SHARE

Lebaran Haji atau Iduladha tahun 2017, sedikit berbeda dengan yang saya rayakan tahun-tahun sebelumnya. Karena itulah, saya sengaja menceritakannya lewat blog karena sangat spesial.

Yuk mulai!

Iduladha 2017, jatuh pada hari Jumat 1 September 2017. Karena tanggal merahnya jatuh pada hari jumat, sudah pasti jadi long weekend. Orang-orang pun berduyun-duyun mudik atau liburan ke luar kota.

Tapi tidak bagi saya.

Iduladha atau long weekend seperti ini, saya jarang bepergian. Tiket sudah pasti mahal, dan saya memang nggak punya uang banyak untuk liburan.

Saya sudah janjian dengan teman wartawan saya, Bang Jhon, untuk keliling dan cari daging saja.

Petualangan di Iduladha 2017 dimulai seusai shalat Ied di kantor walikota Jakarta Utara. Saya tidak shalat ied, karena saya non muslim. Karena saya sehari-hari cari berita di seputaran Jakarta Utara, saya berada di Kantor Walikota.

Ngapain?

Lumayan sih bisa sarapan gratis, atau makan pagi bersama Walikota Jakarta Utara. Dan keinginan terwujud. Makan di lantai 2 deh dengan Walikota dan para pejabat lainnya.

Yang saya makan adalah, lontong ditambah opor, sambel hati dan rendang (atau semur daging?) Sebelumnya saya sudah menyantapi beberapa potong kambing guling yang nikmat.

Sehabis makan lontong opor, saya makan puding coklat susu. Duh semua makanan yang disajikan kok enak semua ya. Wajar sih, level Walikota. Masa makanannya biasa saja. Hahahaha…..

Sehabis makan, dan nongkrong sebentar, saya dan Bang Jhon menuju ke Tugu Selatan. Kantor Kelurahan tepatnya. Saya dan Bang Jhon sebenarnya sudah mendapat jatah kupon pembagian daging. Karena pengambilannya masih sore, kami menunggu di Kelurahan Tugu Selatan.

Siang hari, saya dan Bang Jhon mendapat panggilan dari LMK RW 05 Tugu Selatan. Pak Haji Mulyanto Request ke Masjid Istiqomah. Setelah sampai di sana, wawancara sebentar pengurus Masjid yang membagikan daging kurbang, saya dan Bang Jhon mendapat daging kurban. Daging sapi. Wah rejeki lagi nih.

Setelah dari Masjid Istiqomah, saya dan Bang Jhon ada undangan ke mas Sutarto. Dia lagi bagi-bagi daging. Tapi di kantornya di Jalan Plumpoang Semper. Di kantor Mas Tarto (panggilannya), kami makan sop daging sapi nan enak. Ada juga rendang yang maknyuussss … top enaknya. Abis dari mas Tarto, kami kembali ke kantor Kelurahan.

Kami pun kembali ke Kantor Lurah. Daging kami berikan ke petugas PPSU. Buat dimasak dan dimakan rame-rame.

Bersambung yaa cerita ini