close

Makang Sadap

Makang Sadap

Pecel Enak di Mangga Dua

wp-1486533854770.jpg

Mangga Dua ini, hingga saat ini masih merupakan lokasi favorit saya untuk saya kunjungi baik untuk urusan komputer maupun gadget.

Nah, kalau membawa sepeda motor, saya biasanya parkir di parkiran motor depan hotel Le Grandeur Mangga Dua, yang dulunya dikenal dengan Hotel Dusit.

Setelah parkir motor, saya berjalan kaki ke arah Mall Mangga Dua lewat pintu keluar mobil dan motor yang berada di sebelah Le Grandeur ini.

Di sebelah pintu keluar sepeda motor dan mobil ini, ada ibu-ibu yang berdagang nasi pecel. Dia di pinggir jalan, dan bukan berdagang dengan gerobak. Dia menjual pecel dengan bakul.

Nah pecel yang dijual ibu ini, bagi saya enak. Pecel memang kuncinya ada di bumbu pecelnya. Bumbu pecel si ibu ini, untuk ukuran lidah saya, gurih atau spicy. Menggoyang lidah. Gurihnya pas, pedasnya juga pas.

Sayuran untuk nasi pecel ibu ini, dikukus dan berasal dari sayuran segar. Ditambah dengan bumbu pecel yang top markotop, pastilah sayuran ini makin enak disantap.

Biasanya saya pesan nasi pecel dengan tambahan telur dadar atau ikan tongkol. Saya sih lebih prefer pakai telur dadar.

Kalau pakai telur dadar, saya membayar nasi pecel sepiring, sangat murah. Cuma Rp 8.000. Saya malah pernah makan nasi pecel saja, tanpa tambahan lauk, dan membayar Rp 6.000.

Nasi pecel ibu ini dijual mulai jam 11.00, dan biasanya dalam dua jam sudah ludes. Beberapa kali saya mencari si ibu di atas jam 13.00, sudah tidak jualan atau nasi pecelnya sudah habis.

Jadi, kalau saya ke mangga dua dan memang ingin makan pecel ibu ini, saya biasanya sebelum jam 13.00 sudah harus tiba di Mangga Dua.

Pecel ibu ini memang recommended deh. Silakan dicoba.

Ibu-ibu penjual Pecel di dekat Le Grandeur Mangga Dua
read more
Cafe & Resto

Ragam Masakan Daging Babi di Kedai Acu Mall Artha Gading

Kedai Acu MAG (1)

Bicara soal makanan, mall memang menyuguhkan beragam masakan. Baik di restoran maupun di food court. Sama seperti yang di Mall Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Namun, dari sekian banyak tempat makan di Mall Artha Gading, di lantai Lower Ground ada sebuah tempat makan yang saya sukai. Tempat makan ini ada di semacam kantin tidak berjauhan dari Super Market Diamond.

Kantin di sini menjual beragam makanan dan ada beberapa kedai. Salah satunya adalah Kedai Acu. Kedai Acu ini kenapa saya sukai, karena menyajikan masakan berbahan daging babi.

Bukan cuma satu atau dua kali saya makan di sini. Makanannya ada paketnya. Paket dengan Nasi ditambah masing-masing 1 lauk dan sayur, harganya Rp. 20.000, sementara paket Nasi dengan 2 Lauk dan 1 Sayur, Rp 25.000.

Biasanya saya makan paket yang Rp 25.000. Dua lauk soalnya. Oh iya itu soal harga.

Soal masakannya, masakan daging babinya macam-macam. Ada lebih dari 10 jenis. Ada babi kecap, ada babi rica, ada kuping babi, ada babi merah, rusuk babi dan ragam masakan lainnya.

Sayur di kedai Acu ini seperti sop, capcay dan lainnya. Saya nggak hapal.

Yang saya sukai di kedai acu ini adalah babi kecap dan babi merahnya. Sudah sering kali saya memesan dengan lauk ini. Rasanya? Tidak perlu saya jabarkan. Jelas enak. Bumbu terasa dan tidak hambar.

Mau mencoba?

read more
FeaturedMakang Sadap

Sate Madura di Pasar Sunter Podomoro, Mantap Rasanya

sate pasar sunter (4)

Sate? Wah bicara soal makanan khas Indonesia ini, termasuk makanan yang sangat saya sukai. Di Ibukota negara tercinta ini, banyak sekali bertebaran pedagang sate. Dari yang gerobak dorong, lapak kaki lima sampai sate restoran.

Ada salah satu lapak sate kaki lima yang saya sukai di Jakarta ini, di Jakarta Utara. Lokasinya ada di Pasar Sunter Podomoro, belakang Mall Sunter. Saya kasih informasi belakang mall Sunter aja biar gampang.

Sebenarnya, saya sudah beberapa kali makan ke sana. Tapi saya belum kembali menjadi aktif blogger. 12 Desember lalu, seusai saya blusukan ke enam spot, atau enam titik, saya memilih atau memutuskan makan sate di blakang Mall Sunter atau di pasar Sunter Podomoro ini. Sekalian lewat untuk pulang ke kosan.

Setelah memarkirkan motor, saya pun langsung memesan sate. So pasti 10 tusuk dong. Kali ini saya prefer sate kambing. Lagi pengen soalnya.

Sate pun dipanggang (bukan dibakar ya). Kurang lebih 10an menit, sate pun tersaji. Kalau makan sate kambing, yang paling pas memang bumbu kecap. Sate disajikan dengan irisan bawang, tomat dan bawang goreng.

Saya yang sudah tidak sabar, tak butuh waktu lama langsung menyantap. Sate Madura di Belakang Mall Sunter ini, daging kambingnya empuk. Plus Gurih. Kecapnya menambah rasa enak untuk sate kambing ini.

Saking enaknya, nasi pun saya tambah sepiring. Satenya memang mak nyoss untuk ditambah. Lemak dari Daging Kambing yang meleleh dan bercampur dengan kecap membuat bumbu kecap yang saya siramkan ke nasi, membuat semakin enak.

Tak terasa, nasi dan tambahan nasi beserta sate ludes saya santap. Harga 10 tusuk sate kambing, nasi 1,5 piring dan es teh tawar, saya tebus dengan harga 25.000. Nggak mahal kan?

Mau mencobanya?

read more
FeaturedMakang Sadap

Gado-gado Depan Mitra Praja yang Masih Enak

Gado2 Dpn Mitra Praja (3)

Soal makanan favorit saya, selain nasi pecel (yang beneran ada pecelnya), bisa dibilang saya juga gemar menyantap gado-gado. Makanan yang khas Indonesia ini, yang jual mulai dari kaki lima hingga restoran dan di foodcourt mall.

Tapi, kalau soal penjual gado-gado, saya tetap suka menyantap gado-gado versi abang-abang atau versi Pedagang Kaki Lima (PKL).

Semenjak tahun 2004 lalu, ketika saya mulai beraktifitas di Kepulauan Seribu, saya sering bolak-balik ke depan Gedung Mitra Praja, Jalan Sunter Permai 1, Sunter Agung di Jakarta Utara.

Di Depan Gedung Mitra Praja ini, ada bapak-bapak yang tidak pernah saya tanya namanya, yang menjual gado-gado enak.

Secara kebetulan, Kamis 8 Desember ini, saya yang habis berpetualang blusukan melihat pedestrian di Tanjung Priok, menuju ke Sunter. Saya ingin main-main ke Mitra Praja. Ketika saya melintas di depan atau seberang Mitra Praja, saya tiba-tiba pengen makan gado-gado ini.

AKhirnya, saya pun berhenti di lapak Gado-gado yang sudah jadi langganan saya sejak tahun 2004 ini. Karena waktu masih 11.28, belum terlalu ramai, jadi tidak perlu antri lama untuk memesan gado-gado.

Setelah memesan, kurang lebih lima menit tersajilah gado-gado pesanan saya. Bumbu kacang gado-gado memang adalah kunci, dan bumbu kacang gado-gado bapak ini, masih enak.

Sayuran, tahu, tempe, pare dan bagan lainnya di gado-gadonya juga fresh. Ini yang saya suka dari bapak ini. Sayuran dan bumbu kacangnya mantap benar.

Bumbu kacangnya begitu menggoyang lidah. Tidak hambar. Biasanya gado-gado abang-abang suka ada yang bumbu kacang bisa dikatakan tidak ada rasanya alias hambar. Tapi gado-gado langganan saya ini memang mantap punya.

Harganya juga tidak mahal. Lengkap dengan nasinya, saya hanya membayar 15.000 plus dengan minuman es teh tawar. Kita juga bisa memesan gado-gado dengan lontong ataupun hanya gado-gadonya saja.

Kalau jam makan siang, yang memesan untuk bungkus banyak sekali. Begitu juga yang makan di tempat, sampai antri. Terkadang jam 13an gado-gado bapak ini sudah ludes terjual.

Mau mencobanya?

read more
Makang Sadap

Kwee Tiaw Goreng Mas Subur Ternyata Enak Juga

img_4660

Setelah mencicipi mie goreng dan nasi goreng bang Subur di Jalan Swadaya, Kebon Bawang, Tanjung Priok, entah kenapa saya masih kepengen makan lagi masakan bang Subur ini.Sepulang dari Kantor saya ke Walang Futsal. Janjian ketemu dengan orang di situ. Ketemu teman-teman.

Setelah urusan selesai, saya meluncur ke Kelapa Gading. Muter-muter di Kelapa Gading, entah kenapa yang terbayangkan adalah Nasi Goreng Subur ini.
Setelah muter-muter nggak jelas, akhirnya memutuskan kembali ke Kosan. Mau makan nasi goreng juga sekalian. Saya pun meluncur dengan motor pinjaman pak Darso.

Sampai di warung makan bang Subur, karena sudah tiga hari makan berturut-turut, pas parkir motor dan buka helm mas Subur langsung tanya.

“Pesan Nasi Goreng?”

Saya pun menanyakan,

“Ada kwee tiaw?”

“Ada”

“Oke saya pesan Kwee Tiaw Goreng, nggak pedas dan tanpa telur”

Kurang lebih 5 menitan, Kwee Tiaw sudah tersaji. Berhubung perut sudah pengen diisi, saya langsung tancap gas menyantap Kwee Tiaw Goreng.

Wah, ternyata enak. Kecap berasa enak, bumbu nya juga berasa enak. Tidak hanya nasi goreng dan mie goreng bang subur yang enak. Kwee Tiaw Gorengnya juga enaak. Waduuuh!

Karena enak, tak terasa makanan cepat habis.

Kwee Tiaw Bang Subur ini ada irisan sayuran kol dan sawi, plus ada daging dan baksonya. Top memang. Dia konsisten memasak enak.

Selesai makan, saya membayar. Harga juga ternyata sama. 10.000 Rupiah saja.

Berikutnya saya akan coba mie godog. Lah bukannya seperti di blog sebelumnya, saya pengen mie rebus? Wah itu buat besok saja deh.

read more
Makang Sadap

Nasi Goreng Mas Subur yang Enak

img_4652

Lapak NSemenjak ngekos di Swasembada Timur, Kebon Bawang, Tanjung Priok, saya setiap pulang kerja, tentunya mencari makan yang tidak jauh dari kosan saya. Itu sudah menjadi prosedur tetap.Kebetulan memang, di sekitaran tempat kos saya, banyak warteg, penjual mie instan, ketoprak hingga abang-abang penjual nasi goreng. Di Jalan Swadaya memang bertebaran penjaja makanan.

Tapi, ini kejadian unik. Ada satu tempat makan nasi goreng, yang sering saya lewati. Saya dari kos, beberapa kali makan warteg dan makan nasi goreng abang-abang di jalan bugis seperti yang saya ceritakan di food blog saya yang sebelumnya.

Nah karena penjual nasi goreng ini saya lewati cenderung sepi, ya saya menganggap nasi goreng atau mie goreng yang dijualnya kurang enak. Kan biasanya begitu.

Hingga akhirnya, saya kemudian pengen beli nasi goreng di tempat saya biasanya beli, tapi kebetulan dia nggak jualan. Saya beranjak menuju ke warteg, tapi tiba-tiba saya malas makan warteg.

Saha akhirnya berniat untuk makan nasi goreng. Saya akhirnya menuju ke tempat nasi goreng yang sering saya liwati ini. Nasi goreng mas subur. Dia berdagang bukan gerobak atau tenda kaki lima gitu. Dia jualan di rumah, yang bagian depannya menjadi tempat makan.

Tempat memasaknya, di teras depan. Saya yang awalnya niatnya makan nasi goreng, berubah pikiran pengen makan mie goreng. Jadi saya pesan mie goreng. Bang Subur kemudian saya lihat merebus mie.

Jah ini yang sudah jarang terjadi. Dia masihnpakai mie telur. Biasanya sudah memakai mie instan seperti mie sedap atau indomie.

Tak berselang lama, pesanan saya datang. Tampilan mie gorengnya enak. Pas disantap, ternyata enak. Bumbu mie goreng begitu terasa. Tidak hambar. Saya menyesal. Kenapa nggak makan dari kemarin-kemarin di situ.

Setelah makan mie goreng di hari pertama, hari berikutnya saya mencoba nasi goreng. Dan ternyata enak juga. Nasi dan Mie Goreng bang Subur ini ada bakso dan suiran daging juga. Top dah rasanya.

Hari ketiga, atau hari ketika saya menulis blog ini, saya kembali makan nasi goreng. Konsisten enaknya. Tidak hambar seperti nasi goreng biasanya.

Harganya juga murah. Tanpa telur, saya hanya membayar 10.000 saja, baik untuk nasi goreng maupun mie goreng. Untuk berikutnya, saya akan mencoba menyantap mie godog atau mie rebus.

Oh iya, pas saya tanya, Mas Subur ini berasal dari Tegal. Ah enak juga masakan nasi goreng orang Tegal.

 

read more
Makang Sadap

Jus Buah Murah di Mall of Indonesia

jus-murah-1

Suka jalan-jalan ke Mall? Pastilah kita pernah ke mall kalau tidak bisa dibilang sering ke mall. Ke mall ngapain? Bukan hanya sekedar cuci mata atau window shopping aja kan?

Pasti kita ke mall akan jajan atau membeli sesuatu. Setidaknya makanan atau minuman. Tapi biasanya harga makanan atau minuman di mall, ya diatas yang di warung atau convenience store semacam alfamart atau indomaret.

Semisal juice atau jus buah. Kalau kita makan di resto yang ada di mall, harganya lumayan tinggi. Bisa diatas 15 ribu atau 20 ribu malah.

Tapi ini berbeda. Di Mall of Indonesia, selanjutnya saya bilang MoI, supaya lebih mudah ngetiknya, ada penjual jus murah. Di mana? Di lantai LG dekat carrefour.

Ada tiga penjual jus buah murah di depan Carrefour di kios-kios yang ada. Tapi ketika saya membeli jus Jumat 7 Oktober, tinggal dua penjual jus buah saja. Yang satu sudah tutup.

Soal harga, bisa saya katakan bahwa jus di kios-kios di mall ini murah. Harganya 8 ribu hingga 12 ribu rupiah. Tergantung buahnya. KalauĀ  buah impor biasanya 10 ribu. Kalau buah lokal hanya 8000. 12 ribu itu jus mix atau campuran buah.

Hari ini kebetulan saya beli jus alpukat. Kalau biasanya saya beli 10 ribu satu gelas berukuran sedang, hari ini saya membayar 12 ribu. Mungkin karena alpukat lagi mahal.

Membayar 12 ribu untuk jus alpukat, bagi saya masih murah. Kenapa? Jusnya masih kental. Biasanya jus di mall encer alias kebanyakan air. Nah jus di MoI ini kental lho. Susunya juga banyak.

Bukan hanya sekali sih sebenarnya saya beli jus di penjual jus depan Carrefour ini. Saya pernah beli jus kiwi, mangga, hingga jambu. Bukan di satu kios aja, tapi di kios yang lain juga.

Mau mencoba membeli? sering lho yang beli jus di sini sampai antri. Hehe

read more
Makang Sadap

Lapak Nasi Goreng Enak di Jalan Bugis Tanjung Priok

nasgor-pandawa-1

Di antara kita, pastilah pernah menyantap nasi goreng abang-abang, nasi goreng gerobak, nasi goreng tek-tek. Singkatnya, nasi goreng kaki lima.

Sebagai orang Indonesia, nasi goreng ini merupakan salah satu makanan favorit saya. Sangat mudah ditemukan penjualnya, dari kaki lima sampai yang mewah di restoran mahal.

Saya ini suka berpetualang mencari nasi goreng, yang terkadang di dekat tempat tinggal saya, ataupun dimana tempat saya pergi.

Dan kali ini “Petualangan” saya mencari nasi goreng ini, tertuju ke sebuah “lapak” nasi goreng di Jalan Bugis, Kebon Bawang Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lapak Nasi Goreng Pandawa.

Lapak penjual nasi goreng ini sedikit berbeda. Kalau lapak nasi goreng biasanya “open air” atau terbuka tanpa atap, yang hanya ditutup kalau hujan datang, yang ini sedikit berbeda.

LapakĀ  Nasi Goreng ini, lapak tenda seperti tenda pecel lele, yang bahkan ada kain poster besar, ya seperti pecel lele atau lapak makanan kaki lima lainnya.

Oke itu dari sisi lapaknya.

Karena saya memang niatnya memesan nasi goreng, saya kemudian memesan nasi goreng. Si Abang yang memasak, gondrong, langsung memasak nasi goreng.

Kalau dari yang saya lihat, nasi goreng sudah dimasak terlebih dahulu nasinya. Dia hanya tinggal memasak kembali dan menambahkan daging ayam.

Yes! Ada daging ayamnya. Biasanya kan nasi goreng abang-abang, atau nasi goreng gerobak, tidak mencampur daging ayam yang disuir-suir. Tapi di Nasi Goreng Pandawa ini ada.

Selesai dimasak (saya request tidak pakai telur), nasi goreng tersaji. Piringnya pun tidak seperti piring awam di abang-abang penjual nasi goreng. Lebih bagus piringnya.

Ketika saya menyantap, wah ternyata nasi goreng ini spicy. Terasa bumbunya. Tidak tawar, seperti nasi goreng abang-abang pada umumnya. Hohohohoho.

Nasi goreng abang ini memang enak. Tidak terasa satu piring sudah saya habiskan.

Harga nasi goreng juga masih standard. Karena tidak pakai telur, saya menebusnya dengan harga 10.000 saja. Mungkin kalau pakai telur di sekitar 12.000.

Saya memang tidak tanya ke abangnya kalau harga pakai telur berapa.

Beberapa hari setelah saya memakan nasi goreng di tempat ini, saya sempat kembali dan memesan mie goreng. Dan mie gorengnya enak. Saya tidak sempat mengambil gambar mie gorengnya, karena saya tidak membawa gadget ketika kembali makan di sini.

Tapi, bakmi goreng di sini, tidak seperti abang-abang lainnya yang memakai mi instan. Mie gorengnya masih memakai mie telur. Dan mie gorengnya juga enak. Terasa bumbunya.

Next time, saya akan mencoba kwee tiaw goreng atau mungkin mie godog atau mie rebusnya. Karena yang dijual di lapak ini, bukan hanya nasi goreng dan bakmi goren saja. Ada kwee tiaw dan juga mie rebus.

read more
FeaturedMakang Sadap

Enaknya Nasi Kuning Cakalang Om Meo di Tanjung Priok

img_4110

Semenjak tahun 2002, ketika pertama kali bertugas di Sinar Harapan, sebagai seorang stiringer, saya sudah bolak balik Jakarta Utara. Maklum saya penugasan liputan di Jakarta Utara.

Namun, tahun 2004 saya sudah berhenti dari Sinar Harapan. Tapi, bukan berarti saya berhenti ke Tanjung Priok. Ada saja job di Jakarta Utara ini.

Tahun 2005, saya masih tetap di Priok. Dan ada sepupu jauh saya mengajak saya makan nasi kuning khas Manado. Di Jalan Bugis. Wah, kalau di Manado saya memang doyan Nasi Kuning.

Tempat makan Nasi Kuning ini, bukanlah resto. Tapi, lapak kaki lima. Nah, yang jualan namanya Om Romeo, disingkat jadi Om Meo.

Selang beberapa tahun, saya sempat tidak makan di Nasi Kuning Cakalang Om Meo ini. Setelah kembali tinggal di Tanjung Priok, di Kebon Bawang, saya mendadak ingat sama Om Meo. Kangen Nasi Kuningnya.

Karena sering makan, akhirnya saya mencari di lokasi lapak kaki lima O Meo ini. Dan ketemu!! Tempat jualannya masih sama. Di Jalan Bugis sebelah Indomaret.

Selepas parkir motor, saya yang sudah craving untuk Nasi Kuning ini langsung masuk dan pesan.

“Makan di sini, nggak pakai telur”

Dan tersajilah nasi kuning cakalang, dengan cakalang suir mirip abon cakalang, dengan bihun goreng. Hmm semakin tidak sabar untuk menyantap.

Nasi Kuning nya ini yang saya suka, tidak berminyak. Berasnya pulen. Pas memang. Ikan Cakalang yang disuir-suir alias dihancurkan saya aduk-aduk dengan nasi kuning. Makin enak rasanya.

Tak terasa sepiring habis saya santap. Dan nambah lagi pastinya. Selesai makan, bayar. Untung 1,5 piring, saya bayar 29.000. Masih murah lah.

Jadi pengen makan lagi. Maklum udah lama nggak makan. Padahal ini langganan makan saya.

img_4109
Lapak Nasi Kuning Cakalang Om Meo
img_4112
Om meo. Sang pemilik lapak
read more
Makang Sadap

Kupat Tahu Enak di Penjaringan

kupat-sayur-1

Hari Minggu memang libur. Dan karena hari Senin 12 September itu Idul Adha, jadi long weekend. Dan yang seperti kalian tahu, orang-orang banyak yang keluar kota, mumpung libur.

Tapi tidak bagi saya. Dengan profesi freelancer seperti saya, nggak ada gaji, ya libur sih udah bukan akhir pekan aja. Begitu juga ketika bekerja, tidak mengenal akhir pekan. Kalau ada kerjaan, tancap gas!

Sama seperti hari Minggu 11 September. Saya ada di kantor walikota Jakarta Utara tempat saya mengupdate web dan blog saya. Saya sudah ada di Kantor Walikota Jakut ini, sudah dari jam 11an.

Setelah update web berita dan blog, saya mengirimkan pesan whatsapp kepada teman saya yang Kanit Intel Polsek Penjaringan. Janji bertemu. Dan setelah ok, saya sekitar jam 15an, ciao alias brangkat dari Kantor Walikota Jakut.

Karena jalanan kosong, tidak butuh waktu lama sampai ke Polsek Penjaringan. Sekitar setengah jam sudah tiba. Saya tidak kencang-kencang mengendarai motor. Sekalian menikmati perjalanan.

Sampai di Polsek Penjaringan, teman saya lagi keluar. AKhirnya saya nyari makan dulu. Suka ada Pedagang Kaki Lima, atau pikulan/ asongan di sebelah Polsek. Saya belum makan sedari siang. Jadi ya perut udah ngirim kode untuk segera diisi.

Dan perhatian saya tertuju ke sebuah dagangan yang dipikul. Tapi lagi ditaruh di jalan. Kasihan yang mikul kalo dipikul terus.

KUPAT TAHU! Yaaay!

Saya kemudian manggil-manggil abang yang jualan. Dia datang. Baru keluar untuk jualan ceritanya. Jadi formasi Kupat Tahunya masih kumplit! Dan yang jelas masih hangat kuahnya.

Saya kemudian memesan satu piring kupat tahu tanpa telur. Karena saya lagi alergi ama telur. Si Abang kemudian memotong-motong ketupat atau kupat dan tahu. Dia kemudian membuka panci kuah. Wangi menebar!!!

Saya semakin tidak sabar untuk menyantap!! Setelah abangnya menaruh kerupuk di piring, hidangan kupat tahu siap disantap.

Yang saya cicip duluan, bukan kupat nya. Kuah makanan ini adalah KOENTJI! Kuah Kupat Tahu ini punya peranan penting.

Pas dicicip, waaaah kuahnya medok, gurih, mantap pas rasanya. FYI aja, kadang-kadang kuah kupat tahu ini suka nggak ada rasanya kalau yang dijual. Tapi kali ini memang enak!

“Bikin sendiri ya bang?”
“Iya Bikin Sendiri”

Saya pun tak segan memuji kuah Kupat Tahu ini.

“Enak bang. Medok banget. Trus kuahnya kental juga”

Karena kuahnya medok, enak dan gurih. Saya santap habis kupat dan tahunya, dan kuahnya saya hajar sampai kering. Enak soalnya.

Pas bayar, karena tidak pakai telur, harganya cuma 7.000. Murah Sob!!

Kata si abang ini, dia biasanya jualan di sebelah polsek Penjaringan. Tapi terkadang juga dia jualan di Taman Waduk Pluit. Wah, jadi pengen makan lagi hohohohooho!!

kupat-sayur-2

read more
1 4 5 6 7
Page 6 of 7