SHARE

RPTRA Sungai Bambu lagiii …. RPTRA Sungai Bambu Lagi….

Oke, ini masih same story ketika dua pekan lalu saya berkunjung ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Sungai Bambu. Seperti di blog saya sebelumnya, saya ke sana untuk sebuah event.

Sewaktu saya berada di RPTRA Sungai Bambu, saya bertemu bu Tumiyanti dan Bu Leni Herawati. Both of Them adalah pengelola RPTRA Sungai Bambu. (Lah kok gue mulai kemringgis kayak si AHY ya..hahaha)

Ketika berada di Ruang Pengelola yang bersebelahan dengan ruang Perpustakaan, Bu Leni dan Bu Tum bercerita bahwa ada sumbangan Buku dari Kedutaan Besar Swiss dan Jiwasraya. Wah-wah

“Ada 570 buku dari Jiwasraya, dan 150 buku dari Kedutaan Besar Swiss,”

begitu cerita Bu Leni ke saya.

Saya pun mendokumentasikan buku-buku tersebut.

Lanjut cerita,

ternyata Sumbangan Kedutaan Besar Swiss bukan hanya Buku saja. Tapi sarana permainan baru. Bu Tum kemudian menunjuk ke arah sarana permainan baru tersebut.

Ternyata di RPTRA Sungai Bambu semenjak 1 Januari 2017 lalu sudah ketambahan sarana permainan. Dan saya tidak melihatnya walaupun sering melintas di RPTRA tersebut.

Saya pun langsung melihat-lihat fasilitas tersebut. Ada perosotan, dan tangga, jembatan, tempat memanjat untuk anak-anak bermain.

Dan karena masih baru, Bu Leni bercerita bahwa anak-anak berebutan untuk bermain di sarana bermain ini ketika akhir pekan ataupun sore hari. Karena saya berkunjung siang hari, tidak banyak anak-anak yang bermain.

Bu Leni juga tidak hanya menunjukkan ke saya sarana bermain anak-anak ini. Bu Leni mengajak saya untuk melihat kebun Jahe Merah yang berada di bagian belakang RPTRA.

Untuk pembaca tahu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Bintang Toedjoeh melakukan penanaman Jahe Merah di RPTRA. Buat apa? Nah ini, Jahe Merah yang ditanam di RPTRA ini nanti akan dipantau dari Bintang Toedjoeh.

Nantinya, jahe merah yang kualitasnya bagus bisa dibeli oleh Bintang Toedjoeh untuk produk minuman herbal mereka. Bibit jahe merah unggul juga berasal dari mereka.

Intinya adalah, RPTRA ini bisa menghasilkan tanaman produktif yang bisa menghasilkan uang.

Di RPTRA Sungai Bambu, saya melihat ada banyak polibag yang sudah ditumbuhi jahe merah. Wah keren-keren. Tanaman jahe merah ini terkumpul di semacam “glass house” gitu deh. Tapi ya terbuka.


Yang merawat, menurut cerita Bu Leni adalah Petugas PPSU yang memang ditugaskan.

“Mereka bertangan dingin deh. Sampai tanaman bisa tumbuh dan terawat,”

Memang ada petugas PPSU yang ditugaskan oleh lurah untuk merawat RPTRA Sungai Bambu. Ini keren deh. Jadi mereka fokus merawat RPTRA agar tetap kinclong.

Seusai melihat tanaman Jahe Merah ini, saya harus kembali ke kantor saya untuk mengedit berita. Dan masih ada cerita lain dari RPTRA Sungai Bambu ini yaaa….