SHARE

Dua pekan lalu (kira-kira) saya berkunjung ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sunter Jaya. Saya berkunjung ke sana seusai acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor.

Selasa 6 September, saya menghadiri acara penyerahan hewan qurban di Masjid Astra, di Kelurahan Sungai Bambu. Berangkat dari Kantor Walikota Jakarta Utara, saya melewati RPTRA Sungai Bambu.

Tapi, saya belum mampir. Setelah liputan acara penyerahan bantuan dari Astra, saya kembali ke Kantor Walikota Jakarta Utara, saya menggunakan rute yang melewati RPTRA Sungai Bambu.

Saya pun mampir. Sekitar jam 14.45 saya tiba di RPTRA ini. Karena masih agak panas, saya lihat di amphi teater maupun di lapangan sepakbola, tidak ada anak-anak yang bermain. Masih panas mungkin.

Begitu pun di sarana bermain anak-anak. Belum banyak anak-anak yang bermain.

Saya pun masuk ke ruang pengelola RPTRA. Ada ibu Tumiyanti dan ibu Neni Asnaeni. Selain kedua ibu yang mengelola RPTRA ini, saya melihat ada beberapa anak-anak berada di ruang baca dan ruang permainan edukatif.

Ibu Tumiyanti terlihat sedang memberikan pelajaran kepada anak-anak. Dengan setia ibu Tumiyanti ini mengenalkan huruf dan angka kepada anak-anak.

RPTRA Sungai Bambu (7)

Anak-anak pun dengan bersemangat mengikuti pelajaran yang diberikan.

“Mereka rata-rata usia pra sekolah. Setiap sore mereka datang ke sini untuk belajar atau membuka-buka buku,” tutur ibu Tumiyanti seusai memberikan pelajaran kepada anak-anak.

Setiap harinya, ibu Tumiyanti bercerita, tidak kurang dari 20-40 anak-anak datang ke sini untuk belajar bersama. “Ini bukan les, kami belajar bersama,” tambah ibu Tumiyanti.

Anak-anak ini datang dari siang, sore mereka pulang untuk mandi, dan selepas magrib mereka kembali datang ke sini untuk belajar. “Kami memang buka sampai jam 10 malam,” tambah Ibu Tumiyanti.

Ibu Neni Asnaeni menambahkan, setiap harinya, anak-anak yang datang, selain yang belajar ada juga yang bermain. “Total kira-kira 70-80 anak. Kalau akhir pekan bisa mencapai ratusan yang datang,” ungkap Ibu Neni.

Ibu Neni Asnaeni
Ibu Neni Asnaeni

Ibu neni mengatakan, manfaat RPTRA ini sangat dirasakan oleh warga. “Benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” kata Bu Neni.

Manda, seorang anak yang berusia enam tahun, ketika saya tanya, dia mengatakan bahwa setiap hari dia datang ke RPTRA.

“Datang untuk belajar dan melihat buku,” kata Manda.

RPTRA Sungai Bambu (20)
Manda (Paling kiri)

“RPTRA ini sudah seperti rumah ke-2 bagi anak-anak ini. Manda malah setiap hari datang. Pulang untuk mandi dan datang lagi,” cerita Bu Neni.

Saya kemudian berkunjung ke bagian belakang RPTRA. Saya ditemani Bu Neni. Ada ruang untuk memberi ASI. Ruangan kecil yang ber penyejuk udara atau AC.

“Kalau ada ibu menyusui yang ingin menyusui anaknya, silakan datang ke sini. Ada ruangan khusus ber-AC. Biasanya ada yang suka datang ke sini,” cerita Bu Neni.

Ruang Menyusui
Ruang Menyusui

Saya akhirnya harus mengakhiri kunjungan ke RPTRA Sungai Bambu.

Eh iya, akan ada cerita lainnya dari RPTRA Sungai Bambu ini. Silakan tunggu blog saya selanjutnya ya.

di bawah ini foto-foto RPTRA Sungai Bambu. Maafkan foto dari iPad Mini 2 saya yang tidak terlalu bagus

Leave a Reply