close

Reviews

Bauni

“Blue Bloods”, Serial Keluarga Polisi yang Wajib Ditonton

BlueBloodsFamilyDinner

Belasan tahun terakhir ini, bisa dikatakan, saya berlangganan TV berbayar. Iya, TV berbayar yang saya gunakan, sudah berbagai jenis. Terakhir ini saya menggunakan produk telkom, indihome.

Dari semua TV berbayar ini, ada salah satu Channel favorit saya, yaitu AXN, selain Fox Crime (yang juga favorit saya karena menayangkan CSI). Di AXN ini, ada satu serial dari sekian jumlah serial yang saya sukai. Namanya, Blue Bloods.
Apa yang membuat saya suka dengan Blue Bloods ini?

Ini yang akan banyak saya ceritakan di tulisan ini. Blue Bloods merupakan serial yang bercerita mengenai Keluarga Reagan. Bukan Ronald Reagan mantan Presiden Amerika Serikat ya.

Keluarga Reagan ini, merupakan sekeluarga yang merupakan polisi. Mereka adalah Polisi di Big Apple, New York. Tapi tidak semua dari Keluarga Reagan ini, merupakan Polisi.

Karena NYPD ini polisi yang berseragam biru, maka wajar judul dari Serial ini menjadi Blue Bloods. Bukan Berdarah Biru versi di sini yang berarti keturunan kerajaan ya. Blue Bloods di sini karena “berdarah polisi”.

Di serial ini, ada empat generasi. Dari Kakeknya, Henry Reagan (diperankan Len Cariou) pensiunan Polisi dan merupakan mantan dari Komisioner Polisi (PC, Police Commisioner) di NYPD. Anak dari Henry, Frank Reagan (diperankan Tom Selleck) di serial ini memerankan Frank Reagan, yang merupakan Komisioner Polisi.

Generasi ke-3 adalah anak-anak dari Frank. Danny (Donnie Wahlberg), Erin (Bridget Moynahan), dan Jamie (Will Etstes). Danny merupakan detektif, dan Jamie merupakan Polisi patroli. Bagaimana dengan Erin? Erin yang berbeda di sini. Dia merupakan seorang Jaksa. Ini yang saya katakan sebelumnya, tidak semua dari keluarga Reagan yang merupakan anggota polisi.

Generasi ke-4, adalah anak dari Erin dan Danny. Ada Nicky yang diperankan oleh Sami Gayle dan Jack serta Sean Reagan.

Serial Blue Bloods ini sendiri, dalam kacamata pribadi saya ada multi plot. Danny yang bertugas sebagai detektif berpartner dengan Maria Baez, memiliki tugas sendiri dan ada ceritanya sendiri.

Begitu juga dengan Jamie yang berpartner dengan Eddie juga ada kisahnya sendiri. Erin dengan permasalahan di kejaksaan serta Frank di kantornya.

Ini yang saya suka dari serial ini. Seakan-akan saya menonton beberapa serial dalam satu serial. Misalnya Danny yang menyelidiki pembunuhan dan Frank dengan berbagai konflik di level atas kepolisian.

Meski ada banyak plot, ada satu atau dua adegan yang menyatukan mereka. Ada satu hari khusus, keluarga Reagan ini berkumpul di meja makan, sembari berdiskusi berbagai hal. Mulai dari masalah pekerjaan, sampai masalah keluarga. Di setiap episode pasti ada adegan ini. Terkadang, Danny membantu Erin, atau Erin membantu Danny dan Jamie.

Serial ini, bukanlah hanya serial yang ada action karena ada juga tembak menembak. Tapi ada drama dan drama di serial ini ada unsur keluarga. Bahkan menjadi polisi dikatakan menjadi “Family Business”.

Overall, serial ini bisa saya kasih angka delapan dari 10. Sangat enak untuk diikuti. Bahkan, dengan TV On Demand dari indihome, saya bisa memutar season 7 dari serial ini. Kebetulan masih suka ada di AXN.

Setiap tayang sesuai dengan jadwalnya, pasti akan saya tunggu. Dan dengan TV Indihome, kalau terlewatkan karena saya harus bekerja meskipun malam hari, saya tidak khawatir. Tinggal putar ulang dari TV On Demand.

Kalau pembaca sedang mencari serial televisi yang menarik, tak ada salahnya menonton serial ini. Sangat bagus untuk ditonton. Tidak ada kekerasan, tapi lebih menonjolkan sisi keluarga.

read more
Bauni

“MI5 : Fall Out”, Tahan Napas Anda

MI 5

Ketika saya menonton film, dan seperti biasa sebelum film utama tayang akan ada trailer film. Salah satunya adalah Mission Impossible : Fall Out ini. Tapi kali ini trailernya tidak biasa. Menampilkan saat syuting salah satu adegan di film ini.

Adegan di trailer MI 5 ini adalah ketika pemeran utama, Tom Cruise Ethan Hunt syuting terjun payung HALO Jump atau High Altitude Low Opening yang biasa dilakukan oleh Pasukan Khusus Amerika Serikat, Navy Seal. Saya pun menduga, bakal banyak aksi yang membuat kita menahan napas karena tegang.

Awal film MI-5 ini berbeda dengan MI-4 Rogue Nation. Awal film sequel sebelumnya langsung ada adegan yang membuat kita menahan napas. Tapi MI-5 ini tidak.

Oke, kita bicara cerita soal film ini. Pada dasarnya plot atau cerita film ini sama saja dengan MI sebelumnya. Berburu tokoh teroris. Atau yang menciptakan teror. Kali ini yang diburu mereka yang mau bertransaksi Plutonium yang akan dijadikan bom nuklir. Kalau cerita seperti ini, bukan hanya ada di MI-5 saja.

Apa yang membedakan film ini? Aksi atau laga film ini yang membuat kita menahan napas. Ethan Hunt yang terjun dan mencoba menyelamatkan August Walker ketika terjun di atas udara Paris untuk ke Grand Palais ini saja sudah membuat kita menahan napas.

Adegan apa lagi? Kejar-kejaran dengan sepeda motor di dalam kota Paris saja sudah seru dan sekali lagi membuat kita menahan napas. Ethan yang mengejar August dan loncat dari gedung tinggi ke gedung tinggi lainnya juga membuat kita menahan napas.

Dan yang pasti adalah adegan terakhir. Saya tidak mau spoiler terlalu banyak. Aksi nekat dan gila Tom Cruise di bagian akhir film ini sudah pasti akan membuat kita di 10 menit terakhir film akan merasakan ketegangan yang tidak biasa.

Dari sisi cerita, tidak ada hal baru yang ditawarkan di film ini. Begitu juga dengan pemerannya. Begitu juga teknologi. Jangan berharap banyak. Cukup kita saksikan action dan ketegangannya.

Score film ini? Cukup 7 dari 10 saja.

Sumber foto : imdb.com

 

read more
Bauni

Mamma Mia : Here We Go Again, Menonton Film Sembari Bernostalgia dengan Lagu ABBA

Mamma Mia 2

Ketika trailer film Mamma Mia : Here We Go Again ini muncul di bioskop sebelum film yang ingin saya tonton, saya sudah menebak, pastilah film ini akan dipenuhi dengan lagu-lagu dari kelompok musik asal Swedia ABBA.

Sudah pasti saya ingin menonton film ini. Meskipun penggemar berat ABBA, saya suka sekali mendengarkan lagu ABBA. Misalnya Fernando, Mamma Mia, Waterloo, Dancing Queen, I Have a Dream dan masih banyak lagi.

Tebakan saya memang benar. Sewaktu menonton film ini, dari awalnya saja sudah ada lagu ABBA. Sophie yang diperankan oleh Amanda Seyfried di awal film ini mendendangkan Thank You for The Music, tebakan saya benar juga.

Cerita film pun terus berlanjut. Idenya sih memang sederhana. Menceritakan tentang Sophie putri dari Donna yang sedang membuat hotel di sebuah pulau di Yunani. Hotel ini merupakan impian dari ibunya, Donna yang diperankan oleh Meryl Streep.

Bukan hanya itu saja ceritanya, tetapi juga menceritakan kehidupan cinta dan petualangan ibu dari Sophie yaitu Donna ketika masih muda yang diperankan oleh Lily James. Jadi, merupakan gabungan dari kisah Sophie dan ibunya. Donna ini memiliki kisah hubungan cinta dengan tiga pria yaitu Harry, Bill dan Sam. Tokoh muda dari tiga film ini juga diperlihatkan.

Secara cerita, memang film ini biasa saja. Tapi yang asyik dari film ini, adalah adegan-adegannya yang disesuaikan dengan lagu Abba. Sewaktu Donna lulus dan diminta berpidato, kemudian dia bernyanyi Kiss The Teacher dan mencium guru-gurunya.

Sewaktu Donna merasa dibohongi oleh Sam, dia juga menyanyikan lagu Mamma Mia dengan awal lirik

I been cheated by you since you know when
So I made up my mind, it must come to an end
Look at me now, will I ever learn?

Memang benar-benar bernostalgia dengan lagu Abba.

Ketika menonton, saya dan penonton yang duduk di belakang saya, bahkan ikutan menyanyi, walaupun dengan suara yang cukup pelan.

Tak perlu repot mencerna cerita dari film yang memang simpel ini. Kita cukup bernostalgia dengan lagu Abba saja. Sudah sangat cukup.

Semua pemain di film ini memang pintar bernyanyi. Saya bahkan kaget seperti Pierce Brosnan, mantan James Bond pun bernyayi. Oh iya, film ini memang bertabur bintang. Selain Lily James, Amanda Seyfried, dan Meryl Streep, juga ada Andy Garcia, Colin Firth hingga Dominic Copper.

Kalau belum menonton, saran saya sebaiknya menonton. Apalagi kalau Anda penggemar lagu tahun 1970-1980. Dijamin akan seru. Bisa mengajak keluarga hingga anak-anak. Film ini memang film keluarga yang asik.

read more
Gadget

Andromax A, Mumpuni untuk Aplikasi Chat, Tugas Ringan dan Belanja Online

wp-1487268551266.jpg

Sejak diluncurkan tahun lalu (saya nggak tahu persisnya), saya sudah sangat meminati ponsel yang dikeluarkan oleh Smartfren, yaitu Andromax A. Berulang kali saya bolak balik ke toko melihat live demo produk ini.

Namun, keinginan untuk beli, tidak pernah kesampaian. Duitnya kepake buat yang lain dan saya juga keburu dapat pinjaman ponsel xiaomi.

Keinginan memiliki ponsel ini, akhirnya terwujud ketika saya melalui aplikasi kredivo bisa kredit dengan membayar 30 hari setelah membeli barang. Keinginan terwujud.

Setelah barang tiba di tangan saya, saya langsung unboxing dan menyalakan ponsel Andromax A ini. Untuk nomor, saya memakai nomor smartfren lama saya yang sudah aktif dan nomornya masih 11 digit.

Baiklah, saya akan membahas sedikit mengenai ponsel murah meriah ini. Untuk ukuran ponsel 4G, harga 650 ribu (harga resmi, saya beli di bukalapak cuma 550 ribu) sudah murah. Apalagi dibekali dengan processor quad core 1.1 Ghz dan RAM 1 GB.

Untuk membuktikan apakah sesuai dengan yang tertulis di box dan situs smartfren, saya menggunakannya aplikasi CPU-Z, sebuah aplikasi gratis untuk mengecek “dapur pacu” alias “daleman” ponsel.

Ternyata memang sesuai. Processor 1.1 Ghz Quad Core dan RAM 1 GB.

Karena di kosan saya memakai indihome, saya download aplikasi pake wifi. Kebetulan juga smartfren saya belum ada pulsa dan quota. Saya tidak menginstall aplikasi berat di ponsel ini karena saya sadar, secara spek, ya masih kurang.

Lagian saya membeli ponsel ini, sebagai ponsel alternatif dan buat whatsapp terkait urusan pekerjaan.

Yang saya install cukup whatsapp, aplikasi transportasi online dan wordpress, untuk mengunggah foto di situs yang saya kelola serta aplikasi toko online tokopedia dan buka lapak.

Untuk pemakaian whastapp setelah di install, lancar jaya. Tidak ada lag. Pas chatting dengan teman juga okeh punya. Sekali lagi lancar.

Begitu juga ketika saya mencoba aplikasi gojek, grab dan uber. Tidak ada halangan berarti. Masih asik-asik saja. Saya yang sempat install facebook di ponsel ini, tidak melihat adanya hambatan.

Berpindah-pindah aplikasi juga, masih lancar. Swipe kiri kanan asik juga. Multitasking masih yahud.

Yang sedikit kurang adalah, ketika posisi ponsel sedang “sleep” dan ingin dibangunkan dengan memencet tombol power di bagian samping kanan di bawah tombol volume, ada sedikit lag. Tapi tidak terlalu mengganggu. Hanya seper sekian detik saja kok.

Itu dari sisi mesin. Bagaimana dengan layar ponsel ini? Layar Andromax A yang berukuran 4,5 inci, dengan resolusi 480 X 854 pixel dengan kerapatan 217 dpi, sudah enak dipandang. Apalagi ada teknologi SVI ketika kita outdoor, masih terlihat cerah. Sangat baik untuk ukuran ponsel murah meriah begini.

Lanjut ke kamera. Kamera belakang 5 megapixel begitu juga dengan kamera depan untuk video call dan selfie. Untuk ukuran ponsel semurah ini, masih baik. Kita jangan samakan lah dengan kamera ponsel yang mahal diatas dua juta. He he.

Gambar outdoor masih bagus. Indoor? Saya udah malas mencoba. Tahu sama tahu saja lah. We can not count on! NGgak bisa diharapkan.

ini contoh hasilnya


Untuk suara, karena saya memakai headset original apple, wah asik didengar. Terima kasih untuk teknologi snapdragon audio+ nya. Syaratnya biar enak, jangan pakai headset bawaan.

Material ponsel ini juga enak dipegang. Layar sudah ditambahi antigores. Sayangnya masih gampang kegores. Mungkin saya akan ganti dengan tempered glass mungkin.

Kapasitas baterai 1950 mAH juga sudah  sangat baik. Kalau jarang-jarang dipakai, bisa nyala lama. Saya dari pagi sampe sore masih cukup kok.

Overall, ponsel murah ini mumpuni untuk media sosial, aplikasi toko online dan chat. Saya tidak mencoba game berat di ponsel ini karena sadar akan kemampuannya. Bagi kamu yang mencari ponsel untuk sekedar Whatsappan, browsing, pesan transportasi online, atau mau berbelanja di online store, sudah sangat cukup.

Kita tidak bisa berharap lebih pada ponsel ini untuk tugas berat. E-mail, blogging, baca berita, sudah sangat cukup. Dan tidak sia-sia saya beli ponsel ini karena menjadi ponsel alternatif yang sangat cukup.

read more
Bauni

XXX : Return of Xander Cage : Sebuah Film yang Hanya “Full Action”

xander cage

Sebagian besar dari kita pastilah sudah menonton film yang sudah banyak sekuelnya, yaitu Fast Furious. Yang saat ini sudah mencapai seri ke-7 dan ke-8 nya akan segera muncul.

Oke, saya tidak akan membahas soal film tersebut. Sekuel fast furious ini muncul ketika saya menonton film XXX : Return of Xander Cage yang sementara tayang di bioskop.

Oke mari kita mulai review sedikit soal film Return of Xander Cage ini. Oh iya, saya juga sudah menonton film XXX pertama ketika Xander Cage yang diperankan Vin Diesel tayang.

Nah setelah XXX yang diperankan Vin Diesel, ada kelanjutannya, yang memerankan bukan Vin Diesel, tapi sudah Ice-cube yang memerankannya. Dia memerankan tokoh sebagai XXX di sini, dengan nama peran Darius Stone.

Oke balik ke review lagi ya. Opening dari XXX: Return of Cage ini, seperti biasa. Yang muncul duluan adalah Gibbons yang diperankan Samuel L Jackson bersama dengan pesepakbola Neymar Jr.

Cerita berlanjut dengan pencurian namanya Pandora Box, yang dilakukan oleh Donnie Yen dan kawan-kawannya. NSA yang ingin mencari Pandora Box tersebut, mencari agen yang mampu.

Dan ternyata, pilihan jatuh pada Xander Cage, yang ternyata belum mati (di film XXX yang diperankan oleh Ice-Cube, Xander Cage dikatakan mati).

Selayaknya film XXX pertama, adegan dibuka dengan adegan xtreme sport yang dimainkan oleh Xander Cage. Coba deh nonton film pertama XXX ini.

Setelah berhasil menemui Xander Cage, agen Jane Marcke kemudian langsung mengantar Xander Cage untuk berburu Pandora Box yang diketahui berada di Filipina. Disini kemudian, sebenarnya Xander Cage merekrut timnya.

Perburuan Pandora Box ini melibatkan aksi olahraga ekstrim yang membuat film ini seru. Begitu juga dengan adegan tembak-tembakan dan adegan berkelahi yang membuat ini bagi saya, full action. Film laga. Ya eyalaaah.

Secara cerita, film ini ya standard film agen rahasia, atau agen khusus dengan timnya yang berburu barang yang ingin dicari. Cerita mirip banyak ditemui di film lain. Plot nya juga begitu.

Perkenalan anggota tim XXX di sini juga dibuat ditengah-tengah setelah Xander merekrut mereka. Yang tidak asing lagi, adalah plot film yang seperti biasa, ternyata orang dalam yang bermain dengan barang yang dicari. Sudah banyak kan yang mirip?

Kalau bicara soal sinematografinya, tidak banyak diharapkan mencari gambar indah. Hanya gambar-gambar penuh aksi saja. Dan permainan teknologi yang tidak membuat saya terlalu tercengang.

Adegan parkour dari Toni Jaa yang diperankan oleh Toni Jaa asik untuk dilihat. Ditambah dengan aksi kungfu Donnie Yen juga asik. Tapi itu bukan sesuatu yang baru juga.

Yang menarik perhatian saya dari film ini adalah kehadiran Kris Wu dan Deepika Padukone. Aktor dan Aktris berdarah asia ini menambah semarak film ini. Apalagi Deepika yang memerankan Serena, so sexy.

Tapi, ada bagian dari film ini, oke sorry kalau saya spoiler atau membocorkan. Tapi ketika Darius Stone pada akhirnya muncul di film ini, dan sejumlah tokoh ini ternyata mereka adalah XXX atau Triple X, akhirnya membuat saya berpikir, wah ini jadi The Next Fast Furious.

Mengapa? Fast Furious di seri ke-4 nya, para jagoan di film-film sebelumnya dikumpulkan untuk menjadi tim. Begitu bukan?

Nah inilah yang terjadi di XXX : Return of Xander Cage ini.

Darius Stone di film sebelumnya dikumpulkan dengan sejumlah anggota XXX lainnya. Mereka menjadi berteman. Nah lho! Bukan tidak mungkin akan ada sekuel selanjutnya dengan model Fast Furious. Ada tim yang terkumpul dari film ini dan bisa membuat ada kelanjutannya.

Ya sudahlah, film ini memang cuma buat seru ditonton sebagai hiburan. Kita tidak bisa berharap banyak dari film ini.

Mencari hiburan dengan menonton, film ini sangat layak ditonton.

read more
AplikasiFeatured

Memantau Lalu Lintas Lewat Aplikasi “NTMC POLRI TV”

img_5429

Dalam hidup kita, pastilah kita akan melakukan aktifitas di jalan. Baik untuk urusan kerjaan, keluarga hingga urusan pribadi. Ketika berada di perjalanan, pastilah sebagian dari kita akan menggunakan kendaraan pribadi, kita biasanya memonitor situasi lalu lintas lewat radio yang ada di kendaraan kita ataupun lewat gadget.

Lalu lintas juga kita biasanya memonitor lewat social media melalui sejumlah akun twitter, semisal milik Polda Metro Jaya ataupun NTMC Mabes Polri. Begitu juga sejumlah akun radio, ataupun media juga kerap memberikan informasi lewat twitter.

Ketika saya menjadi panitia Rembuk Nasional 2016 di Grand Sahid Jaya, di depan Puri Agung saya melihat ada booth atau stand Mabes Polri. Ketika saya menghampiri, kemudian seorang Polwan Cantik, Bripda Tiara, memberikan informasi kepada saya soal aplikasi yang bisa memantau Lalu Lintas.

“Mas udah install aplikasi NTMC POLRI TV belum? ” tanya Tiara kepada saya. Saya pun bilang, wah ada aplikasinya buat di gadget ya? Selama ini saya memang mengetahui informasi lalu lintas lewat akun twitter NTMC Mabes Polri. Ternyata sudah ada aplikasinya juga.

Mbak Tiara mengatakan, aplikasi ini ada di Playstore maupun Appstore. Karena saya pakai iPad, saya pun bertanya apakah tersedia buat iPad. Karena mbak Tiara bilang tersedia, saya pun langsung membuka appstore dan mencari aplikasi. TERNYATA BENERAN ADA!!

Saya pun menginstall dan setelah itu, Tiara memberikan penjelasan kepada saya. “Tap gambar yang ini ya,” kata Tiara menunjuk icon bergambar televisi.

Setelah itu sejumlah menu terlihat. Wah keren deh. Yang menarik perhatian saya adalah CCTV Live. Di menu ini ketika saya tap dengan dibimbing polwan cantik (duh jadi nggak konsen deh), ada sub menu seperti Metro, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Lampung.

WAW!

Saya bisa melihat situasi lalu lintas secara langsung dari gadget saya dong!! Ini mah keren!!

Tiara bahkan bilang ke saya, untuk CCTV di Jalur Mudik lewat Utara maupun Selatan bisa dilihat juga. Wah-wah waaaah!!!!!!!! Asik nih, kita bisa melihat lalu lintas lewat CCTV di Sejumlah daerah dan juga Jakarta.

Karena aplikasi ini sangat mudah, tidak perlu penjelasan cukup banyak dari Tiara. Saya langsung bisa tap sana sini untuk mengakses CCTV di sejumlah ruas jalan.

Bisa saya katakan aplikasi ini sangat mudah. Tidak perlu ribet untuk buka. Tinggal pilah pilih saja. Kita bisa lihat situasi lalu lintas.

Buat pengendara, sebelum melewati jalur tertentu, bisa buka aplikasi ini. CCTV yang ditampilkan juga 24 jam dan real time. Asik deh.

Kekurangan dari aplikasi ini, ya butuh internet yang cepat aja. Maklum, streaming. Selain itu juga, beberapa CCTV ya suka offline aja. Tapi setidaknya bermanfaat.

Sudah install? Tersedia kok buat gadget berbasis Android atau iOS. Install yukk!!

Untuk screen shot aplikasi ini, bisa dilihat di galeri foto di bawah ini :

This slideshow requires JavaScript.

read more
Bauni

Inferno : Diajak Berpetualang ke Tiga Kota Bersejarah

Tom Hanks;Felicity Jones

Dua tahun lalu, ketika novel karya Dan Brown, yang terakhir, Inferno dijual di toko buku, saya sangat antusias membelinya. Dan Brown ini, saya suka novelnya.

Saya awalnya mengira, Novel ini tidak akan difilmkan dalam waktu dekat, karena saya mengambil contoh dari film-film yang diadaptasi dari Novel Dan Brown seperti Angels & Demons atau Da Vinci Code.

Beberapa bulan lalu, karena saya rajin mengecek film yang akan dirilis dari IMDb.Com sangat girang ketika Inferno ternyata dibuatkan film, meskipun saya bertanya kenapa kayak Lost Symbol tidak dibuatkan film. Tapi no problem.

Akhirnya kesempatan saya menonton Inferno datang juga. Setelah saya nonton Snowden (akan saya buat juga blog tentang film ini), saya akhirnya menonton Inferno. (Baca blog saya di journal.my.id ketika saya nonton dua film dalam satu hari).

Okei, film ini merupakan adaptasi dari Novel Dan Brown berjudul sama. Inferno. Seperti yang sudah saya baca di novelnya, Inferno ini mengisahkan tentang sebuah virus mematikan yang dibuat oleh Bertrand Zobrist yang diperankan oleh Ben Foster.

Seperti dua film yang diadaptasi dari Novel Dan Brown, Profesor Robert Langdon berperan dalam pemecahan kode atau teka-teki. Dia memang ahli dalam hal ini. Dan yang saya suka, Profesor Langdon ini masih diperankan oleh Tom Hanks.

Cerita dari film Inferno ini, adalah virus yang dibuat oleh Zobrist, berbahaya dan menjadi incaran banyak pihak. Baik yang ingin menjualnya, maupun seperti WHO.

Virus ini disembunyikan dengan rapi di sebuah tempat. Dan untuk mengetahui tempat virus tersebut disembunyikan, harus mengikuti teka-teki. Teka teki awal dibuat di dalam lukisan “Inferno” buatan Dante yang diproyeksikan melalui projector faraday.

Robert Langdon bersama dengan dokter Sienna Brooks (Felicity Jones), mengikuti petunjuk yang ada. Mereka pun sampai ke Palazzo Vecchio dan tempat bersejarah lainnya di Kota Firenze (Florence) Italia.

Di kota ini petualangan dimulai. Kita akan diajak berpetualang ke sejumlah lokasi bersejarah. Ini yang saya suka dari film ini. Kita diajak berpetualang.

Petualangan memburu virus ini akhirnya berlanjut ke kota di Italia berikutnya. Venezia. Kita juga diajak untuk melihat sisi sejarah dari kota ini.

Saya seakan dibuat mengikuti petunjuk dan teka-teki di film ini. Untuk bisa menikmati film ini tentu kita harus mengikuti secara seksama. Sayang kalau terlewatkan.

Setelah dari Venezia, petualangan terakhir di Istanbul Turki. Dan kita akan disuguhkan tempat bersejarah yang jarang diketahui orang. Haga Sophia memang sangat terkenal, tapi, ada satu tempat lagi yang sangat terkesan bagi saya.

Di film ini, kita jangan berharap aksi kejar-kejaran seru seperti di film Jasoun Bourne terakhir. Ini film, memamh berburu virus berbahaya, tapi tidak didisain untuk film aksi.

Saya melihat ini sebagai film petualangan yang dibumbui mencari virus dengan mengikuti petunjuk dan teka-teki. Asik memang menonton film seperti ini karena kita diajak berpetualang.

Tom Hanks memang cocok memerankan sebagai Profesor Langdon. Dia memainkannya dengan cerdas. Begitu pula dengan pemain lainnya. Kita tidak perlu meragukan kualitas aktingnya.

Tidak ada special effect berlebihan di film ini. Begitu juga, mungkin tidak ada CGI di film ini. Ending film juga tidak bisa ditebak. Kecuali yang udah membaca novelnya, udah tau endingnya. Tapi ketika membaca novelnya juga saya tidak bisa menebak endingnya. Kalau saya cerita endingnya, ataupun lebih detail, nanti akan dibilang spoiler.

Dan Brown memang jago membuat kita berpetualang di Italia melalui film ini (dan juga dua film sebelumnya). Kita bisa melihat karya seniman-seniman hebat di film ini, yang mungkin kita tidak tahu (bagi sebagian orang).

Bagi penikmat film seperti saya, tidak perlu susah payah dan repot mencari plot hole dalam film ini. Tinggal menonton dan ikuti plotnya saja. Dijamin seru dan asik.

Tidak menonton film ini? Jelas rugi dong!

Poster Inferno di IMDb
Poster Inferno di IMDb
read more
Aplikasi

Mengetahui Harga Pangan di Jakarta Lewat Aplikasi IPJ

img_3695

Sudah baca ulasan saya mengenai aplikasi iJakarta, sebuah aplikasi perpustakaan digital untuk membaca buku secara gratis? Aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Selain aplikasi Digital Library iJakarta tersebut, ada aplikasi juga yang dikembangkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Namanya adalah Informasi Pangan Jakarta (IPJ).

Aplikasi ini sudah tersedia di Playstore untuk yang berbasis Android dan di Appstore untuk yang berbasis iOS.

Saya mengetahui aplikasi ini, ketika saya mencari aplikasi iJakarta dan di layar tablet saya, iPad Mini 2, ada aplikasi ini juga yang ditawarkan untuk diinstall.

Awalnya saya tidak tertarik, tapi lama kelamaan pengen install juga. Setelah saya install, dan saya menjalankan atau membuka aplikasi ini, jujur saja, saya terkagum-kagum.

Kenapa? Karena bagi saya aplikasi ini sangat bermanfaat. Terutama bagi ibu-ibu atau asisten rumah tangga (ART) yang ingin berbelanja ke pasar, bisa mengetahui harga pangan atau kebutuhan pokok.

Yang keren dari aplikasi ini, selain menyajikan harga rata-rata seluruh kebutuhan pokok atau bahan pangan di seluruh DKI, kita bisa melihat harga kebutuhan pokok berdasarkan pasar.

Kita tinggal memilih pasar mana, mengetuk atau “tap” dan akan tampil di layar ponsel atau tablet kita daftar harga.

Selain memilih pasar mana, kita juga bisa memilih berdasarkan komoditas. Bisa beras, sayur mayur dan buah, kebutuhan pokok I dan Bahan Pokok II.

Tinggal mengetuk, dan memilih berdasarkan komoditas. Simpel sekali.

APlikasi ini, dari penelusuran saya, merupakan bagian dari Jakarta Smart City. Dan aplikasi ini sangat bermanfaat. Kita tidak perlu repot menebak-nebak harga barang di pasar.

Kita juga tidak perlu khawatir ke pasar dengan tidak membawa uang yang cukup, karena kita sudah mengetahui harga rata-rata.

Boleh dibilang, Pemprov DKI memang terus berinovasi dengan mengeluarkan aplikasi yang bermanfaat seperti ini. Dan ini, bagian dari Jakarta yang Bersih, Maju dan Melayani.

read more
BauniFeatured

Jason Bourne : Tegang Terus dan Gokil!

jason bourne

Jason Bourne merupakan salah satu film yang saya tunggu-tunggu untuk ditonton tahun 2016 ini. Tiga film Bourne sebelumnya, yang diperankan Matt Damon, saya tuntun semuanya.

Karena itu, ketika mulai tayang pekan lalu di jaringan bioskop yang ada di tanah air, tak perlu banyak berpikir, saya langsung tonton film ini.

Adegan pembukaan, adegan bayangan masa lalu Jason Bourne ditampilkan. Dan berlanjut kemudian Jason yang ingin bertahan hidup dengan menjadi petarung di Yunani.

Adegan kemudian berpindah ketika salah seorang mantan agen CIA, Nicky Parson yang diperankan oleh Julia Stiles meretas sistem CIA untuk mendownload sejumlah dokumen penting terkait black ops CIA dan masa lalu Jason Bourne.

Seperti biasa, CIA berhasil mendeteksi peretasan ini. Namun, data keburu berhasil dicuri. Adegan selanjutnya, tentunya memburu Nicky yang akhirnya bertemu dengan Jason di Yunani.

Adegan kemudian berjalan dengan semakin tegang. Adegan kejar mengejar, memburu Jason dengan menggunakan aset CIA yang seorang pembunuh bayaran, membuat penonton seakan tidak bisa bernafas, dan terpaku di kursi bioskop untuk mengikuti adegan demi adegan di film ini.

Di film ini, teknologi kecanggihan “surveillance” atau pengawasan dan pengintaian CIA ditampilkan blak-blakan. Apa yang dilihat dari teropong senapan penembak jitu, bahkan bisa dipantau langsung oleh CIA di Langley.

CIA melalui agent Cyber mereka, Heather Lee yang diperankan Alicia Vikander, bahkan bisa “meng shutdown” hanya melalui sebuah ponsel biasa. Ini gila.

Permainan kotor CIA juga tak segan dipamerkan di film ini. Bagaimana CIA ingin membunuh Jason di film ini ditampilkan gila-gilaan. Bahkan seorang rekanan CIA juga ingin dibunuh di film ini dengan permainan yang apik, meskipun gagal.

Matt Damon masih terlihat prima di film ini dengan adegan bertarung dan kejar-kejaran. Teknologi canggih memang ditampilkan di film ini. Tapi adegan adu fisik membuat film ini semakin seru.

Matt Damon, berperan dengan baik. Alicia Vikander sangat apik menjadi agen CIA di film ini. Tommy Lee Jones juga sangat pas berperan sebagai Direktur CIA, Robert Dewey, yang dingin dan tak segan memerintahkan aset untuk membunuh.

“Walking Camera” yang menjadi khas film Bourne sebelumnya, masih menjadi ciri khas di film ini. Ini membuat film semakin gokil.

Film ini memang keren. Asik buat ditonton. Meski belum ada hal baru di film ini, setidaknya identitas Jason mulai terkuak. Dan akan ada sequel atau kelanjutan dari film ini. Saya pasti menunggunya.

read more
AplikasiFeatured

Mata2, Aplikasi Informasi Bioskop Lengkap & Mudah

img_2384.jpg

Menonton film, sudah menjadi kegemaran saya, walaupun saya masih pilih-pilih film apa yang mau ditonton. Ya, suka menonton, bukan berarti movie freak, atau gila menonton.Selain gemar menonton film, saya juga ini, penggemar gadget. Namun, bekakangan ini, saya tidak pakai smartphone. Pakai tablet besutan apple aja. IPad Mini 2.

Sebelum menonton, atau ingin mengetahui film apa yang tayang di bioskop, kalau pake smartphone, saya menginstall aplikasi dari jejaring bioskop 21 atau cgv blitz.

Kutu kupret atau yang bikin sebel, di iPad mini, aplikasi mereka tidak tersedia. Basicly, bisa diinstall pake aplikasi iPhone. Tapi ya, jadi dipaksa gitu, kurang yahud jadinya.

Tapiii, ternyata, ada satu aplikasi, yang menyediakan jadwal bioskop dan film apa aja yang akan segera tayang di bioskop. Namanya Mata2. Developernya Appsindo Technology.

img_2384.jpg
Aplikasi ini, menyediakan jadwal bioskop di tiga jaringan bioskop yang ada di Indonesia saat ini. Grup 21, CGV Blitz dan Cinemaxx. Tinggal kita tap di tiga garis kiri atas apps, akan muncul pilihannya.

mata2 (1)

Nah, untuk setiap jejaring bioskopnya, ada tiga menu utama di bagian atas tengah. Now Playing (yang sedang tayang), Coming Soon (akan datang) dan Theater atau daftar bioskop. Oh iya, di bawah nama jejaring bioskop kita bisa pilih kota dulu. Tapi, kita nggak perlu repot. Location akan menentukan kota nya kok.

IMG_2386

Kalau kita memilih film yang ada di now playing, akan ada sinolpsis singkat dan jadwal bioskop dan di bioskop mana saja film yang kita pilih dengan cara mengetuk atau tap dan megscroll layar ke bawahIMG_2387

IMG_2388

Beda dengan di coming soon. Cuma ada sinopsis saja. Eh iya, ada trailer film juga. Kita tinggal tap, akan ditayangkan trailernya.

mata2 (7)
Kalau kita memilih bioskop di menu Theater, akan tampil alamat bioskop, dan juga harga tiket sesuai kelas bioskop. Dan kalau kita scroll ke bawah, ada jadwal film apa saja yang sedang tayang. Very simple.

mata2 (5)

Kalau tidak ada highlight di jadwal bioskop, itu berarti jam tayangnya sudah kewat.

Kita juga bisa “membookmark” bioskop tertentu yang menjadi langganan kita, sehingga nama bioskop akan muncul pada menu samping kiri di bawah nama jaringan bioskop (tap pada garis tiga kiri atas layar untuk memunculkan menu samping kiri).
Nah saya membookmark tiga bioskop. Blitz MoI, Artha Gading dan Sunter.

Kelebihan aplikasi ini adalah, kita tidak perlu menginstall masing-masing aplikasi jaringan bioskop. Cukup satu aplikasi ini saja. Dia juga mendapat feed dari masing-masing bioskop untuk jadwal film.
Kita juga tak perlu repot berpindah aplikasi kalau hanya sekedar mencek jadwal bioskop.

Secara performa, aplikasi ini enteng. Jadi tidak butuh waktu untuk nongol ketika ditap. Berada di jaringan edge juga aplikasi ini tetap jalan. Cuma jadi lambat aja untuk keluar jadwal filmnya. Maklum lah, kan berbasis internet.

Kekurangan aplikasi ini, kita tidak bisa membeli tiket bioskop. Tapi ya itu, apakah kita sering beli tiket lewat aplikasi? Nggak juga kan? Paling ya kita cuma cek jadwal aja. Jadi kalau untuk cek jadwal, aplikasi ini sudah sangat lebih dari cukup.

Nah ada lagi kekurangannya, kadang2 poster film yang ada di tampilan suka berbeda. Tapi yang penting kan jadwalnya.

Aplikasi ini tersedia untuk iOS dan Android. Bisa di smartphone dan tablet.

Selamat mencoba!

read more
1 2 3
Page 1 of 3