SHARE

Selama saya bertugas jadi koordinator media di Kepulauan Seribu, bukan hanya sekali atau dua kali saya bermalam takbiran atau berlebaran di Kepulauan Seribu.

Tapi, malam takbiran di Pulau Panggang dan lebaran hari pertama di Pulau Pramuka, meskipun saya seorang non muslim. Yang masih saya ingat, saya malam takbiran dan berlebaran di Pulau Panggang dan Pramuka itu, tahun 2004, 2005, 2006, 2008 dan 2009.

Tapi tahun 2015 ini sedikit berbeda. Saya berlebaran hari pertama di Pulau Tidung.

Seperti di catatan perjalanan ke Pulau Tidung dan Pari bagian 1, saya diajak oleh Camat Kepulauan Seribu Selatan, Bang Arief untuk menemani dia dan keluarganya berlebaran di Pulau Tidung.

Lebaran hari pertama yang pasti.

Tapi, sebelum berlebaran, seperti di catatan perjalanan bagian 1 hingga 3, saya mengunjungi Pulau Pari, Karang Kudus dan Lancang.

5 Juli 2016, setelah berkeliling ke tiga pulau tadi untuk blusukan bersama camat, saya akhirnya kembali ke Pulau Tidung.

Bang Arief sempat menawarkan untuk melihat sunset di bagian barat Pulau Tidung yang lokasinya tidak berjauhan dengan tempat saya menginap, di rumah dinas camat yang berada di belakang kantor kecamatan. Tapi, saya pikir, ah sisakan untuk kunjungan berikutnya.

Nah, malam takbiran di Pulau Tidung, saya tidak ikut takbiran. Kalau di Pulau Panggang saya masih ikut takbiran, di Pulau Tidung, saya tidak ikut malam takbiran. Malah ngetem di rumah dinas aja.

Keesokan harinya, lebaran hari pertama, bang Arief dan anaknya, Alif, pergi shalat ied, saya bangun pagi, bangun, mandi langsung bantu-bantu istri bang Arief, mamanya Alif, Kak Erna untuk mempersiapkan open house camat di rumah dinas.

Kak erna tengah mempersiapkan opor ayam dan tekwan untuk tamu. Eh iya, malam takbiran atau akhir bulan Ramadan 2016, 1437H, saya dan keluarga bang Arief makan opor ayam di rumah dinas. Sama Tekwan juga. Nyuoss.. Enak enak enak.

Nah, sekitar jam 8, bang Arief dan Alif kembali dari shalat ied. Agak lama bang Arief memang, karena dia sebagai camat tentunya bersalam-salaman dengan warga.

Tak lama berselang bang Arief datang, tetamu datang ke rumah dinas. Sebagian besar staf kecamatan, dan pekerja di lingkungan kecamatan.

Mereka datang membawa keluarga. Sebagian saya masih kenal dan kenal saya. Jadi semacam reuni karena saya sudah sekitar 1,5 tahun tidak ke Pulau Tidung. Jadi ya ajang ngobrol-ngobrol juga sih.

Ada sekitar 1,5 jam acara open house. Dan saya bersama Bang Arief dan Keluarga, akan kembali ke Jakarta. Naik kapal cepat.

Jam 10 kurang, kami sudah kembali dermaga pulau tidung. Rencananya akan naik kapal yang jam 10. Tapi kapalnya penuh dan kami akhirnya naik kapal berikutnya.

Sekitar jam 11.30 kami kembali ke Jakarta. Dan tiba di Ancol sekitar jam 13.00 WIB.

Lebaran di Pulau Tidung ini berkesan buat saya. Jarang sekali saya menginap di Pulau Tidung. Terakhir menginap di Pulau Tidung itu tahun 2009, camatnya masih bang Billy, Satriadi Gunawan yang sekarang menjadi Kasudin PKP Jakarta Utara.

Berlebaran di Pulau Tidung juga hal pertama bagi saya di Kepulauan Seribu. Biasanya saya di Pulau Pramuka. Jadi ini sangat berkesan.

Ke Pulau Tidung kali ini juga, saya tidak ke Jembatan Cinta yang merupakan ikon pulau Tidung. Sudah beberapa kali ke sana sih sebenarnya. Jadi masih malas ke sana lagi.

The-Endopen h

Leave a Reply