyata.

Kami berangkat jam enam lebih. Biasalah, tidak mungkin tepat waktu. Namanya juga orang Indonesia. Kenyataan yang pahit tapi memang sudah kenyataan.

Perjalanan yang kami tempuh, melewati jalanan yang berkelok-kelok dan cenderung sempit. Untung kami menggunakan bus berukuran sedang. Kalau pakai bus berukuran besar, dijamin ribet. Lah jalanan sempit dan berkelok-kelok.

Kami tiba di Pelabuhan Ratu, sekitar jam 10.00. Kami sebelumnya sempat mampir dan berhenti beberapa kali. Kami berhenti di tepi pantai Citepus. Beach time. Pantainya bersih dan bagus.

Kami akan menunggu bertemu dengan Pak Jokowi di pantai ini. Menurut rencana seperti itu memangnya. Sembari menunggu Presiden, kami berfoto di pantai, berlatih yel-yel, hingga menikmati Kelapa Muda. Sambil ngobrol apa saja.

Setelah menikmati es Kelapa Muda dan mengobrol dengan teman-teman, kami kemudian diminta menunggu pak Jokowi yang sebentar lagi datang. Kami menunggu di Pinggir Jalan, tempat pak Jokowi akan berhenti dan memarkir kendaraan Sepeda Motor yang dipakai beliau untuk turing.

Kurang lebih 10 menit menunggu, Voorijder pak Jokowi melintas. Wah sebentar lagi pak Jokowi akan tiba. Makin tak sabar lah menunggu. Kamera langsung standby. Tiba-tiba rombongan pak Jokowi dan bikers lainnya datang. Wah semakin siap lah.

Tapi kenyataan berbeda. Pak Jokowi tidak berhenti dan parkir motor. Pak Jokowi yang melihat kami, hanya menunjuk kami dan senyum lebar. Terlihat pak Jokowi sangat senang melihat kami. Saya memang sudah pernah acara dengan pak Jokowi. Tapi, saya melihat pak Jokowi dari jauh. Tidak pernah sedekat ini. Duh senang sekali rasanya.

Meskipun senang, rasa sedikit kecewa tidak ada. Gimana nggak kecewa kalau harapannya adalah bertemu dan bisa berfoto dengan Pak Jokowi.

Oleh panitia, kemudian kami langsung diarahkan ke restoran tempat makan pak Jokowi. Namanya adalah Muara Kenari. Di restoran ini kami menunggu pak Jokowi yang makan dan setelah selesai makan akan keluar untuk bersalaman dengan Kami.

INI MOMEN YANG SAYA TUNGGU!

Meskipun panas-panasan, kami dan sejumlah relawan lainnya tetap setia menunggu pak Jokowi. Menunggu kurang lebih 20 menit, akhirnya pak Jokowi keluar dari restoran untuk bersalaman.

Paspampres menjaga kami. Suatu prosedur tetap alias Protap. Foto dengan Pak Jokowi sudah pasti berebutan. Saya pun mengalami kesulitan untuk berfoto dengan Pak Jokowi. Tapi tetap dapat momen berdekatan dan salaman dengan beliau. Ini sudah membahagiakan saya tentunya. Tapi ya kalau mau diajak ke istana saya juga mau dong.

Akhirnya saya memang benar-benar bisa berada sangat dekat dengan Presiden. Momen yang benar-benar sangat langka bagi saya. Bahkan saya bisa berfoto seperti berjalan beriringan dengan presiden. Oh my God. Masih nggak percaya saya sebenarnya.

Dan sampai menulis blog ini, masih seperti mimpi. Bisa sedekat itu dengan Presiden dan tokoh yang saya idolakan, memang seperti mimpi.

Ini foto-fotonya ya

 

 

 

SHARE
Previous articleKe Sukabumi Bagian I : Berangkat dari Senayan
Next articleKe Sukabumi Bagian II : Pesta Duren
Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply