close

Makang Sadap

Makang Sadap

Ah Enaknya Bebek Muda di Bebek Kaleyo

img_6196

Selain doyan menyantap daging ayam, saya juga sebenarnya doyan menyantap daging bebek. Meski tidak sering, saya pasti akan makan daging bebek.

Di beberapa food blog saya, saya membahas soal masakan bebek favorit saya. Yang memang enak tentunya.

Kesempatan untuk menyantap daging bebek lagi, ketika saya diajak makan di bebek Kaleyo di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Kebetulan ada teman yang mengajak makan.

Ketika menu datang, pilihan saya jatuh ke bebek muda goreng kremes. Saya sudah tidak melihat-lihat pilihan lain lagi. Nasi yang saya pilih, nasi merah.

Kenapa saya memilih daging bebek muda, karena yang saya bayangkan adalah, dagingnya yang so pasti empuk.

Dan memang ternyata benar. Ketika pesanan datang dan saatnya menyantap, daging bebeknya memang empuk dan gurih. Tidak salah memang pilihan saya ini.

Sambal di Bebek Kaleyo juga pedasnya mantap. Membikin goyang lidah. Dipadu dengan daging bebek muda yang lezat, san terasa bumbunya memang membuat saya harus menambah nasi.

Walhasil, nasi merah menjadi dua porsi.

Soal harga, tidak terlalu mahal. Masih cukup lah dengan kantong kita. Ya bagi saya nggak berat sih, karena ditraktir teman.

read more
Makang Sadap

Mencicipi Cakalang Suir dan Sayur Ganemo di RM Immanuel Pasar MOI

wp-image–199879596

Sebagai orang Minahasa atau katakanlah orang Manado yang merantau, pastilah saya akan merindukan makanan atau masakan khas Minahasa.

Di Jakarta, tempat saya mengadu nasib, banyak bertebaran tempat yang menjual masakan Minahasa. Mulai dari warung kaki lima hingga ke restoran mahal.

Karena saya bermukim di wilayah Jakarta Utara, saya kerap makan di Warung Makan Minahasa Utara di Tanjung Priok dan Restoran Klabat.  

Tapi, saya tidak akan membahas soal kedua restoran tersebut.

Selain kedua tempat makan tersebut, ternyata di Pasar Mall of Indonesia, sebuah foodcourt di Lantai LG, ternyata ada juga sebuah tempat makan, masakan khas Minahasa.

Saya menemukannya, ketika sedang berkeliling Pasar MoI untuk mencari makanan. Pandangan saya tetiba tertuju ke sebuah etalase makanan dan plang bertuliskan RM Immanuel.

Di dalam etalase, banyak sekali makanan Minahasa. Babi Kecap, Ikan Woku Belanga, Bunga Pepaya dan masih banyak lagi. Tampak lezat.

Karena tertarik, saya melihat-lihat harga paket makanan. Tidak terlampau mahal. Untuk yang nasi, ikan dan sayur hanya 25.000. Kalau paket nasi pakai dua lauk dan satu sayur harganya 35.000. Untuk daging dan sayur plus nasi, dijual 30.000. Belum dengan minum tentunya.

Saya pesan yang paket 25.000, dengan lauk cakalang suir dan sayur ganemo. Tak lama berselang makanan siap dan saya membayar.

Cakalang suir atau ikan cakalang asap yang daginya disuir atau disobek ini enak menggoyang lidah. Tidak terlampau pedas, dan ikan cakalangnya tidak keras. Empuk. 

Bumbunya sangat pas. 

Begitu juga dengan sayur Ganemo. Sayur daun ganemo ini adalah daun melinjo, dimasak santan dengan labu kuning. Enak? Pastinya. Santan yang kental dan labu yang sangat lunak plus daun melinjo nya mantap tenan. Ada bunga pepaya nya juga lho.

Tidak pedas, tidak asin dan so spicy. Bumbu terasa pas, tidak berlebihan. Tak terasa, sepiring saya santap hingga habis.

Next time, saya akan coba masakan yang lain. Oh iya, soal Rumah Makan Minut, akan saya tuliskan juga. Tapi nanti ya.

read more
Makang Sadap

Nikmatnya Babi Panggang Lapo Balige Sedia di Sunter

image-94

Seorang teman, di pekan ke-2 Bulan September 2017 menghubungi saya. Ketika itu saya dalam perjalanan ke Sunter dari Tanjung Priok, Jakarta Utara. Teman saya ini mengajak bertemu, masih di kawasan Sunter.

Namanya Pak Ginting. Saya berkenalan dengan beliau, ketika ada pementasan Keroncong di RPTRA. Karena saya tidak tahu dimana rumahnya, saya diajak bertemu di RPTRA Nirmala dan nantinya baru ke rumah dia.

Setelah berbincang dengan dia di rumahnya, dan mengetahui saya non muslim, Pak Ginting mengajak saya makan di lapo. Sebelumnya dia bertanya kepada saya, apakah saya suka makanan batak. Karena suka, saya kemudian diajak.

Dengan membonceng sepeda motor milik pak Ginting, kami berangkat ke Lapo. Kata oak Ginting, masakannya enak. Lokasinya saya tidak tahu. Berkendara kurang lebih 10 menit kami tiba di Lapo.

Lapo tersebut berada di pinggir jalan. Dan jujur saja, saya kaget karena lapo ini sering saya lewati. Tapi saya tidak tahu. Lokasinya berada di samping Astra Honda Motor, jalan Sunter Kemayoran, tidak terlalu jauh dari ITC Cempaka Mas. Namanya Lapo Balige Sedia.

Pak Ginting pun bertanya ke saya, mau makan apa. Berhubung saya senangnya makan Babi Panggang, saya pun ingin menyantap babi panggang. Pakai darah Saksang agar lebih enak.

Setelah pesanan sampai, tidak pakai nunggu lama, saya langsung menyantapi. Dan …. ternyata memang Babi Panggangnya enak. Masih renyah, gurih dan enak tentunya. Ditambah darah saksang atau kuah saksang, makin lezat.

Darah Saksang nya ini, bagi lidah saya sangat pas. Tidak asin dan tidak terlampau pedas. Begitu juga dengan daging panggang yang tidak keras, renyahnya pas. Tidak gosong juga. Memang pas masakannya.

Di nasi putih juga, karena saya request ada Darah Saksang, makin mantap untuk menyantapnya. Tidak lupa juga, ada sup dan daun ubi tumbuk yang tidak kalah enak. Saking enaknya, saya menambah nasi putih.

Harga makan di Lapo ini tidak mahal. Mau tambah nasi, harganya tetap 25.000. Saya sih ditraktir Pak Ginting.

Karena masih panasaran dan terbayang dengan enaknya Lapo Balige Sedia ini, dua hari setelah makan dengan Pak Ginting, saya kembali makan. Hari Sabtu. Dan memang benar, harganya memang 25.000 meskipun saya menambah nasi.

Yang ingin makan di Lapo ini, dijamin akan balik lagi. Mau mencoba?

read more
Makang Sadap

Tahu Gejrot Abang-abang di Sunter ini Enak!

img_4848

Setiap dari kita, ya walaupun tidak semua, pastilah suka jajan atau mencari makanan kecil dan tidak berat.

Seperti saya ini. Suka mencari makanan kecil. Tidak perlu sampai kenyang. Yang penting mengunyah makanan.

Ketika saya sedang nongkrong di warung teman di Sunter Agung dekat Sekolah Ipeka I, ada tukang tahu gejrot yang sedang mangkal.

Karena lagi pengen makan yang tidak berat2, saya tertarik memesan. Saya pun memesan tahu gejrot seporsi, tapi tidak pedas. Ekstra bawang putih saja.

Menunggu beberapa saat, pesanan pun datang. Dan, kesannya sudah enak. Ketika menyantap, memang enak. Tahunya masih renyah ditambah bumbu kuah tahu gejrot yang spicy.

Saking enaknya, saya sampai meminum hingga kering kuah tahu gejrotnya yang menurut saya pas. Tidak asin, tidak asam dan berasa sekali bawang putihnya.

Saking enaknya, saya sampai tambah. Harganya? Cukup 10000 per porsi. Sudah tahunya enak, kuahnya enak juga. Sepertinya kalau mampir ke Sunter lagi, akan cari bapak-bapak atau abang-abang yang jualan deh.

read more
Makang Sadap

Sate Langganan di Sunter Agung

img_0155-2

Setiap dari kita, pastilah punya makanan favorit. Seperti saya ini yang gemar menyantap gado-gado, pecel, dan sate.
Bisa dikatakan, ketika jenis makanan tersebut kerap saya santap. 

Bicara soal sate, kalau saya di Manado, saya menggemari sate Babi. Apalagi ada ragey atau sate Babi dengan daging yang besar-besar.

Tapi kalau di Jakarta, atau di daerah dengan mayoritas muslim, sate babi jarang ditemui kecuali di restoran Manado atau di penjual nasi campur.

Karena keterbatasan sate babi, ya saya menjadi penggemar sate ayam atau sate kambing. Sebenarnya sate sapi juga enak sih, tetapi ya jarang-jarang menemukan sate sapi di Jakarta ini.

Di tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya pernah mengulas mengenai sate Madura enak di Pasar Sunter Podomoro. Namun, sebenarnya, ada satu lagi pedagang sate lagganan saya di kawasan sunter.

Pedagang sate ini jualan (ya eyalah masa pedagang nggak jualan_), di dekat Bank BNI Seberang RS Satya Negara, Sunter. Tidak jauh dari Jalan Agung Permai Raya.

Saya yang sempat bermukim lama di Sunter, sering makan sate baik sate ayam maupun sate kambing di sini.

Setelah hijrah atau pindah tempat tinggal di Tanjung Priok, Kebon Bawang, saya tetap suka ke Sunter untuk makan di sate langganan saya ini.

Beberapa bulan lalu dia saya datangi tapi tidak jualan. Karena kebetulan lagi lewat di Sunter dan melihat pedagang sate langganan ini jualan, saya langsung berhenti untuk makan.

Daging kambing yang disate di sini, setiap saya makan, selalu empuk. Sering loh sate kambing tempat lain alot dagingnya.

Sate ayam yang saya santap beberapa waktu lalu juga, bumbu kacangnya enak. Spicy dan tidak hambar. Tidak sekali atau dua kali bumbu kacang tukang sate yang saya icip, suka tidak terlalu enak rasanya.

Yang jualan, masih sama. Orang Madura. Memang sate Madura sih.

Saya ini tipe orang yang kalau suka makan di suatu tempat ya akan kembali lagi. Meskipun sempat lama untuk tidak makan, pasti saya akan kembali lagi. Hehe. Jadi ya bisa dikatakan, sate di sini cocok untuk selera saya, sampai saya harus kembali untuk makan. 

read more
Makang Sadap

Pecel Mendoan di Jalan Asia Afrika ini Top Be Ge Te

IMG-20170514-WA0002-3

Ngemeng-ngemeng soal kuliner, meskipun saya orang Manado, ada satu makanan khas Jawa yang saya gemari. Bahkan sangat saya gemari. Namanya pecel.

Mungkin di blog saya ini tentang kuliner, ada beberapa tulisan mengenai  pecel. Tapi kali ini, pecel ini berbeda. Kalau biasanya makan pecel dengan nasi, kali ini tidak.

Ceritanya, setelah membeli jeruk peras murni, saya dan dua sahabat saya (baca blog sebelum ini), mencari sarapan. Entah lontong sayur, entah nasi uduk atau apapun lah.

Setelah berkeliling, sembari minum jeruk peras, akhirnya kami tertarik dengan pecel mendoan. What? Pecel mendoan?

Saya pun antri mau membeli pecel mendoan ini. Setelah menunggu kurang lebih tiga menit, akhirnya tiba giliran saya.

Awalnya ditawari memakai nasi atau tidak. Karena saya lebih tertarik dengan pecel mendoan. 

Ternyata, pecel mendoan ini adalah sayuran untuk pecel dan ditambah dengan gorengan tempe mendoan. Ini jelas unik.

Selain mendoan, saya juga menambahkan bakwan dan tahu isi. Wakwaaaaw..

Penjual pun memotong gorengan dan menempatkannya di atas sayuran pecel. Setelah itu disiram dengan bumbu pecel. Sayapun makin tidak sabar untuk menyantap pecel mendoan dan kawan-kawannya ini.

Nyosss memang. Bumbu pecel pedasnya sedang. Medok pula rasanya! Ah tak salah memang memilih sarapan pecel mendoan ini.

Seporsi pecel mendoan ini saya tebus dengan harga 20.000 saja. 

read more
FeaturedMakang Sadap

Sate Bebek Putra Tambak, Top Be Ge Te

IMG_20170322_142526

Kalau ke Kelapa Gading atau Sunter dari kosan saya di daerah Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, saya kerap lewat “jalur belakang”. Apalagi kalau saya dapat notifikasi “jalur depan” itu macet.

Kalau melewati Jalur Belakang yang menembus ke kawasan industri milik grup astra, saya sering melewati sebuah kios makanan, yang kalau lagi jualan suka menebar asap wangi.

Asap wangi ini berasal dari pembakaran sate. Karena wangi saya suka memperhatikan tempat makan yang punya nama “Putra Tambak” ini. Jualanya ya masakan daging bebek.

Yeah, makan bebek merupakan kegemaran saya. Saya biasanya menyantap masakan bebek Madura. Setelah beberapa kali niat mampir batal karena tempat makan ini suka rame, akhirnya saya hari ini mampir juga.

Mau mencoba masakan sate bebek. Jujur saja, saya sih kalau sate, sudah biasa makan sate ayam, kambing, sapi ataupun babi. Tapi sate bebek ini pengalaman pertama.

Parkir motor, saya langsung masuk ke warung makan. Saya pesan sate bebek 10 tusuk. Saya sempat bertanya, harga sate bebek 10 tusuk itu berapa? 26 ribu tanpa nasi, dan pakai nasi sepiring 30 ribu. DEAL!

Menunggu kira-kira 10 menit karena banyak yang pesan, pesanan sate bebek saya pun datang. Tak butuh waktu lama, saya langsung tancap gas menyantap sate bebek.

Sate bebek ini, pakai bumbu kacang seperti sate ayam pada umumnya. Tapi. Ingat, ada tapinya lho. Pas saya coba bumbu kacang sate bebek Putra Tambak ini, ternyata sangat enak. Dan lebih encer dari bumbu kacang sate ayam pada umumnya.

Usai mencicipi bumbu kacang, saya langsung menyantap tusukan pertama. Ternyata, daging bebeknya empuk. Tidak alot. Duh, makin sedap deh menyantapnya.

Oh iya, saya juga diberikan satu mangkok kecil semacam kuah sop. Pas saya cicip, kuah sopnya gurih, asin enak gitu. Makin sedap deh makannya. Di kuah sop ini, saya obok-obok dengan sendok, ternyata ada potongan daging dan tulang bebek.

Saking enaknya sate bebek ini, nasi satu piring terasa kurang. Saya sudah pasti meminta tambah. Sate masih lima tusuk lagi, tapi nasi sudah habis, ya nambah dong!

Bumbu kacang sate, tak lupa saya siramkan ke nasi. Biar tambah mantap. Karena enak, bumbu kacang sampai ludes saya makan juga.

Usai makan, pastinya bayar dong! Satu porsi sate 10 tusuk, dua piring nasi dan segelas es teh tawar, saya tebus dengan harga 36.000. Nggak nyesel sih, enak soalnya.

Sepertinya saya akan balik lagi deh kapan-kapan. Untuk makan sate bebek lagi.

read more
Makang Sadap

Pecel Enak di Mangga Dua

wp-1486533854770.jpg

Mangga Dua ini, hingga saat ini masih merupakan lokasi favorit saya untuk saya kunjungi baik untuk urusan komputer maupun gadget.

Nah, kalau membawa sepeda motor, saya biasanya parkir di parkiran motor depan hotel Le Grandeur Mangga Dua, yang dulunya dikenal dengan Hotel Dusit.

Setelah parkir motor, saya berjalan kaki ke arah Mall Mangga Dua lewat pintu keluar mobil dan motor yang berada di sebelah Le Grandeur ini.

Di sebelah pintu keluar sepeda motor dan mobil ini, ada ibu-ibu yang berdagang nasi pecel. Dia di pinggir jalan, dan bukan berdagang dengan gerobak. Dia menjual pecel dengan bakul.

Nah pecel yang dijual ibu ini, bagi saya enak. Pecel memang kuncinya ada di bumbu pecelnya. Bumbu pecel si ibu ini, untuk ukuran lidah saya, gurih atau spicy. Menggoyang lidah. Gurihnya pas, pedasnya juga pas.

Sayuran untuk nasi pecel ibu ini, dikukus dan berasal dari sayuran segar. Ditambah dengan bumbu pecel yang top markotop, pastilah sayuran ini makin enak disantap.

Biasanya saya pesan nasi pecel dengan tambahan telur dadar atau ikan tongkol. Saya sih lebih prefer pakai telur dadar.

Kalau pakai telur dadar, saya membayar nasi pecel sepiring, sangat murah. Cuma Rp 8.000. Saya malah pernah makan nasi pecel saja, tanpa tambahan lauk, dan membayar Rp 6.000.

Nasi pecel ibu ini dijual mulai jam 11.00, dan biasanya dalam dua jam sudah ludes. Beberapa kali saya mencari si ibu di atas jam 13.00, sudah tidak jualan atau nasi pecelnya sudah habis.

Jadi, kalau saya ke mangga dua dan memang ingin makan pecel ibu ini, saya biasanya sebelum jam 13.00 sudah harus tiba di Mangga Dua.

Pecel ibu ini memang recommended deh. Silakan dicoba.

Ibu-ibu penjual Pecel di dekat Le Grandeur Mangga Dua
read more
Cafe & Resto

Ragam Masakan Daging Babi di Kedai Acu Mall Artha Gading

Kedai Acu MAG (1)

Bicara soal makanan, mall memang menyuguhkan beragam masakan. Baik di restoran maupun di food court. Sama seperti yang di Mall Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Namun, dari sekian banyak tempat makan di Mall Artha Gading, di lantai Lower Ground ada sebuah tempat makan yang saya sukai. Tempat makan ini ada di semacam kantin tidak berjauhan dari Super Market Diamond.

Kantin di sini menjual beragam makanan dan ada beberapa kedai. Salah satunya adalah Kedai Acu. Kedai Acu ini kenapa saya sukai, karena menyajikan masakan berbahan daging babi.

Bukan cuma satu atau dua kali saya makan di sini. Makanannya ada paketnya. Paket dengan Nasi ditambah masing-masing 1 lauk dan sayur, harganya Rp. 20.000, sementara paket Nasi dengan 2 Lauk dan 1 Sayur, Rp 25.000.

Biasanya saya makan paket yang Rp 25.000. Dua lauk soalnya. Oh iya itu soal harga.

Soal masakannya, masakan daging babinya macam-macam. Ada lebih dari 10 jenis. Ada babi kecap, ada babi rica, ada kuping babi, ada babi merah, rusuk babi dan ragam masakan lainnya.

Sayur di kedai Acu ini seperti sop, capcay dan lainnya. Saya nggak hapal.

Yang saya sukai di kedai acu ini adalah babi kecap dan babi merahnya. Sudah sering kali saya memesan dengan lauk ini. Rasanya? Tidak perlu saya jabarkan. Jelas enak. Bumbu terasa dan tidak hambar.

Mau mencoba?

read more
FeaturedMakang Sadap

Sate Madura di Pasar Sunter Podomoro, Mantap Rasanya

sate pasar sunter (4)

Sate? Wah bicara soal makanan khas Indonesia ini, termasuk makanan yang sangat saya sukai. Di Ibukota negara tercinta ini, banyak sekali bertebaran pedagang sate. Dari yang gerobak dorong, lapak kaki lima sampai sate restoran.

Ada salah satu lapak sate kaki lima yang saya sukai di Jakarta ini, di Jakarta Utara. Lokasinya ada di Pasar Sunter Podomoro, belakang Mall Sunter. Saya kasih informasi belakang mall Sunter aja biar gampang.

Sebenarnya, saya sudah beberapa kali makan ke sana. Tapi saya belum kembali menjadi aktif blogger. 12 Desember lalu, seusai saya blusukan ke enam spot, atau enam titik, saya memilih atau memutuskan makan sate di blakang Mall Sunter atau di pasar Sunter Podomoro ini. Sekalian lewat untuk pulang ke kosan.

Setelah memarkirkan motor, saya pun langsung memesan sate. So pasti 10 tusuk dong. Kali ini saya prefer sate kambing. Lagi pengen soalnya.

Sate pun dipanggang (bukan dibakar ya). Kurang lebih 10an menit, sate pun tersaji. Kalau makan sate kambing, yang paling pas memang bumbu kecap. Sate disajikan dengan irisan bawang, tomat dan bawang goreng.

Saya yang sudah tidak sabar, tak butuh waktu lama langsung menyantap. Sate Madura di Belakang Mall Sunter ini, daging kambingnya empuk. Plus Gurih. Kecapnya menambah rasa enak untuk sate kambing ini.

Saking enaknya, nasi pun saya tambah sepiring. Satenya memang mak nyoss untuk ditambah. Lemak dari Daging Kambing yang meleleh dan bercampur dengan kecap membuat bumbu kecap yang saya siramkan ke nasi, membuat semakin enak.

Tak terasa, nasi dan tambahan nasi beserta sate ludes saya santap. Harga 10 tusuk sate kambing, nasi 1,5 piring dan es teh tawar, saya tebus dengan harga 25.000. Nggak mahal kan?

Mau mencobanya?

read more
1 3 4 5 6 7
Page 5 of 7