close

Cerita

BapontarFeatured

Taman di Istora Senayan yang Instagrammable Abis

img-20180924-wa00185531209239545137985.jpg

Apa yang kalian bayangkan kalau berkunjung ke gedung olahraga? Mungkin yang akan terlintas di benak kita adalah sebuah gedung saja. Iya, hanya sebuah gedung saja. Kalaupun ada taman, ya mungkin hanya sekedar taman saja.

Saya sudah pernah berkunjung ke gedung olahraga. Sebut saja di beberapa wilayah di Jakarta. Yang ada hanyalah sekedar gedung olahraga dan parkiran kendaraan baik sepeda motor ataupun mobil.

Kalaupun ada taman, ya seadanya saja. Dan mungkin, maaf, kurang terawat tanamannya. Tapi yang saya temukan ini sangatlah berbeda. Saya pertama kali menemukannya ketika saya datang untuk menonton pertandingan semifinal bulutangkis beregu putra Asian Games 2018.

Sebelum saya masuk, saya melihat wah, ada taman yang unik. Tapi karena area banyak dibatasi, saya tidak bisa mengambil foto dengan leluasa. Kesempatan ke-2 ketika saya kembali ke lokasi ini sewaktu mengantar teman untuk acara lomba lari. Kali ini saya dengan leluasa mengambil foto.

Lokasinya ada di mana? Lokasinya adalah di Istora Senayan? Pada tahu dong soal Istora Senayan ini? Lokasi ini kan sering menjadi lokasi konser musik, dan kemudian direnovasi oleh Pemerintah untuk Asian Games 2018. Dan ternyata bukan hanya gedung olahraganya saja yang direnovasi.

Taman di Istora Senayan juga dibuat unik. Kalau biasanya taman ada bunganya, atau rerumputan dan hiasan lainnya, taman di Istora Senayan ini bagi saya sangat unik. Lah kenapa?

Bukan kembang yang dipakai, tetapi tanaman sejenis alang-alang tapi pada bagian ujungnya berwarna keunguan. Dan jujur saja, ini keren sekali. Dan sudah pastinya ini akan sangat bagus untuk menjadi lokasi foto untuk diunggah di instagram atau medsos lainnya.

Tanaman ini berada di sekeliling Istora senayan. Perpaduan warna coklat dan keunguan tentunya sangat indah. Dengan perpaduan gedung Istora Senayan, sudah pasti menjadi instagrammable atau instagenic banget kan?

Bahkan, saya melihat salah seorang pesohor Indonesia, Maudy Ayunda mengunggah foto di akun instagramnya dengan latar belakang tanaman ini dan gedung Istora Senayan. Nah, kalau kamu sedang ke GBK, tak salah mampir ke Istora Senayan.

Bisa berfoto-foto sih di sini, tapi syaratnya, jangan sampai merusak tanaman ini ya.

 

read more
Reportase

Dari Deklarasi Inovator 4.0, Pentingnya Data untuk Membangun Indonesia

img-20180921-wa00056038698393136598231

Masih ingat keriuhan media sosial ketika Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data bahwa kemiskinan di Indonesia di bawah dua digit? Ketika itu BPS merilis bahwa data kemiskinan Indonesia adalah sebesar 9,82 persen. Yap! Kemiskinan berada di angka 9 persen, padahal biasanya di atas dua digit. Ini adalah data.

Kurang lebih tiga bulan berselang, Kementrian Perdagangan dan Bulog seperti terlihat perang soal beras. Impor beras masih terjadi, sementara gudang bulog sudah penuh. Ternyata ini juga adalah masalah data.

Masalah data ini, jujur saja sangat-sangatlah krusial. Mengambil kebijakan, tentulah harus menggunakan data. Kita tidak akan sembarangan menggelontorkan dana bantuan untuk orang miskin kalau misalnya kita tidak punya data soal kemiskinan.

Untuk mengukur tingkat kemiskinan saja sudah butuh data yang komplet. Misalnya data soal kebutuhan untuk transportasi, makan sehari-hari dan hal-hal lainnya.

Soal data inilah yang menjadi perhatian, salah seorang Anggota DPR RI, yang juga merupakan salah satu tokoh idola saya. Namanya Budiman Sudjatmiko. Mas Bud, saya lebih senang menyebutnya dengan begitu, kemudian menggagas Inovator 4.0 Indonesia. Pendeklarasian Inovator 4.0 ini dilakukan dua hari lalu, Kamis 20 September 2018 di sebuah galeri di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Saya tentu tidak menyia-nyiakan ajakan Cyril Raoul Hakim atau Bang Chico Hakim dan Mas Ananda Sukarlan untuk datang ke acara ini. Saya memang sudah pernah bertemu langsung dengan dua tokoh ini. Sementara Mas Bud? Belum pernah. Janjian bertemu awal Agustus lalu di Media Sosial batal terjadi.

Acara deklarasi Inovator 4.0 Indonesia ini mengambil tag line Kerja dan Membangun Indonesia Dengan Data. Wah! Mas Bud, ternyata sangat concern dengan data. Setelah acara usai, saya mendengar langsung dari Mas Bud ketika diwawancara oleh wartawan. Mas Bud terus menegaskan soal data. Data ini sangat penting.

Keinginan Mas Bud adalah, semua pemangku kepentingan di negara ini, semisalnya Kementrian, menggunakan data yang sama. Kementrian A, Kementrian B dan kementrian yang lain terkadang menggunakan data yang berbeda. Karena itu, Budiman sempat membahas soal perbedaan data antara Kemendag dan Bulog yang membuat terjadi “perang”.

“Ternyata data yang digunakan berbeda”.

Terkait data ini juga, Budiman mengatakan ada peran penting dari kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Data yang sudah ada dan ada unsur Artificial Intelligence tentunya akan semakin baik.

Yes! Data memang berbeda-beda. Dengan data yang lebih baik dan ada unsur Artificial Intelligence sudah pasti kita akan bisa bekerja dan membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Buat Mas Bud dan tim, selamat atas deklarasi Inovator 4.0 Indonesia ini. Inovator Indonesia ini terdiri dari berbagai kalangan. Misalya Chico Hakim dengan sport Science dan Mas Ananda Sukarlan dengan keahlian di bidang seni.

Karena mas Bud adalah tokoh yang saya idolakan, tak lupa Mas Bud saya ajak untuk berswafoto.

read more
Cerita

Pentingnya Sport Science untuk Menggenjot Prestasi Olahraga

img-20180921-wa00046298709497726204767.jpg

Asian Games sudah tiga pekan lalu usai. Pesta olahraga ini, sukses menempatkan Indonesia di peringkat ke-4 perolehan medali. 31 emas berhasil direbut dari total 98 medali yang dibawa Indonesia.

Bonus untuk para atlet juga sudah diberikan. Bagi perebut medali emas, jumlah bonus bisa mencapai milyaran rupiah. Banyak yang mengatakan, bahwa perolehan medali ini berkat kerja keras para atlet yang mempersiapkan diri.

Pertanyaannya adalah, apakah nanti prestasi ini akan terulang kalau melihat pasang surut prestasi Indonesia di ajang event multisports?

Cyril Raoul Hakim, atau yang lebih akrab saya sebut dengan Bang Chico Hakim, di acara deklarasi Inovator 4.0 Indonesia membahas sesuatu yang penting. Chico membahas mengenai pentingnya sport science untuk mengembangkan prestasi olahraga.

Tiongkok, menurut Chico Hakim benar-benar memanfaatkan sport science secara maksimal. Bahkan Tiongkok membajak 600 ahli sport science dari Australia untuk menjadi bagian penting dari pembinaan Atlet ini. Karena Tiongkok serius dalam membina para atlet, mereka pernah menjadi juara umum dalam olimpiade Beijing tahun 2008 lalu dan selalu masuk dalam 2 besar olimpiade.

Chico juga mengatakan, sepakbola Indonesia bisa berbicara di level internasional pada tahun 1950an sampai 1960an. Jepang dan Korea bahkan belum terlihat. Tapi belakangan ini sudah jauh lebih hebat.

Dengan Sport science, menurut Chico, bisa dilihat seorang calon atlet bagus untuk cabang olahraga mana. Jadi calon atlet, tidak memilih cabang olahraga tapi dipilihkan setelah dilihat dari berbagai hal dari kacamata sport science.

Tiongkok, menurut Chico, untuk urusan sport science ini sudah pada level Genetic Engeneering. Bahkan sudah pada level mempersiapkan calon atlet sedari masih bayi yang lahir dari pasangan suami istri atlet. Saya pun jadi mikir. Lah kok kita di sini masih ada yang jadi atlet karena KKN. Bukan sebuah rahasia umum, untuk masuk sebuah tim saja masih ada suap menyuap, sogok menyogok.

Jadi kapan nih Indonesia akan memaksimalkan sport science? Tiongkok saja sudah membuat political will agar olahraga menjadi kebanggaan nasional hingga memanfaatkan sport science dengan maksimal.

Semoga di era pemerintahan Pak Joko Widodo, sport science ini akan dimanfaatkan secara maksimal.

read more
Cerita

Bermain Piano dengan Satu Tangan, Ananda Sukarlan Tunjukkan Kaum Difabel Juga Bisa Bermain Piano

img-20180921-wa00458706842241667630980.jpg

Dua bulan lalu, saya berkesempatan bertemu salah satu Pianis Indonesia, Ananda Sukarlan. Kala itu saya datang ke sekolah musiknya di bilangan Jakarta Selatan.

Di sekolah musik tersebut, Ananda menunjukkan bahwa sekolah musiknya memberikan kesempatan kepada anak-anak kurang mampu untuk belajar alat musik.

Mas Ananda juga sempat mengajak saya untuk menonton konsernya. Tapi karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, saya tidak menonton konsernya.

Kesempatan untuk melihat Mas Ananda bermain piano, datang ke saya ketika Mas Ananda perform di deklarasi Inovator 4.0 Indonesia di sebuah galeri di kawasan menteng. Mas Ananda mengajak saya.

Di acara deklarasi ini, saya datang terlambat karena harus bertemu dengan sahabat saya yang datang dari Manado. Sesampai di acara, kebetulan Mas Ananda sedang menjadi pembicara dan akan perform.

Sebelum perform, Mas Ananda bercerita sedikit soal musik dan dia akan perform dengan satu tangan saja. Tangan kirinya.

“Saya mengistirahatkan tangan kanan saya”

Mas Ananda mengatakan bahwa dia akan bermain piano dengan satu tangan bukan untuk pamer. Dia ingin menunjukkan bahwa bermain piano bisa satu tangan untuk menginspirasi kaum difabel.

“Kalau ingin perform, tidak ada alasan kita memiliki kèkurangan. No excuse”

Mas Ananda menegaskan berulang kali.

Dan memang, Mas Ananda memainkan piano dengan Apik. Padahal hanya menggunakan satu tangan saja. Sebelumnya memang mas Ananda mengatakan bahwa dia akan berusaha untuk terlihat seperti bermain dua tangan.

Ananda berhasil menunjukkan bahwa dengan satu tangan, bisa bermain piano. Jadi, bagi yang memiliki kekurangan, jangan pernah takut. Tetap bisa bermain piano.

Musik yang dimainkan oleh Mas Ananda adalah Rapsodia Nusantara. Mas Ananda memang ingin menunjukkan identitas Indonesia melalui komposisi klasik rapsodia nusantara. Soal ini akan saya buatkan tulisan terpisah.

read more
Reportase

WMM, Komitmen Bank Mandiri Menciptakan Wirausaha Muda

Kopi Jatim

Dunia wirausaha, atau entrepreneur, saat ini tengah menghangat. Kehadiran e-commerce dengan market place yang begitu banyak, ditopang dengan jaringan internet yang makin baik, membuat orang banyak yang terjun ke dunia wirausaha.

Dunia wira usaha belakangan ini juga, bukan hanya menjadi milik masyarakat yang bisa dikatakan sudah tua, yang beralih dari pekerja kantor menjadi pelaku wirausaha, ataupun menjadi wirausaha sekaligus menjadi karyawan. Kalangan wirausaha ini datang dari anak muda, baik yang sudah lulus kuliah, mapun sedang berkuliah.

Bukan hanya mahasiswa saja, banyak pelajar yang sudah menjadi wirausaha.

Wirausaha itu apa sih sebenarnya? Menurut penelusuran yang saya lakukan, wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.

Merujuk definisi di atas, generasi muda sekarang memiliki berbagai sumberdaya. Untuk permodalan, banyak akses ke permodalan dengan berbagai kemudahan. Aplikasi fintech menawarkan pinjaman untuk mendapatkan modal. Di era digital seperti sekarang ini, kita membuat kemasan produk juga sangat mudah.

Semisal, kita ingin membuat produk minuman jus, botol bisa dibeli yang polos dan kita mencetak sticker secara digital, jadilah kemasan produk yang menarik. Menjual produk juga kini tak harus memiliki toko dengan biaya operasional yang mahal.

Melalui media sosial seperti instagram, facebook, hingga whatsapp bisa digunakan untuk menjual. Jaringan sosial kita juga bisa kita manfaatkan. Kita pasti akan menjual duluan kepada keluarga atau teman kita bukan?

Untuk mendukung dunia wirausaha yang terus berkembang dan berinovasi ini, salah satu Bank Plat Merah atau Bank Milik Pemerintah, Bank Mandiri menghadirkan yang namanya Wirausaha Muda Mandiri. Wah… wah … wah…. Kalau mendengar namanya, Wirausaha Muda Mandiri ini sudah pasti akan mengandeng anak muda ya.

Ketika saya datang ke sebuah event di Pasar Santa, Jakarta Selatan, bulan Agustus lalu, saya sempat bertemu dengan dua pelaku wirausaha yang dicetak oleh Wirausaha Mandiri. Sebenarnya ada banyak, tapi dua pelaku usaha ini yang benar-benar saya ajak berbincang. Dua pelaku wirausaha ini adalah The Warna dan Kopi dari Jember.

Mereka ini bukan hanya setahun atau dua tahun terjun ke dunia wirausaha. Mereka ini sudah menjadi bagian dari Wirausaha Muda Mandiri lebih dari dua tahun.

6-9  September lalu, di kota sejuk penghasil apel, Malang, Wirausaha Muda Mandiri (WMM) menggelar WMM Expo di salah satu mall. Di perhelatan ini, 90 produk lokal tampil. Mereka ini merupakan finalis dan alumnus dari WMM. Ada juga yang merupakan bagian dari Rumah Kreatif BUMN.

Di WMM Expo ini, para wirausahawan muda ini memajang atau memamerkan produk mereka. Tujuannya apa? Biar mereka bisa melakukan penetrasi pasar dengan sosialisasi produk mereka.

Bank Mandiri, melalui WMM Expo ini, menunjukkan komitmen mereka untuk melahirkan pelaku usaha muda yang kreatif, mampu bersaing serta dapat menciptakan lapangan kerja baru melalui program yang komprehensif, mulai dari penjaringan pelaku usaha muda potensial, pelatihan pengelolaan usaha, pengenalan metode pemasaran, pengenalan akses pembiayaan serta identifikasi peluang pengembangan usaha.

Setelah WMM Expo digelar, pelaku wirausaha muda ini diberikan kesempatan untuk mempresentasikan produk mereka di depan para juri. Ya mereka akan dinilai untuk sejumlah kategori seperti, Wirausaha Industri, Perdagangan dan Jasa, Wirausaha Boga, Wirausaha Kreatif, Wirausaha Sosial, Wirausaha Teknologi Digital, Wirausaha Teknologi Non Digital dan Wirausaha Digital Financial Technology. Ternyata kategorinya banyak sekali ya.

Pelaku wirausaha ini kemudian diajak ke Jatim Park. Mereka diajak melihat usaha di bidang wisata yang berhasil mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan luar negeri.

Puncak acara ini adalah pemberian award.

Tahun 2018 ini, tercatat 898 wirausaha muda menyerahkan dokumen pendaftaran dan profil usaha. Setelah dilakukan seleksi, 70 peserta lolos untuk mengikuti seleksi nasional. Usai melewati proses penjurian, kemudian terpilih 26 pemenang untuk seluruh kategori dan bidang usaha, serta masing-masing 1 orang pemenang kategori Best of The Best dan kategori terfavorit.

Dari sekian pemenang tersebut adalah pada kategori Bidang Usaha Teknologi Digital Pemenang I adalah Aditya Pratama Ghifary – Media BIMBINGAN BELAJAR GRATIS Berbasis Website & Aplikasi . Sudah tentu ini sangat kreatif karena bisa membuat orang ikut bimbingan belajar melalui aplikasi.

Buat para pemenang, selamat ya. Oh iya, apa sih sebenarnya yang diberikan Bank Mandiri melalui WMM ini? Yang pertama adalah untuk finalis nasional dan pemenang program WMM mendapatkan kesempatan di program pendampingan usaha dalam bentuk pelatihan skill manajerial, pameran maupun publikasi sebagai kesempatan untuk mempromosikan usaha.

Yang ke-2 adalah Peserta program WMM mendapatkan kesempatan yang luas untuk berjejaring dengan Bank Mandiri Group dan nasabah korporasi Bank Mandiri guna mengembangkan bisnis. Melalui program WMM peserta berkesempatan mendapatkan kesempatan, informasi dan pengalaman yang sangat berharga untuk pengembangan diri dan mendukung bisnis.

Finalis dan pemenang program WMM menjadi anggota WMM Forum yang merupakan organisasi ikatan alumni program WMM yang dapat menghadirkan kesempatan business matching dan persaudaraan sesama pengusaha muda dari seluruh Indonesia. Setiap peserta yang mengikuti program WMM dapat bergabung dengan WMM Forum.

Yang terakhir, salah satu bentuk pembinaan kepada pemenang/finalis Wirausaha Muda Mandiri adalah melalui dukungan publikasi.

Wirausaha Muda Mandiri juga sudah berusia 11 tahun. Sejak pertama kali digelar pada  2007, program WMM telah diikuti 36.000 pengusaha di seluruh Indonesia dan telah berhasil memberikan manfaat kepada lebih dari 45.000 individu. Nantinya, para alumnus WMM juga bisa menjadi agen inspirator untuk mendukung penciptaan 1.000 digital start up dan program Rumah Kreatif BUMN.

 

 

 

 

 

 

read more
Reportase

Ketum MUI : Berbahaya, Vaksin MR Wajib Dilakukan

kh ma

Beberapa bulan terakhir, Vaksin Measles Rubella tengah ramai diperbincangkan di media sosial dan juga media mainstream. Vaksin ini banyak yang menolak, karena terkait kandungan di dalamnya. Katanya kandungan vaksin MR ini, tidak halal alias haram.

Perdebatan banyak terjadi di media sosial terkait vaksin MR ini. Dan bahkan selain isu miring soal kandungan vaksin ini, banyak juga yang memberitakan atau mengedarkan informasi, anak-anak yang setelah divaksin MR, justru malah sakit.

Forum Merdeka Barat 9 kemudian mengangkat isu vaksin ini dalam sebuah diskusi media. Tentunya diskusi ini menarik karena akan menghadirkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.

Dalam diskusi tersebut, Ma’ruf Amin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kementrian Kesehatan, Campak Rubella ini sangat berbahaya. Nantinya, generasi mendatang yang terkena dari penyakit campak Rubella ini, bisa mengalami kecacatan. Generasi masa mendatang bisa menjadi lemah dan bangsa akan ikut lemah juga.

Karena itu, Ma’ruf mengatakan bahwa imunisasi MR ini adalah bukan hanya diperbolehkan, namun juga wajib. Ma’ruf mengatakan, karena kondisinya bahaya, maka imunisasi diperbolehkan.

Ketum MUI mengatakan, hingga nanti ditemukan vaksin MR yang halal, vaksin yang ada sekarang ini masih boleh digunakan. Ma’ruf bercerita, seperti ketika jamaah haji yang berangkat ke tanah suci, harus disuntik vaksin virus meningitis.

Pada awalnya, vaksin meningitis ini, belum halal. Tapi karena masuk tanah suci harus divaksin, akhirnya diperbolehkan. Setelah sudah ada vaksin yang halal, baru kemudian vaksin yang tidak halal ini tidak diperbolehkan. Sama juga dengan vaksin MR ini. Nanti, kalau sudah ada yang halal, baru vaksin yang ada saat ini tidak diperbolehkan.

Direktur Bio Farma Rahman Rustan, satu-satunya BUMN yang memproduksi vaksin di Indonesia menambahkan, untuk sebuah vaksin, penelitiannya membutuhkan waktu hingga 15 tahun. Setelah mulai ditemukan, vaksin kemudian dilakukan percobaan kepada hewan dan kemudian kepada manusia.

Vaksin MR ini sendiri, masih impor dari India. Produsen vaksin MR yang berlokasi di India ini juga, menurut Rustan, sudah mendapatkan sertifikat atau direkomendasi oleh WHO, lembaga kesehatan PBB. Bio farma juga bahkan sudah mendapatkan kepercayaan dari negara-negara islam.

Vaksin ini juga, lanjut Rustan, bisa membuat kekebalan kelompok. Orang yang tidak diimunisasi akan menyebarkan virus kepada orang lain. Tapi dengan diimunisasi, orang tidak akan menyebarkan virus kepada orang lain. Hingga saat ini, Vaksin halal MR terus dicari.

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek di FMB 9 ini juga mengatakan bahwa, Kementrian Kesehatan terus berupaya untuk mengeliminasi dampak campak rubella. Campak Rubella ini sangat berbahaya. Anak yang lahir dari ibu hamil yang terdampak cacat rubella bisa langsung mengidap katarak. Anak juga bisa mengidap penyakit seperti radang otak, tuli dan penyakit jantung.

Menyikapi program imunisasi vaksin MR di seluruh Indonesia yang sudah dilakukan sejak tahun 2017 dan memasuki tahap kedua pada tahun ini, Menkes mengatakan sebenarnya sudah banyak negara menggunakan imunisasi MR untuk mengatasi penyakit ini.

 

 

read more
Cerita

PBVSI Jakarta Utara, Membina Atlet Semenjak Muda

WhatsApp Image 2018-09-09 at 2.10.59 PM

Sebuah pesan lewat aplikasi Whatsapp masuk ke ponsel saya Sabtu Malam (kalau nggak mau dibilang malam minggu). Setelah saya check, ternyata pesan tersebut berasal dari sahabat saya, Wawan Setiawan, yang pernah saya tuliskan.

Wawan Setiawan ini merupakan Ketua PBVSI Jakarta Utara. Saya awalnya berpikir ada sebuah turnamen yang akan digelar oleh PBVSI Jakarta Utara. Acaranya Hari Minggu 9 September. Tapi ternyata bukan.

Setelah sampai di Gelanggang Remaja Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, bukan turnamen yang tengah digelar oleh PBVSI Jakarta Utara. Pagi itu, suasana sangat riuh dengan atlet bola voli yang masih muda. Bahkan ada yang anak-anak dan remaja. Wih!

Anak-anak dan Remaja baik Putra dan Putri ini, ketika saya sampai sedang bersemangat. Mereka berlari dan melakukan gerakan-gerakan. Ternyata mereka sedang berlatih dengan dibimbing oleh Pelatih Bola Voli dari PBVSI Jakarta Utara. Kang Wawan, bercerita kepada saya, para pelatih ini tentunya memiliki lisensi untuk memberikan latihan.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya di blog saya, Kang Wawan memang berkomitmen untuk membangun Bola Voli di Jakarta Utara. Salah satunya adalah dengan pembinaan sejak dini, seperti yang dilakukan hari Minggu ini.

Pembinaan, dilakukan Kang Wawan dengan merekrut atlet-atlet dari sekolah-sekolah yang ada di Jakarta Utara. Target kang Wawan dan PBVSI Jakarta Utara memang pelajar dari sekolah-sekolah yang ada tim Bola Volinya.

Lebih dari 100 pelajar, cerita Kang Wawan, datang ke Gelanggang Remaja Cilincing, untuk berlatih. Mereka juga akan diseleksi untuk menjadi atlet yang akan dikirimkan bertanding mewakili Jakarta Utara di Pekan Olah Raga Pelajar Provinsi (POPPROV) DKI Jakarta.

Jumlah yang diseleksi kurang lebih 80 orang. Untuk SD nanti akan dipilih 20 siswa baik putra maupun putri, untuk SMP nanti 30 dan SMA 30 juga baik Putra dan Putri.

Nantinya, setelah diseleksi, para Pelajar ini akan diberikan pelatihan Bola Voli. Setelah mereka siap, baru nanti akan mengikuti POPPROV DKI Jakarta. Turnamen seperti ini nantinya akan membuat para calon atlet ini semakin berkembang karena ikut berkompetisi.

“Bukan tidak mungkin dari mereka nanti akan menjadi atlet Nasional dan bisa mewakili Indonesia di ajang internasional di masa mendatang,” kata Kang Wawan kepada Saya. Kang Wawan memang selalu optimis bahwa akan lahir atlet-atlet masa Mendatang dari Jakarta Utara.

read more
Reportase

Ada Asian Paragames 2018, Yuk “Move On” dari Asian Games

WhatsApp Image 2018-09-09 at 11.56.25 AM (1)

Masih terbayang-bayang dalam benak saya, meski sudah lewat sepekan dari Penutupan, soal perhelatan Asian Games 2018. Saya memang mendapat kesempatan untuk menonton Asian Games dari Opening Ceremony hingga Closing Ceremony.

Selain Opening dan Closing Ceremony, saya juga mendapatkan kesempatan untuk menonton salah satu pertandingan yang merupakan pertandingan favorit. Bulutangkis Beregu Putra! Waktu itu pertandingan semifinal yang mempertemukan Indonesia dengan Jepang.

Jelas sekali dalam memori saya, bagaimana kemegahan Opening Ceremony dan keseruan Closing Ceremony. Sulit memang untuk move on.

Namun ternyata, masih ada sebuah Event yang tidak akan kalah seru dari Asian Games 2018. Namanya adalah Asian Paragames 2018. Beda? Sudah pasti akan berbeda. Event ini akan diikuti oleh atlet berkemampuan khusus atau kaum difabel.

Jumlah atlet yang akan ikut juga tidak sebanyak Asian Games 2018. Kalau Asian Games 2018 yang lalu diikuti oleh lebih dari 15.000 atlet, untuk Asian Paragames 2018 ini akan diikuti oleh kurang lebih 5000 atlet. Tapi jangan khawatir, masih akan tetap seru dong. Atlet yang akan berlaga ini memiliki kemampuan spesial.

Nantinya juga akan tetap ada Opening Ceremony dan Closing Ceremony untuk Asian Paragames 2018 ini. Tak usah ragukan, sudah pasti juga akan megah dan seru.

Kalau Asian Games 2018 ada Pawai Obor juga, untuk Asian Paragames 2018 ini juga ada. Pawai Obor ini akan dimulai dari Kota Solo, Jawa Tengah. Api untuk obor Asian Paragames 2018 ini juga sama dengan Asian Games 2018, dari sumber api abadi Mrapen. Tapi, Asian Games 2018 sumber apinya juga berasal dari India tempat penyelenggaraan Asian Games pertama kali.

Nantinya, Obor Asian Paragames ini akan melintasi beberapa kota seperti Ternate, Makassar, Denpasar, Pontianak, Medan, Pangkal Pinang dan berakhir di Jakarta.

sumber foto : kemenpora

Hari ini, bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi berada di Ternate untuk menyalakan Obor Asian Paragames 2018. Menpora kemudian menyerahkan obor kepada ketua Inapgoc, Raja Sapta Oktohari. Penyerahan obor ini dilakukan di depan Kesultanan Ternate.

Sumber foto : Kemenpora
sumber foto : Kemenpora

Asian Paragames ini nantinya akan berlangsung dari 6 hingga 13 Oktober 2018 nanti. Kurang dari sebulan lagi. Sudah saatnya kita move on dari Asian Games nih.

 

read more
Cerita

Hari Ini, 70 Tahun yang Lalu PON Pertama Kali Digelar.

IMG-20180909-WA0018.jpg

Sepekan lalu, Asian Games 2018 ditutup dengan sebuah opening Ceremony di Gelora Bung Karno. Upacara penutupan tersebut, menampilkan tata cahaya apik nan indah meskipun sempat diguyur hujan sepanjang petang.

Sepekan kemudian, tanggal 9 September ternyata diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional atau Haornas. Saya pun mencoba mencari tahu, kenapa hari ini diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional.

Dari informasi yang saya telusuri, ternyata 9 September 1948, adalah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional, atau PON yang pertama. Wah ternyata PON sudah digelar dari 70 tahun lalu.

Yang menarik dari sini adalah, persiapan penyelenggaraan PON ini yang super singkat. Hanya 1,5 bulan. Bayangkan saja, Indonesia waktu itu sedang mempertahankan kemerdekaan. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan ditengah agresi militer, sebuah event olahraga nasional digelar.

Presiden Pertama RI, Soekarno, menggelar event ini, karena dia “mangkel”. Indonesia tidak boleh ikut perhelatan Olimpiade karena IOC melarang Indonesia untuk ikut berlaga. Kalaupun berlaga di sana, dengan membawa bendera Merah Putih Biru. Enak aja!

Delegasi yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang melobi agar Indonesia bisa ikut Olimpiade London 1948 gagal membuahkan hasil.

Sekali lagi, dengan persiapan hanya satu setengah bulan, akhirnya PON pertama berhasil diselenggarakan. Tentunya ini membanggakan dan menjadi tonggak sejarah.

70 tahun kemudian, Indonesia kembali mengukir sejarah. 31 medali emas direbut dari Asian Games 2018. Total medali terkumpul 98 medali. Penyelenggaraan Asian Games menjadi perhatian dunia.

Selamat Hari Olahraga Nasional!

read more
Cerita

Asyik! Ada Atraksi Sirkus di Kelapa Gading

IMG-20180907-WA0045.jpg

Jaman sekarang ini, atau katakanlah 10 tahun belakangan ini, hiburan kita itu tersaji melalui digital media. Baik itu melalui film, aplikasi di ponsel, ataupun melalui televisi saja. Jarang sekali kita menyaksikan hiburan itu secara langsung dengan mata telanjang.

Seperti sirkus ini. Iya, sirkus memang sepertinya sudah menjadi tontonan yang sangat langka di Indonesia. Saya menonton sirkus itu di kota tempat saya berkuliah, di Salatiga sudah lebih dari 20 tahun lalu. Dan juga, sekali waktu pernah di Kelapa Gading, dekat perempatan Pulo Mas. Itu pun sudah lama sekali. Lebih dari 15 tahun.

Kesempatan untuk menonton sirkus akhirnya bisa datang lagi. Di salah satu pusat perbelanjaan Kelapa Gading, sebulan lalu, saya melihat ada promo akan ada sirkus. Saya pun mengecek jadwal. Awalnya bersama dengan teman, kami akan menonton di awal-awal. Tapi kami memutuskan untuk menontonnya ketika sudah dua pekan tampil.

Nama sirkus yang sedang tampil di Kelapa Gading ini adalah The Great British Circus.

Ketika membeli tiket, loket pembelian tiket sirkus saja suasananya sudah kental suasana sirkus. Berbeda memang dengan loket tiket pada umumnya. Suasana sekitar lokasi sirkus ini juga sudah sangat kental. Mulai dari kios yang menjual kudapan hingga gerbang masuknya.

Ketika pintu gerbang sudah dibuka untuk masuk, penonton yang akan masuk ke dalam dihibur dengan atraksi seorang pria asing, yang membuat permen kapas atau cotton candy sembari berjoget-joget a-la Michael Jackson. Menonton pria ini membuat cotton candy saja, sudah sangat atraktif. Gimana dengan sirkusnya di dalam ya nantinya.

Setelah menonton atraksi membuat cotton candy ini, saya dan penonton lainnya masuk ke dalam lokasi sirkus. Woaaah…. akhirnya masuk ke tempat sirkus. Melihat ini, saya langsung teringat sebuah film, judulnya The Greatest Show.

Menunggu kurang lebih 10 menit, pertunjukan dimulai. Beberapa gadis berseragam tentara Inggris yang menjaga istana di Inggris, menari untuk membuka pertunjukan sirkus ini. Ada juga yang tampil untuk menyanyi sembari berakrobat. Ini keren sekali.

Pertunjukan kemudian berlanjut dengan atraksi-atraksi keren. Ada atraksi sulap, atraksi, keseimbangan di atas bola atau pipa besi dan atraksi bergantungan juga. Penonton terkadang tertawa gembira dan menahan napas karena aksi yang menegangkan.

Kurang lebih satu jam pertunjukan, MC mengumumkan bahwa ada istirahat selama 15 menit. Penonton diperkenankan untuk jajan atau keluar untuk merokok karena di dalam sirkus menggunakan penyejuk udara. Selama break ini, saya melihat panitia sirkus menyiapkan pengaman untuk atraksi berikutnya.

Yasss! Atraksi berikutnya ini yang paling khas dari sirkus. Berayun, bergelayutan sambil berpindah-pindah. Atraksi yang sudah lama saya tidak saksikan lewat mata telanjang dan di salam sirkus. Menanti 15 menit, akhirnya atraksi dimulai.

Atraksi ini berhasil membuat penonton menahan napas dan sesekali bertepuk tangan. Kurang lebih 15 menit menonton ini.

 

Atraksi sesudah ini juga tidak kalah menegangkan. Bahkan ada dua pria, kakak beradik yang bermain-main dengan alat dari besi yang berputar-putar. Atraksi ini tidak kalah menegangkan dengan atraksi sebelumnya. Penonton juga masih terus menahan napas dibuatnya. Saya termasuk yang menahan napas.

Aksi pamungkas di sirkus ini adalah aksi sepeda motor dalam sebuah bola raksasa dari besi. Mereka masuk dalam bola ini mirip dengan tong setan, tapi lebih gila lagi atraksinya. Seru benar menonton atraksi ini.

Di sirkus ini, saya juga awalnya berpikir bahwa ada atraksi hewan seperti singa atau gajah. Tapi ternyata tidak. Ada aksi hewan di sini tapi berupa boneka yang didalamnya ada orang, seperti beruang kutub yang berjoged Gangnam Style.

Sebelum atraksi motor, ada juga Dinosaurus T-Rex dari karet yang berjalan-jalan. Anak-anak bahkan ada beberapa yang ketakutan hingga histeris, padahal bohongan.

Saya memang merindukan menonton hiburan seperti ini di era digital. Sirkus ini sangat menghibur, dan saya seperti menonton The Greatest Show secara langsung.  Bagi yang mau mengajak keluarga atau menonton dengan sahabat, daripada sibuk dengan gawai, datang ke sirkus ini untuk hiburan kita.

Momen seperti ini akan sangat langka. Oh iya, harga tiketnya masih jauh lebih murah dari opening ataupun closing ceremony Asian Games kok. Hehehe.

 

 

read more
1 2 3 43
Page 1 of 43